Wartatrans.com, JAKARTA — Sosok menjadi sentral dalam pembukaan pameran drawing “Guru Inspiratif: Merayakan Guru, Merayakan Garis Kehidupan” yang digelar di , Sabtu (2/5/2026). Bertepatan dengan , Yuli tidak hanya berperan sebagai kurator dan koordinator, tetapi juga sebagai penggerak gagasan menggambar sebagai bagian dari praktik pendidikan.
Dikenal aktif mendorong gerakan “Bila Menggambar”, Yuli Riban memaknai pameran ini sebagai ruang pertemuan antara seni dan pendidikan. Baginya, menggambar bukan sekadar keterampilan visual, melainkan cara manusia memahami realitas dan dirinya sendiri.

Dalam kerangka tersebut, pameran ini dihadirkan sebagai refleksi atas proses belajar yang tidak instan. Yuli menekankan bahwa pendidikan tidak seharusnya terjebak pada pelabelan terhadap peserta didik, melainkan memberi ruang tumbuh bagi setiap individu. “Menggambar adalah proses memahami. Dalam pendidikan, yang utama bukan hasil akhir, tetapi perjalanan itu sendiri,” menjadi garis besar pemikiran yang diusungnya.
![]()
Di bawah kurasinya, karya-karya yang ditampilkan mengangkat pengalaman personal para seniman terhadap sosok guru.
Melalui pameran ini, Yuli Riban menegaskan bahwa momentum Hari Pendidikan Nasional dapat dimaknai lebih luas—tidak hanya dalam ruang kelas, tetapi juga melalui praktik seni yang membuka cara pandang baru. Pameran “Guru Inspiratif” berlangsung hingga 14 Mei 2026 dan terbuka untuk umum, menjadi ruang bagi publik untuk merayakan proses belajar melalui garis dan pengalaman.*** (Dulloh)


