Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

PERISTIWA

Penerbit Padasan Dorong Penerbitan Buku Sejarah-Budaya Tionghoa di Nusantara, Serukan Pentingnya Pelestarian Identitas dan Jejak Akulturasi

badge-check


 Penerbit Padasan Dorong Penerbitan Buku Sejarah-Budaya Tionghoa di Nusantara, Serukan Pentingnya Pelestarian Identitas dan Jejak Akulturasi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Penerbit Padasan menegaskan kembali pentingnya penerbitan dan penyebarluasan buku-buku bertema sejarah dan budaya bangsa Tionghoa di Batavia dan Nusantara. Langkah ini dianggap krusial untuk memperkuat pemahaman publik terhadap jejak panjang akulturasi budaya Tionghoa yang telah menjadi bagian integral dari sejarah Indonesia.

Dalam rilisnya, pendiri Penerbit Padasan, Chairil Gibran Ramadhan (CGR), menyampaikan bahwa masyarakat Tionghoa memiliki sejarah interaksi yang sangat panjang dengan Nusantara. Jejak ini terekam dalam tradisi, seni, kuliner, bahasa, dan perkembangan kebudayaan lokal. Penegasan tersebut sejalan dengan narasi Museum Nasional dalam pameran “Kongsi: Akulturasi Tionghoa di Indonesia” tahun 2025, yang menyebut bahwa hubungan tersebut telah berlangsung selama ribuan tahun dan ikut membentuk identitas bangsa.

Beberapa buku yang akan diterbitkan Penerbit Padasan.

Penerbit Padasan menaruh perhatian khusus pada tema ini sejak merilis buku perdananya pada 2011 berjudul “Kembang Goyang: Orang Betawi Menulis Kampungnya”. Dari sepuluh penulis yang terlibat, tiga di antaranya adalah tokoh keturunan Cina Betawi, yakni Kwee Kek Beng, Tio Ie Soei, dan Oom Piet. Sejak itu, penerbit tersebut merancang sejumlah buku ber-ISBN bertema sejarah-budaya Tionghoa, namun rencana penerbitan terhambat kendala pendanaan.

CGR menyampaikan ironi bahwa banyak lembaga yang dianggap memiliki kedekatan budaya justru tidak menunjukkan minat untuk mendukung kerja intelektual tersebut. “Banyak pihak dengan kemampuan ekonomi besar lebih memilih menghabiskan dana untuk kegiatan seremonial jangka pendek, sementara buku—yang menjadi jejak abadi—sering kali tidak mendapat tempat,” ujarnya.

Untuk menjembatani kesenjangan itu, Penerbit Padasan mengusulkan model penyebaran berupa peluncuran buku, talkshow, serta pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh seni, budaya, sejarah, politik, dan komunitas Tionghoa. Langkah tersebut diyakini dapat menjadi momentum membangkitkan kesadaran generasi muda Tionghoa tentang identitas dan akar sejarah mereka.

Selain menyasar pembaca umum, CGR menilai buku-buku bertema sejarah-budaya Tionghoa sangat berpotensi masuk dalam koleksi kampus internasional seperti Leiden University, Erasmus University, Utrecht University, University of Amsterdam, dan Hamburg University. Kampus dalam negeri seperti UI, UNJ, UHAMKA, UIN Syarif Hidayatullah, dan Universitas Islam As-Syafiiyah juga dipandang sebagai institusi yang dapat memanfaatkan buku tersebut sebagai referensi akademik.

Dengan penerbitan yang berkelanjutan, Padasan berharap literatur mengenai sejarah dan budaya Tionghoa di Indonesia tidak lagi menjadi wacana pinggiran, tetapi dapat memainkan peran penting dalam memperkaya khazanah pengetahuan dan memperkuat jati diri komunitas Tionghoa di Nusantara.*** (Fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius

16 Oktober 2026 - 21:21 WIB

KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi.

16 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

16 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo

16 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi?

16 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Asap Karhutla Kalimantan Terdeteksi di Jakarta

16 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Korban Dugaan Keracunan MBG Batang Mencapai 717 Orang, SPPG Bawang Ditutup Permanen

16 Oktober 2026 - 14:49 WIB

ORARI Lokal Bener Meriah, Turun Kejalan Gelar Bakti Sosial Pembagian Masker, untuk Antisipasi Kabut Asap

16 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Mantan Kapolda NTB Hadi Gunawan Maju Pimpin Demokrat, Kantongi 11 Surat Dukungan

16 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Arsip Sejarah Seulawah Agam: Pernah Disebut Goldberg, Benarkah Gunung Emas?

16 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Trending di RAGAM