Menu

Mode Gelap
KAI Bidik Pertumbuhan Baru Menuju 2045, Perkuat Aset dan Teknologi Dua Insiden Ganggu Perjalanan KRL Bogor dan Tangerang, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Operasi Pascagempa NTT, InJourney Group Gercep Salurkan Bantuan Desa Linge Bangkit Lewat “Asal Linge Awal Serule”, Semarak HUT RI ke-81 3 Dekade Bersama, Sefas Akhirnya Akuisisi 100% SPBU Shell SBY Art Community Menggelar Pameran Lukisan, Dibuka Gubernur Pramono Anung

ANJUNGAN

Safety Jadi Prioritas, IPC TPK Perkuat Budaya Kerja Aman

badge-check


 Safety Jadi Prioritas, IPC TPK Perkuat Budaya Kerja Aman Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Di balik tingginya aktivitas bongkar muat di terminal petikemas, keselamatan kerja menjadi aspek yang tidak dapat ditawar. Bagi IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), operasional yang produktif dan andal hanya dapat tercapai apabila seluruh aktivitas kerja dijalankan dengan budaya keselamatan yang kuat oleh seluruh insan pelabuhan, termasuk mitra kerja yang sehari-hari beroperasi di area terminal.

Komitmen tersebut ditegaskan IPC TPK melalui penyelenggaraan Sharing Session: Safety Awareness 2026 yang digelar secara hybrid di Aula Gedung Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok (30/4). Mengangkat tema “Peran Kesehatan dan Behavior Based Safety dalam Pencegahan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Kantor dan Lapangan”, kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan kerja secara menyeluruh di lingkungan terminal.

Forum ini tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya stakeholder pelabuhan, tetapi juga momentum untuk menyamakan kesadaran bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama. IPC TPK memandang bahwa setiap pekerja yang berada di area terminal, baik pegawai internal maupun mitra kerja perusahaan bongkar muat, memiliki peran penting dalam menjaga operasional pelabuhan tetap aman dan lancar.

Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana, menegaskan bahwa tidak ada pencapaian operasional yang sebanding dengan risiko kehilangan nyawa akibat kecelakaan kerja. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional terminal. “Melihat kinerja yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, kami menghimbau seluruh pekerja untuk terus mengubah behavior agar lebih mengutamakan safety dan peduli terhadap kondisi kerja. Kita bekerja tidak lain datang selamat dan pulang selamat,” ujar Guna.

Ia menambahkan, kecelakaan kerja tidak hanya menimbulkan kerugian moril dan materiil, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap terganggunya kegiatan operasional terminal dan rantai logistik di pelabuhan. Karena itu, perusahaan terus mendorong penguatan budaya safety agar menjadi kebiasaan dan kesadaran kolektif seluruh pihak yang bekerja di area terminal.

Dengan aktivitas operasional yang berlangsung 24 jam dan melibatkan alat berat serta mobilitas tinggi, IPC TPK menilai pendekatan Behavior Based Safety (BBS) menjadi langkah penting untuk membangun perilaku kerja yang lebih disiplin, waspada, dan peduli terhadap risiko kerja.

Hadir sebagai narasumber utama, Pakar Kesehatan Okupasi dr. Muhammad Ilyas, Sp. OK, yang menyoroti pentingnya perubahan perilaku dalam menekan angka kecelakaan kerja di lingkungan pelabuhan. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar insiden kerja dipicu oleh perilaku tidak aman, rendahnya awareness terhadap risiko, hingga kondisi kelelahan kerja (fatigue) yang kerap tidak disadari pekerja.

Menurutnya, penerapan fatigue management, pola hidup sehat, serta peningkatan kesadaran keselamatan menjadi faktor penting untuk meminimalisir human error dalam aktivitas operasional terminal petikemas yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra, mitra perusahaan bongkar muat, dan jajaran manajemen IPC TPK. Kehadiran para stakeholder tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam membangun budaya keselamatan yang lebih kuat dan berkelanjutan di lingkungan pelabuhan.

Melalui Safety Awareness 2026, IPC TPK menegaskan komitmennya untuk terus menggiatkan budaya keselamatan sebagai fondasi utama operasional perusahaan. Perusahaan meyakini bahwa terminal yang produktif hanya dapat tercipta apabila seluruh pekerja dapat menjalankan aktivitas secara aman, sehat, dan selamat.

“Harapan ke depannya, mari sama-sama kita lakukan perbaikan-perbaikan untuk terus mengutamakan safety baik pekerja lapangan maupun back office,” tutup Guna.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

19 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Menhub Dudy Tegaskan Evaluasi dan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran

19 Agustus 2026 - 18:38 WIB

KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape ASDP Hadir Dukung Pemulihan NTT

19 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Pascagempa NTT, DAMRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan dan Dukung Distribusi Logistik

19 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026

19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Bantu Penanganan Pascagempa NTT, Ditjen Hubdat Optimalkan Angkutan Penyeberangan

19 Agustus 2026 - 07:52 WIB

Meriahkan HUT Ke-81 RI, Terminal Teluk Lamong Gelar Beragam Lomba dan Pesta Rakyat

18 Agustus 2026 - 21:53 WIB

IPCC Perkuat Keselamatan Kerja TKBM melalui Pelatihan Basic K3

18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Kids Fest 2026 Hadir di Takengon, Ajak Keluarga Isi Liburan dengan Lomba dan Edukasi Anak

18 Agustus 2026 - 19:33 WIB

81 Tahun Indonesia Merdeka dan 50 Tahun Gapasdap, Saatnya Transportasi Penyeberangan Berdiri Setara

18 Agustus 2026 - 16:26 WIB

Trending di ANJUNGAN