Menu

Mode Gelap
Rengginang Laut dari Pesisir Rembang: Jejak Semangat Kartini dalam Usaha Ibu Eko YGMQ Sukses Gelar Haflah III, Kemenag Kabupaten Bogor Beri Dukungan Banjir dan Longsor Terjang Bogor Barat, Aktivis Minta KDM Turun Tangan Semangat Kartini dalam Layanan DAMRI: Peran Perempuan, Ruang Aman, dan Akses Terjangkau DAMRI dan Pemprov Papua Selatan Teken MoU, Luncurkan Layanan Angkutan untuk ASN Kampanye Anti Tindak Kekerasan Seksual, KAI Commuter Dorong Penumpang Berani Lapor

NASIONAL

Embarkasi Banten Akan jadi Pilot Project One Stop Services Umrah

badge-check


 Embarkasi Banten Akan jadi Pilot Project One Stop Services Umrah Perbesar

Wartatrans.com, TANGERANG – Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) akan menjadikan Embarkasi Banten atau Asrama Haji Banten sebagai proyek percontohan (pilot project) yang disebut sebagai layanan One Stop Services untuk jemaah umrah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simnajuntak menyampaikannya dalam sambutan Konsolidasi Perhajian dan Umrah Embarkasi Provinsi Banten di Grand El Hajj, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Selasa (3/3/2026).

“Kami berencana menjadikan Embarkasi Banten atau Asrama Haji Banten ini sebagai pilot project yang kami sebut sebagai One Stop Services,” tutur Dahnil.

Dahnil mengungkapkan, bukan hanya Kemenhaj, program yang diperuntukkan bagi jemaah umrah itu juga akan melibatkan maskapai Garuda Indonesia dan Imigrasi.

“Jemaah umrah nantinya bisa menggunakan fasilitas asrama haji yang kami sebut One Stop Services. Beli tiket Garuda, manasik, menginap bisa gunakan fasilitas asrama haji. Proses keimigrasian (bea cukai) dilakukan di Asrama Haji. Jadi one stop services,” ungkapnya.

Dahnil menegaskan, program itu hanya opsi yang bisa dipilih oleh jemaah yang menunaikan umrah dengan biro travel, bukan wajib.

“Sekali lagi ini opsi, bukan mandatory,” tegasnya.

Dahnil menjelaskan, alasan opsi umrah melalui Asrama Haji sebab di banyak daerah butuh waktu lama bagi jemaah untuk berangkat umrah. Selama ini para jamaah itu berada di tempat-tempat sekitar bandara, untuk menginap.

Dengan menggunakan Asrama Haji, kata Dahnil, maka hal itu tidak perlu terjadi.

Jemaah bisa menginap, manasik, mengurus tiket pesawat Garuda, hingga menyelesiakan urusan Imigrasi, sehingga jamaah tinggal berangkat, menaiki pesawat.

“Tinggal PR-nya itu adalah layanan maskapai Garuda dan layanan di Asrama Haji,” kata Dahnil. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

YGMQ Sukses Gelar Haflah III, Kemenag Kabupaten Bogor Beri Dukungan

22 April 2026 - 00:32 WIB

Banjir dan Longsor Terjang Bogor Barat, Aktivis Minta KDM Turun Tangan

21 April 2026 - 23:56 WIB

Semangat Kartini dalam Layanan DAMRI: Peran Perempuan, Ruang Aman, dan Akses Terjangkau

21 April 2026 - 21:06 WIB

DAMRI dan Pemprov Papua Selatan Teken MoU, Luncurkan Layanan Angkutan untuk ASN

21 April 2026 - 20:52 WIB

Poltekpel Surabaya Siap Menuju WBBM

21 April 2026 - 20:04 WIB

FIFGROUP Rayakan Hari Kartini dengan Aktivasi Interaktif di MRT Blok M, Ajak Perempuan Kenali Potensi Diri

21 April 2026 - 19:23 WIB

Makassar New Port Dilirik Investor Global, Abu Dhabi Ports Group Tinjau Potensi Hub Indonesia Timur

21 April 2026 - 19:02 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Upacara Bendera Peringatan Hari Kartini 2026

21 April 2026 - 18:42 WIB

SAE Buka Casting Reality Show “Turkiye Ask Adasi” Versi Indonesia, Syuting di Turki

21 April 2026 - 16:45 WIB

Air Mata Pecah di SMK Negeri 1 Takengon, Psikodrama Jadi Ruang Pulih Penyintas Bencana

21 April 2026 - 16:24 WIB

Trending di RAGAM