Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

RAGAM

Aceh Raih Predikat “Tanggap” dalam Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba 2025

badge-check


 Aceh Raih Predikat “Tanggap” dalam Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba 2025 Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Provinsi Aceh berhasil meraih nilai 3,19 dengan kategori “Tanggap” dalam hasil pengukuran Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) Tahun 2025. Capaian tersebut menunjukkan kesiapsiagaan, kapasitas, komitmen, dan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba melalui program-program yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Berdasarkan hasil pengukuran IKOTAN Tahun 2025, Provinsi Aceh memperoleh nilai 3,19 dan berada pada kategori ‘Tanggap’. Capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba,” ujar Dedy Tabrani kepada redaksi melalui pesan WhatsApp, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, capaian tersebut didukung sejumlah program strategis yang dijalankan BNNP Aceh. Pada aspek ketahanan keluarga, BNNP Aceh aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar keluarga mampu mengenali tanda-tanda penyalahgunaan narkoba, membangun komunikasi yang sehat dengan anak, serta menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan protektif.

Program tersebut dilaksanakan melalui sinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh serta berbagai mitra terkait.

Di bidang pemberdayaan masyarakat, BNNP Aceh telah membentuk dan membina Relawan Anti Narkoba yang berasal dari kalangan pemuda, mahasiswa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Para relawan ini menjadi perpanjangan tangan BNN dalam menyebarluaskan edukasi P4GN hingga ke tingkat gampong.

“Di Aceh, relawan ini dikenal dengan sebutan Pageu Gampong yang berperan sebagai garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Selain pencegahan, BNNP Aceh juga terus memperkuat layanan rehabilitasi melalui Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Program rehabilitasi berbasis komunitas ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pemulihan penyalahguna narkoba dan reintegrasi sosial mereka.

Sejak 2021, BNNP Aceh telah membentuk 77 unit IBM yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Keberhasilan program ini didukung oleh pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

BNNP Aceh juga mengembangkan Program Kawasan Bersih Narkoba (BERSINAR) yang bertujuan menciptakan lingkungan tangguh terhadap ancaman narkoba melalui penguatan regulasi lokal, edukasi berkelanjutan, pengawasan partisipatif, serta kolaborasi lintas sektor.

Program tersebut diterapkan di berbagai lingkungan strategis, seperti gampong, sekolah, kampus, instansi pemerintah, lingkungan kerja, dan kawasan lain yang memiliki tingkat kerawanan narkoba.

Dedy menambahkan, implementasi Program BERSINAR di Aceh diperkuat oleh keberadaan reusam gampong yang berfungsi sebagai instrumen kontrol sosial di masyarakat.

“Dukungan para keuchik, tuha peut, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, produktif, dan bersih dari narkoba,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara BNNP Aceh, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh komponen masyarakat terus diperkuat sehingga ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba semakin meningkat.

“Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Aceh yang aman, kondusif, dan memiliki daya tahan yang kuat terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika secara berkelanjutan,” pungkas Dedy.*** (LEP)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Trending di RAGAM