Menu

Mode Gelap
Penyeberangan Merak–Bakauheni Terpantau Aman dan Lancar, Cuaca Bersahabat Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026 Presiden Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Dampak Bencana Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026 KA Bandara Adi Soemarmo Catat Okupansi 129 Persen Selama Nataru, jadi Pilihan Utama Masyarakat Madiun Refleksi Awal Tahun, Noyo Gimbal View Dipadati Wisatawan

EKOBIS

Pedagang Dadakan Menjamur di Jalanan Takengon, Warga Minta Penertiban

badge-check


					Pedagang Dadakan Menjamur di Jalanan Takengon, Warga Minta Penertiban Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Aktivitas pedagang dadakan di sejumlah ruas jalan utama Kota Takengon kian marak dan menimbulkan keresahan pengguna jalan. Pedagang terlihat memenuhi badan jalan mulai dari kawasan Simpang Lima hingga Jalan Segeda, menyebabkan kemacetan dan mengganggu ketertiban umum.

Warga menilai pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan para pedagang agar kembali beraktivitas di pasar resmi yang telah disediakan, seperti Pasar Paya Ilang, Pasar Bawah, dan Pasar Impres.

“Kondisi ini sudah sangat mengganggu. Jalan menjadi sempit, lalu lintas tersendat, dan rawan kecelakaan,” ujar salah seorang pengguna jalan di kawasan Simpang Lima, Kamis, 1 Januari 2026.

Fenomena pedagang dadakan ini bermula pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh Tengah pada akhir November 2025. Saat itu, banyak pedagang memilih berjualan di pinggir jalan utama karena aktivitas masyarakat meningkat di ruang publik. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) juga membuat sebagian warga lebih banyak berjalan kaki dari rumah menuju pusat kota, sehingga pedagang menganggap lokasi jalan raya lebih strategis dibandingkan pasar.

Pedagang dadakan di kota Takengon.

Namun, memasuki hari ke-37 pascabencana, kondisi dinilai telah berangsur normal. Pasokan bahan pokok ke Takengon kembali stabil dan aktivitas pasar tradisional mulai berjalan seperti biasa. Meski demikian, sebagian pedagang masih bertahan berjualan di badan jalan.

Warga khawatir, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, penertiban akan semakin sulit dilakukan. “Kalau tidak ditertibkan sekarang, nanti akan muncul berbagai alasan untuk tetap berjualan di jalan,” kata warga lainnya.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera melakukan penertiban secara terukur dan humanis, demi mengembalikan fungsi jalan serta menjaga ketertiban kota.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana penertiban pedagang dadakan di ruas-ruas jalan utama Kota Takengon.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026

2 Januari 2026 - 01:10 WIB

Presiden Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Dampak Bencana

1 Januari 2026 - 21:37 WIB

Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026

1 Januari 2026 - 21:20 WIB

Refleksi Awal Tahun, Noyo Gimbal View Dipadati Wisatawan

1 Januari 2026 - 18:57 WIB

Pelindo Berbagi Kasih di Akhir Tahun, Santuni 150 Anak Yatim Piatu di Kota Makassar

1 Januari 2026 - 18:14 WIB

Trending di ANJUNGAN