Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

OLAH RAGA

Puluhan Muralis Ramaikan Lomba Mural “Dolan Kali” di Boyolali

badge-check


 Puluhan Muralis Ramaikan Lomba Mural “Dolan Kali” di Boyolali Perbesar

Wartatrans.com, BOYOLALI — Puluhan muralis dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berkumpul di Taman Rekreasi Pemancingan dan Kolam Renang Dolan Kali, Desa Godeg Ngenden, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Minggu, 11 Januari 2026. Mereka mengikuti lomba mural bertema “Dolan Kali”, yang digelar bertepatan dengan peluncuran destinasi wisata baru berbasis alam pedesaan.

Acara diawali dengan technical meeting pada pagi hari, sebelum para peserta mulai melukis mural pukul 09.00 WIB. Sejak hari pertama, suasana kawasan wisata tampak ramai. Panitia membuka uji coba wahana dengan akses gratis untuk kolam renang dan arena pemancingan, yang menarik perhatian warga sekitar dan pengunjung dari luar desa.

Technical meeting pada pagi hari, sebelum para peserta mulai melukis mural.

Penggagas kegiatan mural ini, Mbah Kuyubi, mengatakan lomba mural bukan sekadar ajang kompetisi seni rupa. Ia ingin para seniman memvisualkan kerinduan akan kelestarian alam, terutama sumber-sumber mata air yang menjadi kekayaan utama Desa Ngenden. “Tipologi desa ini sangat potensial dikembangkan sebagai wisata pedesaan berbasis alam dan konservasi,” kata dia.

Menurut Mbah Kuyubi, mural dipilih sebagai medium karena mampu menyampaikan pesan lingkungan secara langsung dan mudah diterima masyarakat. Dinding-dinding di kawasan wisata menjadi kanvas bersama yang merekam gagasan tentang hubungan manusia dan alam, sekaligus memperkuat identitas desa wisata yang sedang dirintis.

Selain kompetisi, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai ruang silaturahmi dan reuni para muralis dari berbagai daerah. Peserta datang dari Salatiga, Ambarawa, Magelang, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, hingga Boyolali sebagai tuan rumah.

Panitia berharap festival mural ini dapat menjadi agenda rutin ke depan. Dengan seni sebagai pintu masuk, Desa Ngenden diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata alam yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan dan partisipasi komunitas lokal.*** (Priyo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops

16 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Trending di RAGAM