Menu

Mode Gelap
Pelabuhan Patimban Mulai Layani Rute Peti Kemas Internasional ke Malaysia Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah Perang Apparel Piala Dunia 2026: Hegemoni, Inovasi, dan Cuan Raksasa di Panggung 11 Miliar Dolar Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari Rp80 Triliun Subsidi Mobil Listrik, Industri Untung Rakyat Tetap Naik Motor Normalisasi Ciliwung Telan Anggaran Rp300 M: 1 RT Pasti Hilang, Banjir Belum Tentu 

PERISTIWA

Penerbit Padasan Dorong Penerbitan Buku Sejarah-Budaya Tionghoa di Nusantara, Serukan Pentingnya Pelestarian Identitas dan Jejak Akulturasi

badge-check


 Penerbit Padasan Dorong Penerbitan Buku Sejarah-Budaya Tionghoa di Nusantara, Serukan Pentingnya Pelestarian Identitas dan Jejak Akulturasi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Penerbit Padasan menegaskan kembali pentingnya penerbitan dan penyebarluasan buku-buku bertema sejarah dan budaya bangsa Tionghoa di Batavia dan Nusantara. Langkah ini dianggap krusial untuk memperkuat pemahaman publik terhadap jejak panjang akulturasi budaya Tionghoa yang telah menjadi bagian integral dari sejarah Indonesia.

Dalam rilisnya, pendiri Penerbit Padasan, Chairil Gibran Ramadhan (CGR), menyampaikan bahwa masyarakat Tionghoa memiliki sejarah interaksi yang sangat panjang dengan Nusantara. Jejak ini terekam dalam tradisi, seni, kuliner, bahasa, dan perkembangan kebudayaan lokal. Penegasan tersebut sejalan dengan narasi Museum Nasional dalam pameran “Kongsi: Akulturasi Tionghoa di Indonesia” tahun 2025, yang menyebut bahwa hubungan tersebut telah berlangsung selama ribuan tahun dan ikut membentuk identitas bangsa.

Beberapa buku yang akan diterbitkan Penerbit Padasan.

Penerbit Padasan menaruh perhatian khusus pada tema ini sejak merilis buku perdananya pada 2011 berjudul “Kembang Goyang: Orang Betawi Menulis Kampungnya”. Dari sepuluh penulis yang terlibat, tiga di antaranya adalah tokoh keturunan Cina Betawi, yakni Kwee Kek Beng, Tio Ie Soei, dan Oom Piet. Sejak itu, penerbit tersebut merancang sejumlah buku ber-ISBN bertema sejarah-budaya Tionghoa, namun rencana penerbitan terhambat kendala pendanaan.

CGR menyampaikan ironi bahwa banyak lembaga yang dianggap memiliki kedekatan budaya justru tidak menunjukkan minat untuk mendukung kerja intelektual tersebut. “Banyak pihak dengan kemampuan ekonomi besar lebih memilih menghabiskan dana untuk kegiatan seremonial jangka pendek, sementara buku—yang menjadi jejak abadi—sering kali tidak mendapat tempat,” ujarnya.

Untuk menjembatani kesenjangan itu, Penerbit Padasan mengusulkan model penyebaran berupa peluncuran buku, talkshow, serta pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh seni, budaya, sejarah, politik, dan komunitas Tionghoa. Langkah tersebut diyakini dapat menjadi momentum membangkitkan kesadaran generasi muda Tionghoa tentang identitas dan akar sejarah mereka.

Selain menyasar pembaca umum, CGR menilai buku-buku bertema sejarah-budaya Tionghoa sangat berpotensi masuk dalam koleksi kampus internasional seperti Leiden University, Erasmus University, Utrecht University, University of Amsterdam, dan Hamburg University. Kampus dalam negeri seperti UI, UNJ, UHAMKA, UIN Syarif Hidayatullah, dan Universitas Islam As-Syafiiyah juga dipandang sebagai institusi yang dapat memanfaatkan buku tersebut sebagai referensi akademik.

Dengan penerbitan yang berkelanjutan, Padasan berharap literatur mengenai sejarah dan budaya Tionghoa di Indonesia tidak lagi menjadi wacana pinggiran, tetapi dapat memainkan peran penting dalam memperkaya khazanah pengetahuan dan memperkuat jati diri komunitas Tionghoa di Nusantara.*** (Fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari

12 Juli 2026 - 15:12 WIB

Normalisasi Ciliwung Telan Anggaran Rp300 M: 1 RT Pasti Hilang, Banjir Belum Tentu 

12 Juli 2026 - 15:05 WIB

390 Ton Logam Tanah Jarang Bocor, Hilirisasi Indonesia Sangat Dipertanyakan

12 Juli 2026 - 15:01 WIB

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

Gedung GOS Resmi Berubah Fungsi Menjadi Taman Budaya Negeri Gayo

11 Juli 2026 - 12:44 WIB

Bima Alfath Perkenalkan Single “Cinta Tak Bernyawa”, Siap Tampil Perdana di Panggung NEW CELEBRITY

11 Juli 2026 - 12:18 WIB

Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

11 Juli 2026 - 07:53 WIB

HSBI Peringati Hari Sastra dengan Pentas Seni di Padepokan Mahagenta

11 Juli 2026 - 01:06 WIB

Nina Nugroho Bergabung dengan IKAC, Wujud Pengabdian untuk Kampung Halaman

10 Juli 2026 - 20:41 WIB

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Trending di RAGAM