Menu ✖

Mode Gelap
Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private 8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

ANJUNGAN

Safety Jadi Prioritas, IPC TPK Perkuat Budaya Kerja Aman

badge-check


 Safety Jadi Prioritas, IPC TPK Perkuat Budaya Kerja Aman Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Di balik tingginya aktivitas bongkar muat di terminal petikemas, keselamatan kerja menjadi aspek yang tidak dapat ditawar. Bagi IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), operasional yang produktif dan andal hanya dapat tercapai apabila seluruh aktivitas kerja dijalankan dengan budaya keselamatan yang kuat oleh seluruh insan pelabuhan, termasuk mitra kerja yang sehari-hari beroperasi di area terminal.

Komitmen tersebut ditegaskan IPC TPK melalui penyelenggaraan Sharing Session: Safety Awareness 2026 yang digelar secara hybrid di Aula Gedung Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok (30/4). Mengangkat tema “Peran Kesehatan dan Behavior Based Safety dalam Pencegahan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Kantor dan Lapangan”, kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan kerja secara menyeluruh di lingkungan terminal.

Forum ini tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya stakeholder pelabuhan, tetapi juga momentum untuk menyamakan kesadaran bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama. IPC TPK memandang bahwa setiap pekerja yang berada di area terminal, baik pegawai internal maupun mitra kerja perusahaan bongkar muat, memiliki peran penting dalam menjaga operasional pelabuhan tetap aman dan lancar.

Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana, menegaskan bahwa tidak ada pencapaian operasional yang sebanding dengan risiko kehilangan nyawa akibat kecelakaan kerja. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional terminal. “Melihat kinerja yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, kami menghimbau seluruh pekerja untuk terus mengubah behavior agar lebih mengutamakan safety dan peduli terhadap kondisi kerja. Kita bekerja tidak lain datang selamat dan pulang selamat,” ujar Guna.

Ia menambahkan, kecelakaan kerja tidak hanya menimbulkan kerugian moril dan materiil, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap terganggunya kegiatan operasional terminal dan rantai logistik di pelabuhan. Karena itu, perusahaan terus mendorong penguatan budaya safety agar menjadi kebiasaan dan kesadaran kolektif seluruh pihak yang bekerja di area terminal.

Dengan aktivitas operasional yang berlangsung 24 jam dan melibatkan alat berat serta mobilitas tinggi, IPC TPK menilai pendekatan Behavior Based Safety (BBS) menjadi langkah penting untuk membangun perilaku kerja yang lebih disiplin, waspada, dan peduli terhadap risiko kerja.

Hadir sebagai narasumber utama, Pakar Kesehatan Okupasi dr. Muhammad Ilyas, Sp. OK, yang menyoroti pentingnya perubahan perilaku dalam menekan angka kecelakaan kerja di lingkungan pelabuhan. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar insiden kerja dipicu oleh perilaku tidak aman, rendahnya awareness terhadap risiko, hingga kondisi kelelahan kerja (fatigue) yang kerap tidak disadari pekerja.

Menurutnya, penerapan fatigue management, pola hidup sehat, serta peningkatan kesadaran keselamatan menjadi faktor penting untuk meminimalisir human error dalam aktivitas operasional terminal petikemas yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra, mitra perusahaan bongkar muat, dan jajaran manajemen IPC TPK. Kehadiran para stakeholder tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam membangun budaya keselamatan yang lebih kuat dan berkelanjutan di lingkungan pelabuhan.

Melalui Safety Awareness 2026, IPC TPK menegaskan komitmennya untuk terus menggiatkan budaya keselamatan sebagai fondasi utama operasional perusahaan. Perusahaan meyakini bahwa terminal yang produktif hanya dapat tercipta apabila seluruh pekerja dapat menjalankan aktivitas secara aman, sehat, dan selamat.

“Harapan ke depannya, mari sama-sama kita lakukan perbaikan-perbaikan untuk terus mengutamakan safety baik pekerja lapangan maupun back office,” tutup Guna.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal

6 Oktober 2026 - 17:04 WIB

8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

6 Oktober 2026 - 14:05 WIB

ASDP Nyatakan Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Lancar

6 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

KKP Perketat Perlindungan dan Perekrutan Awak Kapal Perikanan

5 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual di Polinef, BEM Desak Wadir I Dicopot

5 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Transjakarta Gunakan Sistem Online Laporan Keuangan

5 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Hajatan FIFGROUP Pondok Gede Hadirkan Beragam Promo, Hiburan, dan Kegiatan Sosial untuk Masyarakat

4 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Trending di EKOBIS