Menu

Mode Gelap
Felicia dan Queen Bikin Panggung “The Icon Indonesia” Bergemuruh, Sapu Bersih Standing Ovation dari Semua Juri Sehari Jelang Hari Jadi ke 479, Pemkot Semarang ‘Digerudug’ Puluhan Mahasiswa Dirut Pelindo Perkuat Budaya HSSE & Sinergi Operasional di Regional 4 Pentas Teater “Serat-Serat Cinta” Angkat Keteladanan Maria Walanda Maramis di Manado Kemenhub Genjot Percepatan Multimoda dan Digitalisasi Melawan Lupa: Jejak Historis HP3N dalam Peta Sastra Indonesia

OLAH RAGA

Puluhan Muralis Ramaikan Lomba Mural “Dolan Kali” di Boyolali

badge-check


 Puluhan Muralis Ramaikan Lomba Mural “Dolan Kali” di Boyolali Perbesar

Wartatrans.com, BOYOLALI — Puluhan muralis dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berkumpul di Taman Rekreasi Pemancingan dan Kolam Renang Dolan Kali, Desa Godeg Ngenden, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Minggu, 11 Januari 2026. Mereka mengikuti lomba mural bertema “Dolan Kali”, yang digelar bertepatan dengan peluncuran destinasi wisata baru berbasis alam pedesaan.

Acara diawali dengan technical meeting pada pagi hari, sebelum para peserta mulai melukis mural pukul 09.00 WIB. Sejak hari pertama, suasana kawasan wisata tampak ramai. Panitia membuka uji coba wahana dengan akses gratis untuk kolam renang dan arena pemancingan, yang menarik perhatian warga sekitar dan pengunjung dari luar desa.

Technical meeting pada pagi hari, sebelum para peserta mulai melukis mural.

Penggagas kegiatan mural ini, Mbah Kuyubi, mengatakan lomba mural bukan sekadar ajang kompetisi seni rupa. Ia ingin para seniman memvisualkan kerinduan akan kelestarian alam, terutama sumber-sumber mata air yang menjadi kekayaan utama Desa Ngenden. “Tipologi desa ini sangat potensial dikembangkan sebagai wisata pedesaan berbasis alam dan konservasi,” kata dia.

Menurut Mbah Kuyubi, mural dipilih sebagai medium karena mampu menyampaikan pesan lingkungan secara langsung dan mudah diterima masyarakat. Dinding-dinding di kawasan wisata menjadi kanvas bersama yang merekam gagasan tentang hubungan manusia dan alam, sekaligus memperkuat identitas desa wisata yang sedang dirintis.

Selain kompetisi, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai ruang silaturahmi dan reuni para muralis dari berbagai daerah. Peserta datang dari Salatiga, Ambarawa, Magelang, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, hingga Boyolali sebagai tuan rumah.

Panitia berharap festival mural ini dapat menjadi agenda rutin ke depan. Dengan seni sebagai pintu masuk, Desa Ngenden diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata alam yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan dan partisipasi komunitas lokal.*** (Priyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Felicia dan Queen Bikin Panggung “The Icon Indonesia” Bergemuruh, Sapu Bersih Standing Ovation dari Semua Juri

2 Mei 2026 - 14:23 WIB

Sehari Jelang Hari Jadi ke 479, Pemkot Semarang ‘Digerudug’ Puluhan Mahasiswa

2 Mei 2026 - 13:40 WIB

Dirut Pelindo Perkuat Budaya HSSE & Sinergi Operasional di Regional 4

2 Mei 2026 - 13:08 WIB

Pentas Teater “Serat-Serat Cinta” Angkat Keteladanan Maria Walanda Maramis di Manado

2 Mei 2026 - 11:34 WIB

Melawan Lupa: Jejak Historis HP3N dalam Peta Sastra Indonesia

2 Mei 2026 - 10:58 WIB

Terjadi Lagi Kecelakaan Kereta Api, 4 Penumpang Meninggal Dunia

2 Mei 2026 - 10:26 WIB

Galeri Ruang Darmin Pamerkan “Guru Inspiratif” di Bulan Menggambar dan Hari Pendidikan

2 Mei 2026 - 10:04 WIB

Indra Adhari Konsisten Berkarya, Rilis “Seperti Kacang Lupa Kulit” dalam Skema One Month One Song

2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Seniman Bonsai di Era Karya dan Kecerdasan Buatan

1 Mei 2026 - 20:48 WIB

FIFGROUP Raih Digital Channel Customer Experience Award 2026

1 Mei 2026 - 19:37 WIB

Trending di NASIONAL