Menu ✖

Mode Gelap
INACA Dorong Percepatan Pembebasan Pajak Suku Cadang Pesawat AHY Menanggapi Penghentian Pembangunan Pusat Data AI oleh Gubernur Jabar KDM Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

PERISTIWA

Penerbit Padasan Dorong Penerbitan Buku Sejarah-Budaya Tionghoa di Nusantara, Serukan Pentingnya Pelestarian Identitas dan Jejak Akulturasi

badge-check


 Penerbit Padasan Dorong Penerbitan Buku Sejarah-Budaya Tionghoa di Nusantara, Serukan Pentingnya Pelestarian Identitas dan Jejak Akulturasi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Penerbit Padasan menegaskan kembali pentingnya penerbitan dan penyebarluasan buku-buku bertema sejarah dan budaya bangsa Tionghoa di Batavia dan Nusantara. Langkah ini dianggap krusial untuk memperkuat pemahaman publik terhadap jejak panjang akulturasi budaya Tionghoa yang telah menjadi bagian integral dari sejarah Indonesia.

Dalam rilisnya, pendiri Penerbit Padasan, Chairil Gibran Ramadhan (CGR), menyampaikan bahwa masyarakat Tionghoa memiliki sejarah interaksi yang sangat panjang dengan Nusantara. Jejak ini terekam dalam tradisi, seni, kuliner, bahasa, dan perkembangan kebudayaan lokal. Penegasan tersebut sejalan dengan narasi Museum Nasional dalam pameran “Kongsi: Akulturasi Tionghoa di Indonesia” tahun 2025, yang menyebut bahwa hubungan tersebut telah berlangsung selama ribuan tahun dan ikut membentuk identitas bangsa.

Beberapa buku yang akan diterbitkan Penerbit Padasan.

Penerbit Padasan menaruh perhatian khusus pada tema ini sejak merilis buku perdananya pada 2011 berjudul “Kembang Goyang: Orang Betawi Menulis Kampungnya”. Dari sepuluh penulis yang terlibat, tiga di antaranya adalah tokoh keturunan Cina Betawi, yakni Kwee Kek Beng, Tio Ie Soei, dan Oom Piet. Sejak itu, penerbit tersebut merancang sejumlah buku ber-ISBN bertema sejarah-budaya Tionghoa, namun rencana penerbitan terhambat kendala pendanaan.

CGR menyampaikan ironi bahwa banyak lembaga yang dianggap memiliki kedekatan budaya justru tidak menunjukkan minat untuk mendukung kerja intelektual tersebut. “Banyak pihak dengan kemampuan ekonomi besar lebih memilih menghabiskan dana untuk kegiatan seremonial jangka pendek, sementara buku—yang menjadi jejak abadi—sering kali tidak mendapat tempat,” ujarnya.

Untuk menjembatani kesenjangan itu, Penerbit Padasan mengusulkan model penyebaran berupa peluncuran buku, talkshow, serta pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh seni, budaya, sejarah, politik, dan komunitas Tionghoa. Langkah tersebut diyakini dapat menjadi momentum membangkitkan kesadaran generasi muda Tionghoa tentang identitas dan akar sejarah mereka.

Selain menyasar pembaca umum, CGR menilai buku-buku bertema sejarah-budaya Tionghoa sangat berpotensi masuk dalam koleksi kampus internasional seperti Leiden University, Erasmus University, Utrecht University, University of Amsterdam, dan Hamburg University. Kampus dalam negeri seperti UI, UNJ, UHAMKA, UIN Syarif Hidayatullah, dan Universitas Islam As-Syafiiyah juga dipandang sebagai institusi yang dapat memanfaatkan buku tersebut sebagai referensi akademik.

Dengan penerbitan yang berkelanjutan, Padasan berharap literatur mengenai sejarah dan budaya Tionghoa di Indonesia tidak lagi menjadi wacana pinggiran, tetapi dapat memainkan peran penting dalam memperkaya khazanah pengetahuan dan memperkuat jati diri komunitas Tionghoa di Nusantara.*** (Fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik

13 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo

13 Oktober 2026 - 15:21 WIB

H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan

13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

13 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan

13 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Madam Kin Gaspol Bisnis Film, Buka MKP Production di Pekanbaru

13 Oktober 2026 - 09:41 WIB

FORWAN dan Kementerian Kebudayaan RI Dorong Musik Dangdut Diakui UNESCO

13 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Trending di ANJUNGAN