Menu ✖

Mode Gelap
Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan Kemenhub Optimistis Zero ODOL Dimulai 1 Januari 2027 Kabut Asap Selimuti Fakfak, Penerbangan di Bandara Siboru Dihentikan Sementara SCI Apresiasi Pelaku Usaha Lewat Indonesia Logistics Awards 2026 KAI Mulai Kaji FRMCS, Siapkan Teknologi Komunikasi Kereta Api Berbasis 5G

NASIONAL

Putra-Putri Aceh Masuk 10 Besar Kompetisi BUDAYA GO! Kementerian Kebudayaan RI di Tengah Situasi Bencana

badge-check


 Putra-Putri Aceh Masuk 10 Besar Kompetisi BUDAYA GO! Kementerian Kebudayaan RI di Tengah Situasi Bencana Perbesar

Ditengah situasi bencana yang masih melanda sejumlah wilayah Aceh, datang kabar membanggakan dari para putra-putri daerah tersebut. Tim Bintang Kala – Aceh berhasil masuk nominasi 10 besar Kompetisi BUDAYA GO! kategori Profesional yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

“Insya Allah tanggal 4 Desember kami berangkat dari Lhokseumawe menuju Jakarta atas undangan kementerian,” ujar Nyakman, salah satu anggota tim.

Tim Bintang Kala – Aceh beranggotakan Nyakman, Nanta, Syahrul, Rahmat, dan Reny. Mereka berhasil melaju hingga babak grand final setelah menyisihkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

“Kami membuat program Smart Keuneunong — sebuah kolaborasi antara programmer dan pegiat budaya. Kehadiran kami di Jakarta nanti untuk melakukan presentasi pada penentuan juara,” jelas Nyakman.

Kompetisi BUDAYA GO! merupakan bagian dari Program Inovasi Digital Budaya Indonesia yang digagas oleh Kementerian Kebudayaan RI, bertujuan menjembatani dunia budaya dengan teknologi digital di era transformasi digital. Peluncuran program tersebut sebelumnya digelar di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kementerian Kebudayaan RI, Senayan, Jakarta, dihadiri oleh pejabat kementerian, komunitas budaya, akademisi, pengembang teknologi, dan perwakilan mahasiswa.

Pada acara peluncuran itu juga digelar sesi bincang inspiratif bertajuk “Titik Temu Budaya dan Teknologi”, menghadirkan Staf Khusus Menteri Kebudayaan Basuki Teguh Yuwono dan Founder Bubu.com, Shinta Dhanuwardoyo.

“Teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan bagian dari media kebudayaan itu sendiri. Ia harus menjadi jembatan yang menghubungkan warisan budaya dengan masa depan tanpa menghilangkan makna dan nilai tradisinya,” ujar Basuki Teguh Yuwono saat itu.

Saat ini proses seleksi tengah memasuki tahap akhir. Nantinya akan diumumkan pemenang dari kategori Mahasiswa dan Profesional.

“Semoga tim kami dari Aceh bisa menang,” harap Nyakman penuh optimisme. *** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

13 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan

13 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Tingkatkan Kewaspadaan

12 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Trending di RAGAM