Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

EKOBIS

Pedagang Dadakan Menjamur di Jalanan Takengon, Warga Minta Penertiban

badge-check


 Pedagang Dadakan Menjamur di Jalanan Takengon, Warga Minta Penertiban Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Aktivitas pedagang dadakan di sejumlah ruas jalan utama Kota Takengon kian marak dan menimbulkan keresahan pengguna jalan. Pedagang terlihat memenuhi badan jalan mulai dari kawasan Simpang Lima hingga Jalan Segeda, menyebabkan kemacetan dan mengganggu ketertiban umum.

Warga menilai pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan para pedagang agar kembali beraktivitas di pasar resmi yang telah disediakan, seperti Pasar Paya Ilang, Pasar Bawah, dan Pasar Impres.

“Kondisi ini sudah sangat mengganggu. Jalan menjadi sempit, lalu lintas tersendat, dan rawan kecelakaan,” ujar salah seorang pengguna jalan di kawasan Simpang Lima, Kamis, 1 Januari 2026.

Fenomena pedagang dadakan ini bermula pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh Tengah pada akhir November 2025. Saat itu, banyak pedagang memilih berjualan di pinggir jalan utama karena aktivitas masyarakat meningkat di ruang publik. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) juga membuat sebagian warga lebih banyak berjalan kaki dari rumah menuju pusat kota, sehingga pedagang menganggap lokasi jalan raya lebih strategis dibandingkan pasar.

Pedagang dadakan di kota Takengon.

Namun, memasuki hari ke-37 pascabencana, kondisi dinilai telah berangsur normal. Pasokan bahan pokok ke Takengon kembali stabil dan aktivitas pasar tradisional mulai berjalan seperti biasa. Meski demikian, sebagian pedagang masih bertahan berjualan di badan jalan.

Warga khawatir, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, penertiban akan semakin sulit dilakukan. “Kalau tidak ditertibkan sekarang, nanti akan muncul berbagai alasan untuk tetap berjualan di jalan,” kata warga lainnya.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera melakukan penertiban secara terukur dan humanis, demi mengembalikan fungsi jalan serta menjaga ketertiban kota.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana penertiban pedagang dadakan di ruas-ruas jalan utama Kota Takengon.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi

26 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KAI Services Perkuat Kemitraan Strategis melalui Mitra Gathering 2026

26 Agustus 2026 - 14:10 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

InJourney Airports Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

26 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Trending di BANDARA