Menu ✖

Mode Gelap
Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

OLAH RAGA

Puluhan Muralis Ramaikan Lomba Mural “Dolan Kali” di Boyolali

badge-check


 Puluhan Muralis Ramaikan Lomba Mural “Dolan Kali” di Boyolali Perbesar

Wartatrans.com, BOYOLALI — Puluhan muralis dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berkumpul di Taman Rekreasi Pemancingan dan Kolam Renang Dolan Kali, Desa Godeg Ngenden, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Minggu, 11 Januari 2026. Mereka mengikuti lomba mural bertema “Dolan Kali”, yang digelar bertepatan dengan peluncuran destinasi wisata baru berbasis alam pedesaan.

Acara diawali dengan technical meeting pada pagi hari, sebelum para peserta mulai melukis mural pukul 09.00 WIB. Sejak hari pertama, suasana kawasan wisata tampak ramai. Panitia membuka uji coba wahana dengan akses gratis untuk kolam renang dan arena pemancingan, yang menarik perhatian warga sekitar dan pengunjung dari luar desa.

Technical meeting pada pagi hari, sebelum para peserta mulai melukis mural.

Penggagas kegiatan mural ini, Mbah Kuyubi, mengatakan lomba mural bukan sekadar ajang kompetisi seni rupa. Ia ingin para seniman memvisualkan kerinduan akan kelestarian alam, terutama sumber-sumber mata air yang menjadi kekayaan utama Desa Ngenden. “Tipologi desa ini sangat potensial dikembangkan sebagai wisata pedesaan berbasis alam dan konservasi,” kata dia.

Menurut Mbah Kuyubi, mural dipilih sebagai medium karena mampu menyampaikan pesan lingkungan secara langsung dan mudah diterima masyarakat. Dinding-dinding di kawasan wisata menjadi kanvas bersama yang merekam gagasan tentang hubungan manusia dan alam, sekaligus memperkuat identitas desa wisata yang sedang dirintis.

Selain kompetisi, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai ruang silaturahmi dan reuni para muralis dari berbagai daerah. Peserta datang dari Salatiga, Ambarawa, Magelang, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, hingga Boyolali sebagai tuan rumah.

Panitia berharap festival mural ini dapat menjadi agenda rutin ke depan. Dengan seni sebagai pintu masuk, Desa Ngenden diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata alam yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan dan partisipasi komunitas lokal.*** (Priyo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa

1 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Trending di NASIONAL