Menu ✖

Mode Gelap
TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat 21 Kapal Terlibat dalam Regional Marpolex 2026 ​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026 Menembus Pegunungan, Ini 10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Jawa dan Sumatra KAI Catat 2,55 Juta Aktivitas Pelanggan di Tiga Daerah Geopark UNESCO Aturan Transportasi Berbasis Aplikasi Masuk dalam Revisi UU LLAJ

EKOBIS

Pedagang Dadakan Menjamur di Jalanan Takengon, Warga Minta Penertiban

badge-check


 Pedagang Dadakan Menjamur di Jalanan Takengon, Warga Minta Penertiban Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Aktivitas pedagang dadakan di sejumlah ruas jalan utama Kota Takengon kian marak dan menimbulkan keresahan pengguna jalan. Pedagang terlihat memenuhi badan jalan mulai dari kawasan Simpang Lima hingga Jalan Segeda, menyebabkan kemacetan dan mengganggu ketertiban umum.

Warga menilai pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan para pedagang agar kembali beraktivitas di pasar resmi yang telah disediakan, seperti Pasar Paya Ilang, Pasar Bawah, dan Pasar Impres.

“Kondisi ini sudah sangat mengganggu. Jalan menjadi sempit, lalu lintas tersendat, dan rawan kecelakaan,” ujar salah seorang pengguna jalan di kawasan Simpang Lima, Kamis, 1 Januari 2026.

Fenomena pedagang dadakan ini bermula pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh Tengah pada akhir November 2025. Saat itu, banyak pedagang memilih berjualan di pinggir jalan utama karena aktivitas masyarakat meningkat di ruang publik. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) juga membuat sebagian warga lebih banyak berjalan kaki dari rumah menuju pusat kota, sehingga pedagang menganggap lokasi jalan raya lebih strategis dibandingkan pasar.

Pedagang dadakan di kota Takengon.

Namun, memasuki hari ke-37 pascabencana, kondisi dinilai telah berangsur normal. Pasokan bahan pokok ke Takengon kembali stabil dan aktivitas pasar tradisional mulai berjalan seperti biasa. Meski demikian, sebagian pedagang masih bertahan berjualan di badan jalan.

Warga khawatir, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, penertiban akan semakin sulit dilakukan. “Kalau tidak ditertibkan sekarang, nanti akan muncul berbagai alasan untuk tetap berjualan di jalan,” kata warga lainnya.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera melakukan penertiban secara terukur dan humanis, demi mengembalikan fungsi jalan serta menjaga ketertiban kota.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana penertiban pedagang dadakan di ruas-ruas jalan utama Kota Takengon.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng

12 Oktober 2026 - 05:09 WIB

30 Hektare Lahan Meikarta Disiapkan untuk Rumah Subsidi

12 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Peduli Generasi Muda, Pengurus FORWAN Gelar Pelatihan Citizen Journalism dan Content Creator di Masjid

12 Oktober 2026 - 01:25 WIB

Estafet Kepemimpinan Garuda Indonesia, Menilik Kiprah Fadjar dan Glenny Mengawal Pemulihan

11 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Trending di RAGAM