Wartatrans.com, JAKARTA — Agustus 2026 PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM terus memperkuat perannya dalam membuka akses pembiayaan dan pemberdayaan bagi masyarakat prasejahtera, termasuk perempuan pelaku usaha ultra mikro di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), PNM tidak hanya menghadirkan dukungan permodalan, tetapi juga pendampingan yang mendorong para nasabah untuk mengembangkan usaha, meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, serta menciptakan peluang masa depan yang lebih baik.

Sejak memperoleh mandat negara pada 1999, PNM mengemban peran ekonomi dan sosial untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan pembiayaan formal. Komitmen tersebut terus dijalankan dari kawasan perkotaan hingga desa-desa dan wilayah terpencil di berbagai penjuru Tanah Air.
Kehadiran PNM Mekaar diwujudkan melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat. Para pendamping hadir langsung dalam kegiatan kelompok, berdialog dengan nasabah, serta memberikan pembinaan yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha dan kondisi lingkungan setempat.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan para perempuan prasejahtera yang berupaya membangun usaha dari skala kecil. Berbagai kegiatan ekonomi yang mereka jalankan turut membantu menjaga keberlangsungan kebutuhan keluarga, sekaligus membuka kesempatan bagi peningkatan kesejahteraan.
Bersama Danantara Indonesia, PNM terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang ditujukan untuk memperluas manfaat bagi jutaan keluarga. Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan yang disampaikan COO Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengenai pentingnya peran BUMN dalam menciptakan dampak yang lebih luas.
“BUMN didorong tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan sosial dan lingkungan,” ujar Dony.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak terlepas dari semangat dan ketangguhan para nasabah yang terus berjuang di tengah berbagai keterbatasan.
“PNM membersamai sebagian kecil dari perjalanan mereka. Kekuatan sesungguhnya ada pada para ibu yang setiap hari memilih untuk bangkit, bekerja, dan menjaga harapan keluarganya. Tugas kami adalah memastikan mereka tidak berjalan sendiri dan terus memiliki ruang untuk bertumbuh,” kata Kindaris.
Upaya PNM juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi kerakyatan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.
Melalui pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro, PNM berupaya menghubungkan program pembangunan nasional dengan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput. Pembangunan tidak hanya diukur melalui pertumbuhan infrastruktur dan aktivitas ekonomi di pusat kota, tetapi juga melalui meningkatnya kemampuan keluarga untuk membangun kemandirian dari usaha yang dijalankan.
Di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal atau wilayah 3T, layanan PNM hadir melalui kerja langsung di lapangan. Para pendamping menempuh berbagai kondisi dan jarak untuk menjangkau masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, serta membuka akses terhadap pembiayaan dan pembinaan.
Melalui PNM Mekaar, kesempatan untuk berkembang diharapkan dapat dirasakan secara lebih merata, termasuk oleh masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi. Setiap wilayah memiliki potensi untuk maju apabila didukung akses, pendampingan, dan kesempatan yang setara.*** (Byl)




























