Menu

Mode Gelap
KKP Bangun Kolaborasi Nasional Percepat Program Prioritas untuk Ketahanan Pangan KAI Wisata Siapkan Revitalisasi Wisata Heritage, Stasiun Jakarta Kota Jadi Langkah Awal Komut KAI Wisata Kunjungi Stasiun Jakarta Kota, Luncurkan Inisiatif Pelestarian 5 Stasiun Bersejarah Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan

EKOBIS

Kemenhub Genjot Percepatan Multimoda dan Digitalisasi

badge-check


 Dirjen Imtram Perbesar

Dirjen Imtram

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Ditjen Intram) mendorong percepatan integrasi transportasi multimoda dan digitalisasi logistik untuk menekan biaya logistik nasional yang masih berada di angka 14,29% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Risal Wasal memyanpaikannya dalam Launching Supply Chain Indonesia Exhibition & Conference 2026 di Westin Jakarta, Kamis (30/4/2026).

“Biaya logistik kita masih relatif tinggi, dan ini menjadi tantangan utama bagi daya saing nasional. Karena itu, integrasi transportasi multimoda harus menjadi strategi utama dalam sistem distribusi barang,” tutur Risal.

Menurutnya, sektor transportasi dan pergudangan saat ini menunjukkan peran strategis dengan kontribusi sekitar 6,16% terhadap PDB serta pertumbuhan mencapai 8,98% pada triwulan IV 2025—tertinggi dibanding sektor lainnya.

Namun demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari rendahnya integrasi nasional, ketergantungan pada moda darat, hingga ketimpangan distribusi barang dan kemacetan di kawasan perkotaan.

Menurut Risal, salah satu solusi utama adalah penguatan angkutan multimoda sebagai tulang punggung supply chain nasional.

“Angkutan multimoda mampu mengintegrasikan berbagai moda transportasi dalam satu sistem layanan. Ini bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam pengiriman barang,” ujarnya.

Risal menegaskan, penerapan multimoda terbukti memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi logistik.

“Dengan pendekatan multimoda, kita bisa menurunkan biaya logistik hingga sekitar 25% dan meningkatkan efisiensi waktu pengiriman hingga 30%. Ini angka yang sangat signifikan untuk mendorong daya saing,” ucapnya.

Pemerintah juga mendorong transformasi digital melalui implementasi National Logistic Ecosystem (NLE) yang mampu meningkatkan efisiensi proses logistik hingga 24,6–49,5%.

Selain itu, penguatan konektivitas dilakukan melalui Tol Laut dengan 41 trayek, pengembangan angkutan kargo udara perintis, serta integrasi jaringan logistik berbasis kereta api dan pelabuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Risal juga menyoroti inovasi layanan logistik berbasis kebutuhan atau on call logistics, yang dikembangkan untuk menjawab gap layanan distribusi, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan.

“Kita mulai mengarah pada sistem logistik yang lebih fleksibel melalui konsep on call, di mana layanan transportasi disediakan sesuai kebutuhan lokasi dan waktu. Ini penting untuk menjawab tantangan distribusi di wilayah seperti Maluku, Papua, dan daerah 3TP,” ujarnya.

Risal menegaskan, transformasi logistik nasional membutuhkan langkah besar yang terintegrasi.

“Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan perbaikan incremental Kita membutuhkan lompatan strategis melalui integrasi multimoda, digitalisasi menyeluruh, dan tata kelola data nasional untuk menurunkan biaya logistik menuju kisaran yang lebih kompetitif,” tegasnya.

Dia menambahkan, keberhasilan penguatan supply chain nasional sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan asosiasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kolaborasi dan inovasi agar sistem logistik nasional menjadi lebih efisien, andal, dan berdaya saing global,” tutup Risal.

Kegiatan Supply Chain Indonesia Exhibition & Conference 2026 diharapkan menjadi katalis dalam memperkuat integrasi transportasi multimoda sekaligus mempercepat transformasi logistik nasional di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi dan dinamika perdagangan global. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KKP Bangun Kolaborasi Nasional Percepat Program Prioritas untuk Ketahanan Pangan

3 Juli 2026 - 07:37 WIB

Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli

3 Juli 2026 - 02:12 WIB

Upacara Hari Ke-80 Bhayangkara di Jakarta Utara Berlangsung Khidmat, Perkuat Sinergitas Polri Bersama TNI, Pemerintah, dan Masyarakat

2 Juli 2026 - 13:11 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi

2 Juli 2026 - 11:24 WIB

Kemenhub Dukung Penuh Program Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026

2 Juli 2026 - 10:34 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Citilink Buka 5 Rute Baru Hubungkan Kalimantan, Yogya, dan Batam

1 Juli 2026 - 14:43 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Pemkot Jakarta Utara Tanam 665 Pohon

1 Juli 2026 - 13:11 WIB

Penerapan B50 masih Terkendala Teknis, Organda Lakukan ini

1 Juli 2026 - 09:42 WIB

Trending di EKOBIS