Menu

Mode Gelap
KAI Tingkatkan Kenyamanan KA Rajabasa, Gunakan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi Mulai 4 Juli Siap Gulirkan 40 Tahun KPR Subsidi: Cicilan Ringan, Beban Panjang? Silaturahmi Tahun Baru Islam 1447 H, KNG Raya Cabang Bogor Pererat Persaudaraan Antaranggota Pasca Gempa PSI Sulteng Kirim 1.500 Paket Bantuan ke Kabupaten Sigi IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir Momentum Hari Dermaga Nasional, Melihat Infrastruktur Andal Pelabuhan Ciwandan Sebagai Penopang Simpul Logistik Nasional

NASIONAL

Embarkasi Banten Akan jadi Pilot Project One Stop Services Umrah

badge-check


 Embarkasi Banten Akan jadi Pilot Project One Stop Services Umrah Perbesar

Wartatrans.com, TANGERANG – Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) akan menjadikan Embarkasi Banten atau Asrama Haji Banten sebagai proyek percontohan (pilot project) yang disebut sebagai layanan One Stop Services untuk jemaah umrah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simnajuntak menyampaikannya dalam sambutan Konsolidasi Perhajian dan Umrah Embarkasi Provinsi Banten di Grand El Hajj, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Selasa (3/3/2026).

“Kami berencana menjadikan Embarkasi Banten atau Asrama Haji Banten ini sebagai pilot project yang kami sebut sebagai One Stop Services,” tutur Dahnil.

Dahnil mengungkapkan, bukan hanya Kemenhaj, program yang diperuntukkan bagi jemaah umrah itu juga akan melibatkan maskapai Garuda Indonesia dan Imigrasi.

“Jemaah umrah nantinya bisa menggunakan fasilitas asrama haji yang kami sebut One Stop Services. Beli tiket Garuda, manasik, menginap bisa gunakan fasilitas asrama haji. Proses keimigrasian (bea cukai) dilakukan di Asrama Haji. Jadi one stop services,” ungkapnya.

Dahnil menegaskan, program itu hanya opsi yang bisa dipilih oleh jemaah yang menunaikan umrah dengan biro travel, bukan wajib.

“Sekali lagi ini opsi, bukan mandatory,” tegasnya.

Dahnil menjelaskan, alasan opsi umrah melalui Asrama Haji sebab di banyak daerah butuh waktu lama bagi jemaah untuk berangkat umrah. Selama ini para jamaah itu berada di tempat-tempat sekitar bandara, untuk menginap.

Dengan menggunakan Asrama Haji, kata Dahnil, maka hal itu tidak perlu terjadi.

Jemaah bisa menginap, manasik, mengurus tiket pesawat Garuda, hingga menyelesiakan urusan Imigrasi, sehingga jamaah tinggal berangkat, menaiki pesawat.

“Tinggal PR-nya itu adalah layanan maskapai Garuda dan layanan di Asrama Haji,” kata Dahnil. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siap Gulirkan 40 Tahun KPR Subsidi: Cicilan Ringan, Beban Panjang?

17 Juni 2026 - 23:31 WIB

Silaturahmi Tahun Baru Islam 1447 H, KNG Raya Cabang Bogor Pererat Persaudaraan Antaranggota

17 Juni 2026 - 23:13 WIB

Pasca Gempa PSI Sulteng Kirim 1.500 Paket Bantuan ke Kabupaten Sigi

17 Juni 2026 - 22:46 WIB

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

17 Juni 2026 - 22:20 WIB

Momentum Hari Dermaga Nasional, Melihat Infrastruktur Andal Pelabuhan Ciwandan Sebagai Penopang Simpul Logistik Nasional

17 Juni 2026 - 22:15 WIB

Ratusan Miliar Dibelanjakan, “Sawangan Kubro” Depok Masih Jadi Ujian

17 Juni 2026 - 20:57 WIB

Lima Bulan Tanpa Gaji, Nurdin Berjuang Selamatkan Anak yang Menderita Bocor Usus

17 Juni 2026 - 14:02 WIB

Aceh Raih Predikat “Tanggap” dalam Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba 2025

17 Juni 2026 - 09:37 WIB

Tunda Rakorwilsus, PSI Sulteng Fokus Bantu Korban Gempa 

17 Juni 2026 - 09:20 WIB

Dana Efisiensi TKD Dikembalikan ke Pemko Subulussalam Aceh. Apa Itu Dana Efisiensi TKD?

16 Juni 2026 - 23:33 WIB

Trending di RAGAM