Wartatrans.com, BANYUWANGI – Memastikan keselamatan pelayaran pada masa Angkutan Laut Lebaran (angleb) Tahun 2026 terus diperkuat.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, 10–12 Februari 2026.

Uji petik ini dipimpin Kepala Subdirektorat Rancang Bangun, Stabilitas dan Garis Muat Kapal Ditkapel Amir Makbul didampingi Tim Kantor KSOP Kelas III Tanjung Wangi serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).
Sebanyak tiga kapal penumpang yang melayani lintasan penghubung Pulau Jawa dan Pulau Bali serta sekitarnya menjadi objek pemeriksaan, yaitu KMP Portlink VII milik ASDP, KMP Mutiara Sentosa III, dan KMP Perkasa Prima 5.
Kantor KSOP Kelas III Tanjung Wangi melalui Marine Inspector sebelumnya telah melaksanakan uji petik terhadap 47 dari total 55 kapal yang beroperasi pada lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Sementara itu, sebanyak delapan kapal lainnya dilakukan uji petik oleh UPP Kelas II Gilimanuk.
Direktur Perkapalan dan Kepelautan Samsuddin menjelaskan, uji petik ini merupakan langkah preventif memastikan seluruh armada penumpang dalam kondisi laik laut sebelum memasuki periode angkutan lebaran yang diprediksi mengalami peningkatan signifikan jumlah penumpang.
“Uji petik ini kami lakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi, mulai dari kelengkapan dokumen kapal dan awak kapal, alat keselamatan dan pemadam kebakaran, sistem manajemen kapal, alat navigasi, permesinan hingga aspek stabilitas kapal. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami,” urai Samsuddin.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, secara umum kondisi kapal penumpang di Pelabuhan Ketapang dan Tanjung Wangi berada dalam keadaan baik dan laiklaut.

Meski demikian, tim menemukan beberapa kekurangan minor yang harus segera dilengkapi dan diperbaiki dalam batas waktu yang telah ditentukan.
Ditjen Hubla menegaskan komitmennya terus memantau dan mengevaluasi aktivitas transportasi laut selama periode angleb 2026 khususnya di pelabuhan-pelabuhan yang diproyeksikan mengalami lonjakan penumpang, termasuk pelabuhan penyeberangan.
Dengan pengawasan yang intensif serta sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan, Ditjen Hubla optimistis penyelenggaraan angleb 2026 dapat berjalan dengan selamat, aman, dan terkendali.
“Kami berkomitmen menciptakan transportasi laut yang tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan laut selama masa mudik maupun libur Lebaran dapat berlangsung lancar tanpa kendala,” pungkas Samsuddin. (omy)




















