Wartatrans.com, JAKARTA – Mobilitas masyarakat Sulawesi Selatan terus bergerak dinamis, dan KA Makassar–Parepare hadir menjadi bagian penting dari pergerakan tersebut. Layanan kereta perintis ini menunjukkan pertumbuhan pelanggan yang konsisten sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi peningkatan perjalanan pada periode Lebaran 2026.
Sepanjang Februari 2026, KA Makassar–Parepare melayani 22.923 pelanggan, meningkat 27,82 persen dibandingkan Februari 2025 yang tercatat sebanyak 17.935 pelanggan. Kenaikan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap layanan transportasi rel sebagai pilihan perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien.

Secara kumulatif Januari hingga Februari 2026, jumlah pelanggan mencapai 51.068 orang, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 35.878 pelanggan. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan peran strategis KA Makassar–Parepare dalam menopang mobilitas harian sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah yang dilintasi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa tren positif ini menjadi modal penting dalam menyambut masa angkutan Lebaran 2026.
“Pertumbuhan pelanggan menunjukkan bahwa KA Makassar–Parepare semakin dipercaya masyarakat. Kami memastikan kesiapan operasional, sarana, dan pelayanan agar perjalanan selama periode Lebaran berlangsung aman, lancar, dan nyaman,” ujar Anne, Senin (2/3/2026).
Sejak mulai beroperasi pada Oktober 2022, KA Makassar–Parepare telah melayani 876.580 pelanggan. Angka tersebut menggambarkan betapa pentingnya transportasi rel dalam membuka akses antarwilayah dan memperkuat konektivitas di Sulawesi Selatan.
Saat ini KA Makassar–Parepare melayani lintas operasional sepanjang kurang lebih 90 kilometer dari Stasiun Mandai di Maros hingga Stasiun Garongkong di Barru. Jalur ini melintasi tiga kabupaten yaitu Maros, Pangkep, dan Barru, dengan pemberhentian utama di Maros, Labakkang, dan Garongkong. Dengan kecepatan operasional hingga 85 kilometer per jam, perjalanan menjadi lebih ringkas dan terjadwal dengan baik.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, rute ini juga membuka akses menuju berbagai potensi wisata. Kawasan karst Maros, bentang alam dan pesisir Pangkep, hingga panorama laut Barru semakin mudah dijangkau melalui layanan kereta api. Kehadiran KA Makassar–Parepare turut mendorong pergerakan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi lokal di sepanjang lintasan.
Menghadapi Lebaran 2026, KAI Group beserta stakeholder pendukung KA Perintis tersebut akan memastikan seluruh aspek pelayanan berjalan optimal, mulai dari kesiapan sarana, prasarana, hingga petugas di lapangan. Layanan ini menjadi pilihan perjalanan yang terjangkau dan nyaman bagi masyarakat Indonesia Timur yang ingin bersilaturahmi maupun berwisata.
“Kami berkomitmen menjaga keandalan perjalanan agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang. KA Makassar–Parepare siap menjadi penghubung kebersamaan di Sulawesi Selatan,” tutup Anne.(fahmi)






























