Wartatrans.com, TANGERANG – Memasuki hari ketiga penutupan wilayah udara di sejumlah kawasan Timur Tengah, operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tetap berlangsung stabil dan terkendali.
Aktivitas keberangkatan dan kedatangan di seluruh terminal berjalan sesuai prosedur, tanpa gangguan layanan penerbangan rute domestik maupun internasional lainnya.

Pgs. Asst. Deputy Communication and Legal
Bandara Internasional Soekarno-Hatta Aziz Fahmi Harahap menyampaikan, berdasarkan pelaporan data operasional hingga pukul 07.00 WIB, pada 2 Maret 2026 tercatat 14 penerbangan rute Timur Tengah dibatalkan sebagai dampak kebijakan penutupan ruang udara di wilayah tersebut.
Rincian penerbangan yang terdampak adalah sebagai berikut:
Rute Abu Dhabi (AUH):
• Etihad Airways EY472 (Arrival) – Cancelled
• Etihad Airways EY474 (Arrival) – Cancelled
• Etihad Airways EY473 (Departure) – Cancelled
• Etihad Airways EY475 (Departure) – Cancelled
Rute Doha (DOH):
• Qatar Airways QR956 (Arrival) – Cancelled
• Qatar Airways QR958 (Arrival) – Cancelled
• Qatar Airways QR954 (Arrival) – Cancelled
• Qatar Airways QR955 (Departure) – Cancelled
• Qatar Airways QR957 (Departure) – Cancelled
Rute Dubai (DXB):
• Emirates EK356 (Arrival) – Cancelled
• Emirates EK358 (Arrival) – Cancelled
• Emirates EK357 (Departure) – Cancelled
Rute Jeddah (JED):
• Saudia Airlines SV822 (Arrival) – Cancelled
• Saudia Airlines SV823 (Departure) – Cancelled
“Secara kumulatif, sejak 28 Februari 2026 hingga hari ketiga ini, total 41 penerbangan rute Timur Tengah dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta telah dibatalkan,” ungkap Aziz, Senin (2/3/2026).
Sebagai wujud komitmen dalam menjaga kenyamanan penumpang terdampak, manajemen Bandara Soekarno-Hatta menghadirkan langkah service recovery.
Di antaranya melalui penyediaan makanan ringan bagi penumpang yang mengalami pembatalan maupun penundaan penerbangan.
“Di saat yang sama, kami memastikan arus informasi tetap tersampaikan secara cepat melalui sinergi bersama maskapai terkait, khususnya dalam proses penjadwalan ulang maupun proses refund sesuai ketentuan masing-masing maskapai,” bebernya.
Pengendalian operasional juga terus dilakukan melalui AOCC (Airport Operation Control Center) yang berfungsi sebagai pusat kendali terpadu.
Melalui sistem ini, koordinasi antara maskapai, AirNav Indonesia, unsur keamanan, dan unit operasional bandara berjalan dalam satu komando sehingga setiap perkembangan dapat ditangani secara responsif dan terukur.
“Kami mengimbau calon penumpang untuk secara proaktif memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara guna memastikan kelancaran perjalanan,” imbuh dia.
Selain itu, informasi juga dapat diperoleh melalui layanan Contact Center Bandara Soekarno-Hatta di nomor 172 guna mendapatkan pembaruan terkini. (omy)































