Menu

Mode Gelap
Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

NASIONAL

Menhub Dudy Dukung Penguatan SAR Basarnas

badge-check


 Memhub di gedung Basarnas (BKIP Kemenhub) Perbesar

Memhub di gedung Basarnas (BKIP Kemenhub)

Wartatrans.com, JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendukung penuh terhadap penguatan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas dalam sistem operasi Search and Rescue (SAR) Nasional.

Menhub mengatakan, penguatan ini tidak dapat ditunda karena operasi SAR berpacu langsung dengan waktu dan menyangkut keselamatan serta nyawa manusia.

Hal tersebut disampaikan Menhub saat menghadiri Sarasehan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Basarnas bertema “Penguatan Basarnas dalam Sistem SAR Nasional” yang digelar di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Menurut Menhub, dalam banyak kejadian kecelakaan transportasi, waktu yang dimiliki tim SAR untuk menyelamatkan korban sangat terbatas. Bahkan, dalam kondisi tertentu, Basarnas hanya memiliki waktu sekitar tiga hari untuk melakukan upaya penyelamatan secara optimal.

“Operasi SAR ini tidak bisa menunggu karena kita hanya punya waktu yang sangat terbatas. Bila masih menunggu proses panjang, termasuk soal keputusan di lokasi atau pembahasan anggaran, itu tidak akan menyelamatkan nyawa manusia,” tuturnya.

Menhub menilai Basarnas perlu diperkuat agar dapat bergerak cepat dan responsif tanpa dibebani keraguan dalam pengambilan keputusan, terutama pada situasi darurat.

Dia menekankan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan tindakan pemerintah.

Menhub juga menyampaikan, Kemenhub merupakan salah satu pihak yang paling berkepentingan terhadap keberhasilan operasi SAR, mengingat banyak penanganan kedaruratan berkaitan langsung dengan sektor transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.

“Kami salah satu penerima manfaat terbesar dari tugas-tugas Basarnas, karena sebagian besar operasi SAR berkaitan dengan transportasi. Karena itu, kami siap mendukung dan mendorong penguatan Basarnas. Silakan disampaikan apa yang dibutuhkan, kita cari bersama skemanya seperti apa,” ungkapnya.

Dia juga menyoroti pengalaman penanganan kecelakaan transportasi di wilayah dengan kondisi geografis dan cuaca ekstrem, di mana operasi SAR kerap menghadapi kendala, termasuk keterbatasan biaya operasional.

Dia menegaskan bahwa ke depan Basarnas tidak boleh ragu untuk bertindak cepat hanya karena mempertimbangkan persoalan pembiayaan.

“Saya berharap ke depan Basarnas tidak perlu lagi menunda langkah karena memikirkan biaya atau prosedur. Ketika situasi darurat terjadi, yang utama adalah menyelamatkan korban. Persoalan teknis dan administratif bisa kita carikan solusinya bersama,” imbuh dia.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Menhub menyampaikan kesiapan Kemenhub untuk membantu Basarnas melalui optimalisasi sumber daya yang dimiliki, termasuk pemanfaatan sarana dan kendaraan dari Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan Kemenhub bila diperlukan dalam mendukung operasi SAR.

“Kami memiliki berbagai sumber daya yang bisa dioptimalkan. Jika memang dibutuhkan untuk mendukung Basarnas, khususnya terkait kendaraan dan fasilitas pendukung, kami siap membantu,” katanya.

Menhub bilang, penguatan Basarnas merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat.

Dia berharap Basarnas semakin kuat, mandiri, dan mampu menjalankan tugas kemanusiaan secara cepat dan efektif di seluruh wilayah Indonesia.

“Secara prinsip, dengan senang hati kami mendukung penguatan Basarnas. Ini adalah untuk kepentingan masyarakat, dari rakyat dan untuk rakyat,” ucapnya.

Sarasehan HUT ke-54 Basarnas ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian/lembaga serta pemangku kepentingan terkait dalam membangun sistem SAR nasional yang lebih tangguh dan responsif.

Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BMKG Faisal Fathani dan Para Kepala Staf TNI. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

3 Juli 2026 - 02:26 WIB

BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan

2 Juli 2026 - 22:05 WIB

Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan

2 Juli 2026 - 21:58 WIB

Tangis Haru Iringi Peresmian Akses Enang-Enang, Gotong Royong Akhiri Keterisolasian Warga

2 Juli 2026 - 16:23 WIB

Upacara Hari Ke-80 Bhayangkara di Jakarta Utara Berlangsung Khidmat, Perkuat Sinergitas Polri Bersama TNI, Pemerintah, dan Masyarakat

2 Juli 2026 - 13:11 WIB

Kepala BNN RI Hadiri Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80

2 Juli 2026 - 13:08 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi

2 Juli 2026 - 11:24 WIB

Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran

2 Juli 2026 - 11:20 WIB

IKAC Salurkan Bantuan Pangan untuk Ratusan Warga, Kolaborasi dengan Kecamatan Arjawinangun Perkuat Kepedulian Sosial

2 Juli 2026 - 10:08 WIB

Trending di RAGAM