Menu ✖

Mode Gelap
Satpol PP Fakfak Beri Tenggat 3×24 Jam, Bangunan Liar di Pasar Kelapa Dua Terancam Dibongkar Bupati Fakfak Pimpin Sertijab Sekda Definitif Arif H. Rumagesan, Tekankan Sinergi OPD Dalam 2 Tahun Pariwisata Gerakkan Peningkatan Perekonomian Dalam 2 Tahun, Pariwisata Tumbuh Positif Luncurkan PINP, Pelindo Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Lognas Jelang Akhir Tahun, TPK Koja Kembali Gelar Donor Darah Target 100 Pendonor

EKOBIS

Kemenhub Genjot Percepatan Multimoda dan Digitalisasi

badge-check


 Dirjen Imtram Perbesar

Dirjen Imtram

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Ditjen Intram) mendorong percepatan integrasi transportasi multimoda dan digitalisasi logistik untuk menekan biaya logistik nasional yang masih berada di angka 14,29% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Risal Wasal memyanpaikannya dalam Launching Supply Chain Indonesia Exhibition & Conference 2026 di Westin Jakarta, Kamis (30/4/2026).

“Biaya logistik kita masih relatif tinggi, dan ini menjadi tantangan utama bagi daya saing nasional. Karena itu, integrasi transportasi multimoda harus menjadi strategi utama dalam sistem distribusi barang,” tutur Risal.

Menurutnya, sektor transportasi dan pergudangan saat ini menunjukkan peran strategis dengan kontribusi sekitar 6,16% terhadap PDB serta pertumbuhan mencapai 8,98% pada triwulan IV 2025—tertinggi dibanding sektor lainnya.

Namun demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari rendahnya integrasi nasional, ketergantungan pada moda darat, hingga ketimpangan distribusi barang dan kemacetan di kawasan perkotaan.

Menurut Risal, salah satu solusi utama adalah penguatan angkutan multimoda sebagai tulang punggung supply chain nasional.

“Angkutan multimoda mampu mengintegrasikan berbagai moda transportasi dalam satu sistem layanan. Ini bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam pengiriman barang,” ujarnya.

Risal menegaskan, penerapan multimoda terbukti memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi logistik.

“Dengan pendekatan multimoda, kita bisa menurunkan biaya logistik hingga sekitar 25% dan meningkatkan efisiensi waktu pengiriman hingga 30%. Ini angka yang sangat signifikan untuk mendorong daya saing,” ucapnya.

Pemerintah juga mendorong transformasi digital melalui implementasi National Logistic Ecosystem (NLE) yang mampu meningkatkan efisiensi proses logistik hingga 24,6–49,5%.

Selain itu, penguatan konektivitas dilakukan melalui Tol Laut dengan 41 trayek, pengembangan angkutan kargo udara perintis, serta integrasi jaringan logistik berbasis kereta api dan pelabuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Risal juga menyoroti inovasi layanan logistik berbasis kebutuhan atau on call logistics, yang dikembangkan untuk menjawab gap layanan distribusi, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan.

“Kita mulai mengarah pada sistem logistik yang lebih fleksibel melalui konsep on call, di mana layanan transportasi disediakan sesuai kebutuhan lokasi dan waktu. Ini penting untuk menjawab tantangan distribusi di wilayah seperti Maluku, Papua, dan daerah 3TP,” ujarnya.

Risal menegaskan, transformasi logistik nasional membutuhkan langkah besar yang terintegrasi.

“Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan perbaikan incremental Kita membutuhkan lompatan strategis melalui integrasi multimoda, digitalisasi menyeluruh, dan tata kelola data nasional untuk menurunkan biaya logistik menuju kisaran yang lebih kompetitif,” tegasnya.

Dia menambahkan, keberhasilan penguatan supply chain nasional sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan asosiasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kolaborasi dan inovasi agar sistem logistik nasional menjadi lebih efisien, andal, dan berdaya saing global,” tutup Risal.

Kegiatan Supply Chain Indonesia Exhibition & Conference 2026 diharapkan menjadi katalis dalam memperkuat integrasi transportasi multimoda sekaligus mempercepat transformasi logistik nasional di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi dan dinamika perdagangan global. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dalam 2 Tahun Pariwisata Gerakkan Peningkatan Perekonomian

20 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Luncurkan PINP, Pelindo Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Lognas

20 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Kapolri Sidik 98 Kasus Korporasi Diduga Bakar Hutan, Pemilik Perusahaan hingga Pemegang Saham Terancam Dijerat

20 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Arus Petikemas Terus Menguat, Terminal Teluk Lamong Catat 2,29 Juta TEUs

19 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Sewa Bus DAMRI, Pilihan Tepat untuk Perjalanan Bersama yang Nyaman

19 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

19 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Kolaborasi Bersama HRI Team Management, IPCC Turut Mendukung Distribusi Unit Kendaraan Balap ke Mandalika Festival of Speed 2026

19 Oktober 2026 - 22:35 WIB

Dua Kali Tak Penuhi Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa

19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Teuku Ismuhadi “Arsitek” Kedai Aceh Lampoh, Dikonsep untuk Memuliakan Kuliner Khas Tanah Rencong

19 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Berkat Inovasi Daur Ulang Life Jacket, PELNI Sabet Penghargaan

19 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Trending di ANJUNGAN