Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mengupayakan pengembalian barang milik pelanggan yang tertinggal saat insiden di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 115 barang telah ditemukan di lokasi dan sekitarnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 57 barang telah berhasil diserahkan kepada pemiliknya, sementara 58 barang lainnya masih dalam proses verifikasi untuk memastikan kepemilikan yang tepat. Proses ini dilakukan secara hati-hati guna menghindari kesalahan penyerahan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pengembalian barang menjadi bagian penting dalam rangkaian penanganan pascakejadian.
“Kami berupaya memastikan setiap barang yang ditemukan dapat kembali kepada pemiliknya. Proses verifikasi dilakukan secara teliti agar tidak terjadi kekeliruan,” ujar Anne.
Untuk memudahkan proses tersebut, KAI masih mengoperasikan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur hingga 11 Mei 2026. Posko ini melayani berbagai kebutuhan pelanggan, termasuk pengaduan kehilangan barang, pengecekan data temuan, hingga proses klaim dan pengambilan.
KAI juga mengimbau kepada pelanggan yang merasa kehilangan barang saat kejadian untuk segera melapor dan melakukan pengecekan melalui posko tersebut. Petugas akan membantu proses pencocokan data agar barang dapat segera dikembalikan.
Selain penanganan barang, KAI tetap fokus pada pendampingan pelanggan terdampak, termasuk layanan kesehatan, trauma healing, serta dukungan bagi keluarga korban. Upaya ini dilakukan secara menyeluruh guna memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.
KAI menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik, termasuk dalam memastikan hak pelanggan atas barang pribadi yang tertinggal dapat terpenuhi dengan baik dan tepat sasaran.(fahmi)






























