Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

RAGAM

Aceh Raih Predikat “Tanggap” dalam Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba 2025

badge-check


 Aceh Raih Predikat “Tanggap” dalam Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba 2025 Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Provinsi Aceh berhasil meraih nilai 3,19 dengan kategori “Tanggap” dalam hasil pengukuran Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) Tahun 2025. Capaian tersebut menunjukkan kesiapsiagaan, kapasitas, komitmen, dan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba melalui program-program yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Berdasarkan hasil pengukuran IKOTAN Tahun 2025, Provinsi Aceh memperoleh nilai 3,19 dan berada pada kategori ‘Tanggap’. Capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba,” ujar Dedy Tabrani kepada redaksi melalui pesan WhatsApp, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, capaian tersebut didukung sejumlah program strategis yang dijalankan BNNP Aceh. Pada aspek ketahanan keluarga, BNNP Aceh aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar keluarga mampu mengenali tanda-tanda penyalahgunaan narkoba, membangun komunikasi yang sehat dengan anak, serta menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan protektif.

Program tersebut dilaksanakan melalui sinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh serta berbagai mitra terkait.

Di bidang pemberdayaan masyarakat, BNNP Aceh telah membentuk dan membina Relawan Anti Narkoba yang berasal dari kalangan pemuda, mahasiswa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Para relawan ini menjadi perpanjangan tangan BNN dalam menyebarluaskan edukasi P4GN hingga ke tingkat gampong.

“Di Aceh, relawan ini dikenal dengan sebutan Pageu Gampong yang berperan sebagai garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Selain pencegahan, BNNP Aceh juga terus memperkuat layanan rehabilitasi melalui Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Program rehabilitasi berbasis komunitas ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pemulihan penyalahguna narkoba dan reintegrasi sosial mereka.

Sejak 2021, BNNP Aceh telah membentuk 77 unit IBM yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Keberhasilan program ini didukung oleh pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

BNNP Aceh juga mengembangkan Program Kawasan Bersih Narkoba (BERSINAR) yang bertujuan menciptakan lingkungan tangguh terhadap ancaman narkoba melalui penguatan regulasi lokal, edukasi berkelanjutan, pengawasan partisipatif, serta kolaborasi lintas sektor.

Program tersebut diterapkan di berbagai lingkungan strategis, seperti gampong, sekolah, kampus, instansi pemerintah, lingkungan kerja, dan kawasan lain yang memiliki tingkat kerawanan narkoba.

Dedy menambahkan, implementasi Program BERSINAR di Aceh diperkuat oleh keberadaan reusam gampong yang berfungsi sebagai instrumen kontrol sosial di masyarakat.

“Dukungan para keuchik, tuha peut, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, produktif, dan bersih dari narkoba,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara BNNP Aceh, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh komponen masyarakat terus diperkuat sehingga ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba semakin meningkat.

“Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Aceh yang aman, kondusif, dan memiliki daya tahan yang kuat terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika secara berkelanjutan,” pungkas Dedy.*** (LEP)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Yanuar Cecar Eks Kalapas Cibinong: Sofa hingga AC Hilang, Siapa yang Perintah?

30 September 2026 - 12:34 WIB

Dari 10 Jamaah Menjadi 651, Majelis Taklim Ar Rahmah Rangkul Jemaah Syiar Islam Bersama

30 September 2026 - 12:19 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Trending di ANJUNGAN