Menu

Mode Gelap
KKP dan TNI AL Lakukan Survei Hidro-Oseanografi Dukung Pembangunan Tanggul Laut KAI Daop 7 Madiun Dorong Pariwisata Daerah Lewat Program Rail Tour Jawa Timur Jelang Libur Panjang Isra Miraj, Arus Kedatangan Penumpang di Daop 6 Yogyakarta Naik 41 Persen Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Catat Lonjakan Perjalanan Penumpang Kereta Api Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan Akses Jalan Belum Terbuka, 50 Hari Pascabencana Karang Ampar Masih Terisolasi

OLAH RAGA

Puluhan Muralis Ramaikan Lomba Mural “Dolan Kali” di Boyolali

badge-check


					Puluhan Muralis Ramaikan Lomba Mural “Dolan Kali” di Boyolali Perbesar

Wartatrans.com, BOYOLALI — Puluhan muralis dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berkumpul di Taman Rekreasi Pemancingan dan Kolam Renang Dolan Kali, Desa Godeg Ngenden, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Minggu, 11 Januari 2026. Mereka mengikuti lomba mural bertema “Dolan Kali”, yang digelar bertepatan dengan peluncuran destinasi wisata baru berbasis alam pedesaan.

Acara diawali dengan technical meeting pada pagi hari, sebelum para peserta mulai melukis mural pukul 09.00 WIB. Sejak hari pertama, suasana kawasan wisata tampak ramai. Panitia membuka uji coba wahana dengan akses gratis untuk kolam renang dan arena pemancingan, yang menarik perhatian warga sekitar dan pengunjung dari luar desa.

Technical meeting pada pagi hari, sebelum para peserta mulai melukis mural.

Penggagas kegiatan mural ini, Mbah Kuyubi, mengatakan lomba mural bukan sekadar ajang kompetisi seni rupa. Ia ingin para seniman memvisualkan kerinduan akan kelestarian alam, terutama sumber-sumber mata air yang menjadi kekayaan utama Desa Ngenden. “Tipologi desa ini sangat potensial dikembangkan sebagai wisata pedesaan berbasis alam dan konservasi,” kata dia.

Menurut Mbah Kuyubi, mural dipilih sebagai medium karena mampu menyampaikan pesan lingkungan secara langsung dan mudah diterima masyarakat. Dinding-dinding di kawasan wisata menjadi kanvas bersama yang merekam gagasan tentang hubungan manusia dan alam, sekaligus memperkuat identitas desa wisata yang sedang dirintis.

Selain kompetisi, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai ruang silaturahmi dan reuni para muralis dari berbagai daerah. Peserta datang dari Salatiga, Ambarawa, Magelang, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, hingga Boyolali sebagai tuan rumah.

Panitia berharap festival mural ini dapat menjadi agenda rutin ke depan. Dengan seni sebagai pintu masuk, Desa Ngenden diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata alam yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan dan partisipasi komunitas lokal.*** (Priyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan

15 Januari 2026 - 19:39 WIB

Akses Jalan Belum Terbuka, 50 Hari Pascabencana Karang Ampar Masih Terisolasi

15 Januari 2026 - 19:32 WIB

Anggota DPR Kesal Menteri KP Tak Beri Tahu Kunjungan ke Aceh Tamiang

15 Januari 2026 - 17:04 WIB

BPSPL Pontianak Pastikan Video Viral Bukan Penangkapan Pesut Mahakam

15 Januari 2026 - 15:12 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Bantuan Banjir untuk Warga Tanjung Priok

15 Januari 2026 - 11:52 WIB

Trending di ANJUNGAN