Menu

Mode Gelap
KKP Bangun Kolaborasi Nasional Percepat Program Prioritas untuk Ketahanan Pangan KAI Wisata Siapkan Revitalisasi Wisata Heritage, Stasiun Jakarta Kota Jadi Langkah Awal Komut KAI Wisata Kunjungi Stasiun Jakarta Kota, Luncurkan Inisiatif Pelestarian 5 Stasiun Bersejarah Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan

ANJUNGAN

Safety Jadi Prioritas, IPC TPK Perkuat Budaya Kerja Aman

badge-check


 Safety Jadi Prioritas, IPC TPK Perkuat Budaya Kerja Aman Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Di balik tingginya aktivitas bongkar muat di terminal petikemas, keselamatan kerja menjadi aspek yang tidak dapat ditawar. Bagi IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), operasional yang produktif dan andal hanya dapat tercapai apabila seluruh aktivitas kerja dijalankan dengan budaya keselamatan yang kuat oleh seluruh insan pelabuhan, termasuk mitra kerja yang sehari-hari beroperasi di area terminal.

Komitmen tersebut ditegaskan IPC TPK melalui penyelenggaraan Sharing Session: Safety Awareness 2026 yang digelar secara hybrid di Aula Gedung Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok (30/4). Mengangkat tema “Peran Kesehatan dan Behavior Based Safety dalam Pencegahan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Kantor dan Lapangan”, kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan kerja secara menyeluruh di lingkungan terminal.

Forum ini tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya stakeholder pelabuhan, tetapi juga momentum untuk menyamakan kesadaran bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama. IPC TPK memandang bahwa setiap pekerja yang berada di area terminal, baik pegawai internal maupun mitra kerja perusahaan bongkar muat, memiliki peran penting dalam menjaga operasional pelabuhan tetap aman dan lancar.

Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana, menegaskan bahwa tidak ada pencapaian operasional yang sebanding dengan risiko kehilangan nyawa akibat kecelakaan kerja. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional terminal. “Melihat kinerja yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, kami menghimbau seluruh pekerja untuk terus mengubah behavior agar lebih mengutamakan safety dan peduli terhadap kondisi kerja. Kita bekerja tidak lain datang selamat dan pulang selamat,” ujar Guna.

Ia menambahkan, kecelakaan kerja tidak hanya menimbulkan kerugian moril dan materiil, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap terganggunya kegiatan operasional terminal dan rantai logistik di pelabuhan. Karena itu, perusahaan terus mendorong penguatan budaya safety agar menjadi kebiasaan dan kesadaran kolektif seluruh pihak yang bekerja di area terminal.

Dengan aktivitas operasional yang berlangsung 24 jam dan melibatkan alat berat serta mobilitas tinggi, IPC TPK menilai pendekatan Behavior Based Safety (BBS) menjadi langkah penting untuk membangun perilaku kerja yang lebih disiplin, waspada, dan peduli terhadap risiko kerja.

Hadir sebagai narasumber utama, Pakar Kesehatan Okupasi dr. Muhammad Ilyas, Sp. OK, yang menyoroti pentingnya perubahan perilaku dalam menekan angka kecelakaan kerja di lingkungan pelabuhan. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar insiden kerja dipicu oleh perilaku tidak aman, rendahnya awareness terhadap risiko, hingga kondisi kelelahan kerja (fatigue) yang kerap tidak disadari pekerja.

Menurutnya, penerapan fatigue management, pola hidup sehat, serta peningkatan kesadaran keselamatan menjadi faktor penting untuk meminimalisir human error dalam aktivitas operasional terminal petikemas yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra, mitra perusahaan bongkar muat, dan jajaran manajemen IPC TPK. Kehadiran para stakeholder tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam membangun budaya keselamatan yang lebih kuat dan berkelanjutan di lingkungan pelabuhan.

Melalui Safety Awareness 2026, IPC TPK menegaskan komitmennya untuk terus menggiatkan budaya keselamatan sebagai fondasi utama operasional perusahaan. Perusahaan meyakini bahwa terminal yang produktif hanya dapat tercipta apabila seluruh pekerja dapat menjalankan aktivitas secara aman, sehat, dan selamat.

“Harapan ke depannya, mari sama-sama kita lakukan perbaikan-perbaikan untuk terus mengutamakan safety baik pekerja lapangan maupun back office,” tutup Guna.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KKP Bangun Kolaborasi Nasional Percepat Program Prioritas untuk Ketahanan Pangan

3 Juli 2026 - 07:37 WIB

Dukung Ketersediaan Pasokan Energi Nasional, Semester I-2026 PELNI Angkut 335.415 Metrik Ton Batubara

2 Juli 2026 - 16:20 WIB

BKKP-Institusi Pendidikan Maritim Perkuat Sinergi

2 Juli 2026 - 14:26 WIB

Upacara Hari Ke-80 Bhayangkara di Jakarta Utara Berlangsung Khidmat, Perkuat Sinergitas Polri Bersama TNI, Pemerintah, dan Masyarakat

2 Juli 2026 - 13:11 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Kemenhub Dukung Penuh Program Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026

2 Juli 2026 - 10:34 WIB

KKP Perkuat Literasi Hukum Nelayan Perbatasan untuk Cegah Penangkapan Ikan Lintas Negara

2 Juli 2026 - 10:22 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Pemkot Jakarta Utara Tanam 665 Pohon

1 Juli 2026 - 13:11 WIB

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Trending di ANJUNGAN