Menu

Mode Gelap
KKP Lepasliarkan 21 Penyu Hijau Hasil Gagalkan Penyelundupan ke Perairan Bali Angkutan Perkebunan KAI Naik 17,83 Persen pada Semester I 2026, Didominasi Distribusi CPO Petugas Keamanan KAI Services Tuai Pujian usai Bantu Penumpang Disabilitas Turun dari KRL Dukung Pertumbuhan Bisnis Penerbangan Nasional, INACA: Perlu Kebijakan Responsif! KAI Targetkan Integrasi Stasiun Karet-BNI City Beroperasi Mulai 28 September 2026 KAI Commuter Layani 181,6 Juta Pengguna di Jabodetabek Selama Semester I 2026, Naik 7 Persen

EKOBIS

Pedagang Dadakan Menjamur di Jalanan Takengon, Warga Minta Penertiban

badge-check


 Pedagang Dadakan Menjamur di Jalanan Takengon, Warga Minta Penertiban Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Aktivitas pedagang dadakan di sejumlah ruas jalan utama Kota Takengon kian marak dan menimbulkan keresahan pengguna jalan. Pedagang terlihat memenuhi badan jalan mulai dari kawasan Simpang Lima hingga Jalan Segeda, menyebabkan kemacetan dan mengganggu ketertiban umum.

Warga menilai pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan para pedagang agar kembali beraktivitas di pasar resmi yang telah disediakan, seperti Pasar Paya Ilang, Pasar Bawah, dan Pasar Impres.

“Kondisi ini sudah sangat mengganggu. Jalan menjadi sempit, lalu lintas tersendat, dan rawan kecelakaan,” ujar salah seorang pengguna jalan di kawasan Simpang Lima, Kamis, 1 Januari 2026.

Fenomena pedagang dadakan ini bermula pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh Tengah pada akhir November 2025. Saat itu, banyak pedagang memilih berjualan di pinggir jalan utama karena aktivitas masyarakat meningkat di ruang publik. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) juga membuat sebagian warga lebih banyak berjalan kaki dari rumah menuju pusat kota, sehingga pedagang menganggap lokasi jalan raya lebih strategis dibandingkan pasar.

Pedagang dadakan di kota Takengon.

Namun, memasuki hari ke-37 pascabencana, kondisi dinilai telah berangsur normal. Pasokan bahan pokok ke Takengon kembali stabil dan aktivitas pasar tradisional mulai berjalan seperti biasa. Meski demikian, sebagian pedagang masih bertahan berjualan di badan jalan.

Warga khawatir, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, penertiban akan semakin sulit dilakukan. “Kalau tidak ditertibkan sekarang, nanti akan muncul berbagai alasan untuk tetap berjualan di jalan,” kata warga lainnya.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera melakukan penertiban secara terukur dan humanis, demi mengembalikan fungsi jalan serta menjaga ketertiban kota.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana penertiban pedagang dadakan di ruas-ruas jalan utama Kota Takengon.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dukung Pertumbuhan Bisnis Penerbangan Nasional, INACA: Perlu Kebijakan Responsif!

9 Juli 2026 - 15:55 WIB

Megaproyek PSEL Bali Rp3 Triliun Resmi Dimulai, Pemerintah Klaim Mampu Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

9 Juli 2026 - 14:16 WIB

Serap Aspirasi Peserta DPM, Poltekpel Surabaya Gelar Forum Konsultasi Publik

9 Juli 2026 - 13:08 WIB

Wujudkan Green Port, IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Gratis

9 Juli 2026 - 11:12 WIB

Terminal Teluk Lamong dan BPD GINSI Jawa Timur Satukan Langkah Perkuat Pelayanan Kepelabuhanan

9 Juli 2026 - 06:56 WIB

Menteri PU Sampaikan Salam Presiden Prabowo, Tokoh Masyarakat Gayo Balas dengan Doa

9 Juli 2026 - 00:21 WIB

Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi

8 Juli 2026 - 15:02 WIB

Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit

8 Juli 2026 - 13:26 WIB

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

8 Juli 2026 - 12:43 WIB

Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

8 Juli 2026 - 12:32 WIB

Trending di ANJUNGAN