Menu

Mode Gelap
BNN Gelar Anjangsana ke Mantan Kepala BNN Heru Winarko Jelang HANI 2026 Menbud Klaim Market Share Film Domestik Tembus 67%, Tapi Penonton Bioskop Masih Susut B50 Mulai 1 Juli: 14 Juta Kiloliter Impor Ditebas, Risiko Mesin Mengintai Pameran Tunggal Andri Wintarso Angkat Art Therapy dan Kisah Kemanusiaan Penyandang Disabilitas Mengintip Transformasi PELNI di Bawah Kepemimpinan Tri Andayani Perhatian! Ada Perawatan Ruas Tol Jagorawi hingga 22 Juni

RAGAM

Aceh Raih Predikat “Tanggap” dalam Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba 2025

badge-check


 Aceh Raih Predikat “Tanggap” dalam Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba 2025 Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Provinsi Aceh berhasil meraih nilai 3,19 dengan kategori “Tanggap” dalam hasil pengukuran Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) Tahun 2025. Capaian tersebut menunjukkan kesiapsiagaan, kapasitas, komitmen, dan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba melalui program-program yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Berdasarkan hasil pengukuran IKOTAN Tahun 2025, Provinsi Aceh memperoleh nilai 3,19 dan berada pada kategori ‘Tanggap’. Capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba,” ujar Dedy Tabrani kepada redaksi melalui pesan WhatsApp, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, capaian tersebut didukung sejumlah program strategis yang dijalankan BNNP Aceh. Pada aspek ketahanan keluarga, BNNP Aceh aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar keluarga mampu mengenali tanda-tanda penyalahgunaan narkoba, membangun komunikasi yang sehat dengan anak, serta menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan protektif.

Program tersebut dilaksanakan melalui sinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh serta berbagai mitra terkait.

Di bidang pemberdayaan masyarakat, BNNP Aceh telah membentuk dan membina Relawan Anti Narkoba yang berasal dari kalangan pemuda, mahasiswa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Para relawan ini menjadi perpanjangan tangan BNN dalam menyebarluaskan edukasi P4GN hingga ke tingkat gampong.

“Di Aceh, relawan ini dikenal dengan sebutan Pageu Gampong yang berperan sebagai garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Selain pencegahan, BNNP Aceh juga terus memperkuat layanan rehabilitasi melalui Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Program rehabilitasi berbasis komunitas ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pemulihan penyalahguna narkoba dan reintegrasi sosial mereka.

Sejak 2021, BNNP Aceh telah membentuk 77 unit IBM yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Keberhasilan program ini didukung oleh pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

BNNP Aceh juga mengembangkan Program Kawasan Bersih Narkoba (BERSINAR) yang bertujuan menciptakan lingkungan tangguh terhadap ancaman narkoba melalui penguatan regulasi lokal, edukasi berkelanjutan, pengawasan partisipatif, serta kolaborasi lintas sektor.

Program tersebut diterapkan di berbagai lingkungan strategis, seperti gampong, sekolah, kampus, instansi pemerintah, lingkungan kerja, dan kawasan lain yang memiliki tingkat kerawanan narkoba.

Dedy menambahkan, implementasi Program BERSINAR di Aceh diperkuat oleh keberadaan reusam gampong yang berfungsi sebagai instrumen kontrol sosial di masyarakat.

“Dukungan para keuchik, tuha peut, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, produktif, dan bersih dari narkoba,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara BNNP Aceh, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh komponen masyarakat terus diperkuat sehingga ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba semakin meningkat.

“Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Aceh yang aman, kondusif, dan memiliki daya tahan yang kuat terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika secara berkelanjutan,” pungkas Dedy.*** (LEP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BNN Gelar Anjangsana ke Mantan Kepala BNN Heru Winarko Jelang HANI 2026

19 Juni 2026 - 13:18 WIB

Mulai Besok, Pemko Langsa Salurkan Bantuan Jadup, Stimulan Ekonomi dan Isi Hunian Tahap II untuk 31.772 KK

19 Juni 2026 - 12:10 WIB

Film Ghost Buzzer, Layak Lolos Sensor untuk Semua Umur!

19 Juni 2026 - 08:06 WIB

Scoot Membawa Pengalaman Baru untuk Wisatawan Melalui Kolaborasi Spider-Man: Brand New Day

19 Juni 2026 - 06:24 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gandeng Kejari Jakarta Utara, Tingkatkan Pendampingan Hukum dan Kelancaran Operasional

18 Juni 2026 - 22:53 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Satlantas Polres Bogor Tanam Jagung di Lahan Produktif

18 Juni 2026 - 19:16 WIB

MILAD KE-18, Pontren Modern Zam-Zam Gelar Expo dan Soft Launching Buku Sejarah

18 Juni 2026 - 13:22 WIB

Kambing Hitam Itu Disebut Oligarki

18 Juni 2026 - 12:27 WIB

Pemkab Bogor Pertahankan Opini WTP atas LKPD Tahun Anggaran 2025

18 Juni 2026 - 11:16 WIB

Catatan Iwan Piliang: Mengenang Jusuf Ronodipuro Melalui Mas Iro

18 Juni 2026 - 10:25 WIB

Trending di RAGAM