Menu ✖

Mode Gelap
DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

NASIONAL

Menhub Dudy Dukung Penguatan SAR Basarnas

badge-check


 Memhub di gedung Basarnas (BKIP Kemenhub) Perbesar

Memhub di gedung Basarnas (BKIP Kemenhub)

Wartatrans.com, JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendukung penuh terhadap penguatan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas dalam sistem operasi Search and Rescue (SAR) Nasional.

Menhub mengatakan, penguatan ini tidak dapat ditunda karena operasi SAR berpacu langsung dengan waktu dan menyangkut keselamatan serta nyawa manusia.

Hal tersebut disampaikan Menhub saat menghadiri Sarasehan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Basarnas bertema “Penguatan Basarnas dalam Sistem SAR Nasional” yang digelar di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Menurut Menhub, dalam banyak kejadian kecelakaan transportasi, waktu yang dimiliki tim SAR untuk menyelamatkan korban sangat terbatas. Bahkan, dalam kondisi tertentu, Basarnas hanya memiliki waktu sekitar tiga hari untuk melakukan upaya penyelamatan secara optimal.

“Operasi SAR ini tidak bisa menunggu karena kita hanya punya waktu yang sangat terbatas. Bila masih menunggu proses panjang, termasuk soal keputusan di lokasi atau pembahasan anggaran, itu tidak akan menyelamatkan nyawa manusia,” tuturnya.

Menhub menilai Basarnas perlu diperkuat agar dapat bergerak cepat dan responsif tanpa dibebani keraguan dalam pengambilan keputusan, terutama pada situasi darurat.

Dia menekankan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan tindakan pemerintah.

Menhub juga menyampaikan, Kemenhub merupakan salah satu pihak yang paling berkepentingan terhadap keberhasilan operasi SAR, mengingat banyak penanganan kedaruratan berkaitan langsung dengan sektor transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.

“Kami salah satu penerima manfaat terbesar dari tugas-tugas Basarnas, karena sebagian besar operasi SAR berkaitan dengan transportasi. Karena itu, kami siap mendukung dan mendorong penguatan Basarnas. Silakan disampaikan apa yang dibutuhkan, kita cari bersama skemanya seperti apa,” ungkapnya.

Dia juga menyoroti pengalaman penanganan kecelakaan transportasi di wilayah dengan kondisi geografis dan cuaca ekstrem, di mana operasi SAR kerap menghadapi kendala, termasuk keterbatasan biaya operasional.

Dia menegaskan bahwa ke depan Basarnas tidak boleh ragu untuk bertindak cepat hanya karena mempertimbangkan persoalan pembiayaan.

“Saya berharap ke depan Basarnas tidak perlu lagi menunda langkah karena memikirkan biaya atau prosedur. Ketika situasi darurat terjadi, yang utama adalah menyelamatkan korban. Persoalan teknis dan administratif bisa kita carikan solusinya bersama,” imbuh dia.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Menhub menyampaikan kesiapan Kemenhub untuk membantu Basarnas melalui optimalisasi sumber daya yang dimiliki, termasuk pemanfaatan sarana dan kendaraan dari Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan Kemenhub bila diperlukan dalam mendukung operasi SAR.

“Kami memiliki berbagai sumber daya yang bisa dioptimalkan. Jika memang dibutuhkan untuk mendukung Basarnas, khususnya terkait kendaraan dan fasilitas pendukung, kami siap membantu,” katanya.

Menhub bilang, penguatan Basarnas merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat.

Dia berharap Basarnas semakin kuat, mandiri, dan mampu menjalankan tugas kemanusiaan secara cepat dan efektif di seluruh wilayah Indonesia.

“Secara prinsip, dengan senang hati kami mendukung penguatan Basarnas. Ini adalah untuk kepentingan masyarakat, dari rakyat dan untuk rakyat,” ucapnya.

Sarasehan HUT ke-54 Basarnas ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian/lembaga serta pemangku kepentingan terkait dalam membangun sistem SAR nasional yang lebih tangguh dan responsif.

Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BMKG Faisal Fathani dan Para Kepala Staf TNI. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa

1 Oktober 2026 - 12:49 WIB

AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

1 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Yanuar Cecar Eks Kalapas Cibinong: Sofa hingga AC Hilang, Siapa yang Perintah?

30 September 2026 - 12:34 WIB

Trending di RAGAM