Wartatrans.com, JAKARTA — Pameran seni rupa Paradocs #2 yang digelar di Galeri Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki (TIM), turut menampilkan karya-karya dari sejumlah perupa anggota Peruja. Di antara para peserta, hadir pelukis perempuan Indonesia Sulan Lim, yang dikenal dengan karakteristik kuat pada penggunaan cat air dan sapuan kuas yang khas.
Dalam pameran yang berlangsung pada 25–30 November 2025 ini, Sulan menampilkan dua karya bertajuk “Harmoni”. Kedua karya tersebut menggambarkan pendekatan abstrak liris dengan tema utama harmonisasi alam.


Sulan Lim didepan karyanya saat pameran Para docs #2 di Taman Ismail Marzuki.
“Dalam karya saya yang didominasi warna biru, saya ingin menampilkan ketenangan, kedalaman, dan unsur spiritual. Sementara guratan merah melambangkan kekuatan dan kekontrasan. Intinya, saya ingin bicara tentang keseimbangan,” ujar Sulan saat ditemui di sela pameran.
Karya “Harmoni” kedua memvisualkan ekspresi gerak dan emosi yang lebih dinamis. Sulan menjelaskan bahwa bentuk-bentuk abstrak yang tampak berpusar dalam lukisan tersebut merupakan simbol transformasi dalam menghadapi derasnya arus kehidupan.
Sulan Lim bukan nama baru di dunia seni rupa Indonesia. Ia memulai proses kreatifnya sejak bergabung dengan Sanggar Seni Rupa Garajas pada medio 1980-an. Konsistensinya dalam berkarya membuatnya aktif mengikuti berbagai pameran, baik tunggal maupun bersama. Karya-karyanya kini telah menjadi bagian koleksi para kolektor dalam dan luar negeri.
Kehadiran dua karya “Harmoni” di Paradocs #2 semakin menegaskan posisi Sulan Lim sebagai salah satu pelukis perempuan Indonesia yang memiliki gaya personal kuat dan tetap produktif dalam berkarya.*** (Gara)

Sulan Lim brrsama rekan sesama pelukis dari Sanggar Garajas.









