Menu

Mode Gelap
Kemenhub Perkuat Keamanan Pesawat Udara Karya Deden Hamdani Warnai Pameran “Guru Inspiratif” dalam Perayaan Hari Pendidikan Nasional BPSDMP Teken Kesepakatan Bersama dengan 5 Pemda Perluas Akses Layanan di Malut, KM Tatamailau PELNI Sandar Perdana di Tobelo Felicia dan Queen Bikin Panggung “The Icon Indonesia” Bergemuruh, Sapu Bersih Standing Ovation dari Semua Juri Sehari Jelang Hari Jadi ke 479, Pemkot Semarang ‘Digerudug’ Puluhan Mahasiswa

EKOBIS

Kemenhub Genjot Percepatan Multimoda dan Digitalisasi

badge-check


 Dirjen Imtram Perbesar

Dirjen Imtram

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Ditjen Intram) mendorong percepatan integrasi transportasi multimoda dan digitalisasi logistik untuk menekan biaya logistik nasional yang masih berada di angka 14,29% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Risal Wasal memyanpaikannya dalam Launching Supply Chain Indonesia Exhibition & Conference 2026 di Westin Jakarta, Kamis (30/4/2026).

“Biaya logistik kita masih relatif tinggi, dan ini menjadi tantangan utama bagi daya saing nasional. Karena itu, integrasi transportasi multimoda harus menjadi strategi utama dalam sistem distribusi barang,” tutur Risal.

Menurutnya, sektor transportasi dan pergudangan saat ini menunjukkan peran strategis dengan kontribusi sekitar 6,16% terhadap PDB serta pertumbuhan mencapai 8,98% pada triwulan IV 2025—tertinggi dibanding sektor lainnya.

Namun demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari rendahnya integrasi nasional, ketergantungan pada moda darat, hingga ketimpangan distribusi barang dan kemacetan di kawasan perkotaan.

Menurut Risal, salah satu solusi utama adalah penguatan angkutan multimoda sebagai tulang punggung supply chain nasional.

“Angkutan multimoda mampu mengintegrasikan berbagai moda transportasi dalam satu sistem layanan. Ini bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam pengiriman barang,” ujarnya.

Risal menegaskan, penerapan multimoda terbukti memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi logistik.

“Dengan pendekatan multimoda, kita bisa menurunkan biaya logistik hingga sekitar 25% dan meningkatkan efisiensi waktu pengiriman hingga 30%. Ini angka yang sangat signifikan untuk mendorong daya saing,” ucapnya.

Pemerintah juga mendorong transformasi digital melalui implementasi National Logistic Ecosystem (NLE) yang mampu meningkatkan efisiensi proses logistik hingga 24,6–49,5%.

Selain itu, penguatan konektivitas dilakukan melalui Tol Laut dengan 41 trayek, pengembangan angkutan kargo udara perintis, serta integrasi jaringan logistik berbasis kereta api dan pelabuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Risal juga menyoroti inovasi layanan logistik berbasis kebutuhan atau on call logistics, yang dikembangkan untuk menjawab gap layanan distribusi, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan.

“Kita mulai mengarah pada sistem logistik yang lebih fleksibel melalui konsep on call, di mana layanan transportasi disediakan sesuai kebutuhan lokasi dan waktu. Ini penting untuk menjawab tantangan distribusi di wilayah seperti Maluku, Papua, dan daerah 3TP,” ujarnya.

Risal menegaskan, transformasi logistik nasional membutuhkan langkah besar yang terintegrasi.

“Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan perbaikan incremental Kita membutuhkan lompatan strategis melalui integrasi multimoda, digitalisasi menyeluruh, dan tata kelola data nasional untuk menurunkan biaya logistik menuju kisaran yang lebih kompetitif,” tegasnya.

Dia menambahkan, keberhasilan penguatan supply chain nasional sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan asosiasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kolaborasi dan inovasi agar sistem logistik nasional menjadi lebih efisien, andal, dan berdaya saing global,” tutup Risal.

Kegiatan Supply Chain Indonesia Exhibition & Conference 2026 diharapkan menjadi katalis dalam memperkuat integrasi transportasi multimoda sekaligus mempercepat transformasi logistik nasional di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi dan dinamika perdagangan global. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perluas Akses Layanan di Malut, KM Tatamailau PELNI Sandar Perdana di Tobelo

2 Mei 2026 - 15:32 WIB

Dirut Pelindo Perkuat Budaya HSSE & Sinergi Operasional di Regional 4

2 Mei 2026 - 13:08 WIB

Mengakomodasi Aspirasi, Gubernur Jateng Menemui Buruh dan Mahasiswa Pengunjuk Rasa 

2 Mei 2026 - 10:30 WIB

Tani Merdeka Aceh Tengah: May Day 2026 Momentum Satukan Perjuangan Buruh dan Petani

2 Mei 2026 - 10:14 WIB

FIFGROUP Raih Digital Channel Customer Experience Award 2026

1 Mei 2026 - 19:37 WIB

Kepuasan Pelindo di Atas 90%, Sinyal Positif Bagi Perbaikan Layanan Pelabuhan

1 Mei 2026 - 14:50 WIB

Dorong Transaksi Digital, DAMRI Hadirkan Promo Diskon 50% bagi Pengguna Baru DAMRI Apps

1 Mei 2026 - 07:42 WIB

Impor 36.984 Ton Steel Slab Dibongkar PTP Nonpetikemas di Priok, Perkuat Rantai Pasok Industri

1 Mei 2026 - 05:39 WIB

Tanjung Priok Kontributor Utama Capaian Kinerja Triwulan I-2026 PTP Nonpetikemas

30 April 2026 - 18:00 WIB

IPC TPK Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Muaro Jambi, Dorong Dampak Sosial Berkelanjutan

30 April 2026 - 15:50 WIB

Trending di NASIONAL