Menu

Mode Gelap
Dirut KAI Dampingi Menteri PKP dan COO Danantara Tinjau Kawasan Bantaran Rel, Percepatan Inventarisasi dan Penataan Dijalankan Lebih 32 Juta Pelanggan, Rekor Tertinggi KAI Group dalam 5 Tahun Terakhir Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok Kembalikan Motor Hasil Pencurian Pada Pemilik ASDP Jaga Layanan Lintas Sumatera-Jawa-Bali di Libur Long Weekend Paskah Kemenhub Apresiasi Operator Kendaraan Angkutan Barang yang Tertib Aturan Neno Warisman Buka Pameran “Betawie Punye Yahye” Karya Yahya TS

PERISTIWA

Penerbit Padasan Dorong Penerbitan Buku Sejarah-Budaya Tionghoa di Nusantara, Serukan Pentingnya Pelestarian Identitas dan Jejak Akulturasi

badge-check


 Penerbit Padasan Dorong Penerbitan Buku Sejarah-Budaya Tionghoa di Nusantara, Serukan Pentingnya Pelestarian Identitas dan Jejak Akulturasi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Penerbit Padasan menegaskan kembali pentingnya penerbitan dan penyebarluasan buku-buku bertema sejarah dan budaya bangsa Tionghoa di Batavia dan Nusantara. Langkah ini dianggap krusial untuk memperkuat pemahaman publik terhadap jejak panjang akulturasi budaya Tionghoa yang telah menjadi bagian integral dari sejarah Indonesia.

Dalam rilisnya, pendiri Penerbit Padasan, Chairil Gibran Ramadhan (CGR), menyampaikan bahwa masyarakat Tionghoa memiliki sejarah interaksi yang sangat panjang dengan Nusantara. Jejak ini terekam dalam tradisi, seni, kuliner, bahasa, dan perkembangan kebudayaan lokal. Penegasan tersebut sejalan dengan narasi Museum Nasional dalam pameran “Kongsi: Akulturasi Tionghoa di Indonesia” tahun 2025, yang menyebut bahwa hubungan tersebut telah berlangsung selama ribuan tahun dan ikut membentuk identitas bangsa.

Beberapa buku yang akan diterbitkan Penerbit Padasan.

Penerbit Padasan menaruh perhatian khusus pada tema ini sejak merilis buku perdananya pada 2011 berjudul “Kembang Goyang: Orang Betawi Menulis Kampungnya”. Dari sepuluh penulis yang terlibat, tiga di antaranya adalah tokoh keturunan Cina Betawi, yakni Kwee Kek Beng, Tio Ie Soei, dan Oom Piet. Sejak itu, penerbit tersebut merancang sejumlah buku ber-ISBN bertema sejarah-budaya Tionghoa, namun rencana penerbitan terhambat kendala pendanaan.

CGR menyampaikan ironi bahwa banyak lembaga yang dianggap memiliki kedekatan budaya justru tidak menunjukkan minat untuk mendukung kerja intelektual tersebut. “Banyak pihak dengan kemampuan ekonomi besar lebih memilih menghabiskan dana untuk kegiatan seremonial jangka pendek, sementara buku—yang menjadi jejak abadi—sering kali tidak mendapat tempat,” ujarnya.

Untuk menjembatani kesenjangan itu, Penerbit Padasan mengusulkan model penyebaran berupa peluncuran buku, talkshow, serta pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh seni, budaya, sejarah, politik, dan komunitas Tionghoa. Langkah tersebut diyakini dapat menjadi momentum membangkitkan kesadaran generasi muda Tionghoa tentang identitas dan akar sejarah mereka.

Selain menyasar pembaca umum, CGR menilai buku-buku bertema sejarah-budaya Tionghoa sangat berpotensi masuk dalam koleksi kampus internasional seperti Leiden University, Erasmus University, Utrecht University, University of Amsterdam, dan Hamburg University. Kampus dalam negeri seperti UI, UNJ, UHAMKA, UIN Syarif Hidayatullah, dan Universitas Islam As-Syafiiyah juga dipandang sebagai institusi yang dapat memanfaatkan buku tersebut sebagai referensi akademik.

Dengan penerbitan yang berkelanjutan, Padasan berharap literatur mengenai sejarah dan budaya Tionghoa di Indonesia tidak lagi menjadi wacana pinggiran, tetapi dapat memainkan peran penting dalam memperkaya khazanah pengetahuan dan memperkuat jati diri komunitas Tionghoa di Nusantara.*** (Fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Neno Warisman Buka Pameran “Betawie Punye Yahye” Karya Yahya TS

5 April 2026 - 17:49 WIB

Atas Intervensi Presiden Prabowo, Makam Serka Anumerta M. Nur Ichwan Digeser dari TPU ke TMP

5 April 2026 - 16:19 WIB

Teater Puisi “Sengkewe Sepanjang Musim” Hidupkan Ruang Publik Takengon

5 April 2026 - 08:15 WIB

Walikota Pekalongan Menentang Kebijakan WFH Pemerintah Pusat, Ada Apa ? 

4 April 2026 - 23:21 WIB

Hujan Es Hantam Atu Lintang, Puluhan Hektare Kebun dan Rumah Warga Rusak

4 April 2026 - 23:16 WIB

Sedekah Sumur Bor ke-8 Dimulai, Warga Bidari Aceh Utara Sambut Harapan Baru

4 April 2026 - 21:02 WIB

Satgas Antinarkoba Dibentuk, Pemkab Bogor Perluas Jangkauan hingga Desa

4 April 2026 - 18:18 WIB

Tiga Titik Tanggul Sungai Tuntang di Demak Jebol Sekaligus, Empat Kecamatan Terendam Air

4 April 2026 - 17:52 WIB

Tradisi Membaca, Memahami Kita – Memahami Gen-Z

4 April 2026 - 16:03 WIB

Pelatihan CTO Perkuat SDM Andal di Terminal Petikemas Berlian untuk Akselerasi Transformasi

3 April 2026 - 19:12 WIB

Trending di ANJUNGAN