Menu

Mode Gelap
Menahun Bertahan Dengan Jalan Rusak, Warga Pakansari Desak Pemkab Bogor Segera Lakukan Perbaikan DAMRI dan BPTD Kelas II Makassar Teken Kontrak Angkutan Perintis Tahun 2026 KKP dan TNI AL Lakukan Survei Hidro-Oseanografi Dukung Pembangunan Tanggul Laut KAI Daop 7 Madiun Dorong Pariwisata Daerah Lewat Program Rail Tour Jawa Timur Jelang Libur Panjang Isra Miraj, Arus Kedatangan Penumpang di Daop 6 Yogyakarta Naik 41 Persen Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Catat Lonjakan Perjalanan Penumpang Kereta Api

NASIONAL

Putra-Putri Aceh Masuk 10 Besar Kompetisi BUDAYA GO! Kementerian Kebudayaan RI di Tengah Situasi Bencana

badge-check


					Putra-Putri Aceh Masuk 10 Besar Kompetisi BUDAYA GO! Kementerian Kebudayaan RI di Tengah Situasi Bencana Perbesar

Ditengah situasi bencana yang masih melanda sejumlah wilayah Aceh, datang kabar membanggakan dari para putra-putri daerah tersebut. Tim Bintang Kala – Aceh berhasil masuk nominasi 10 besar Kompetisi BUDAYA GO! kategori Profesional yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

“Insya Allah tanggal 4 Desember kami berangkat dari Lhokseumawe menuju Jakarta atas undangan kementerian,” ujar Nyakman, salah satu anggota tim.

Tim Bintang Kala – Aceh beranggotakan Nyakman, Nanta, Syahrul, Rahmat, dan Reny. Mereka berhasil melaju hingga babak grand final setelah menyisihkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

“Kami membuat program Smart Keuneunong — sebuah kolaborasi antara programmer dan pegiat budaya. Kehadiran kami di Jakarta nanti untuk melakukan presentasi pada penentuan juara,” jelas Nyakman.

Kompetisi BUDAYA GO! merupakan bagian dari Program Inovasi Digital Budaya Indonesia yang digagas oleh Kementerian Kebudayaan RI, bertujuan menjembatani dunia budaya dengan teknologi digital di era transformasi digital. Peluncuran program tersebut sebelumnya digelar di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kementerian Kebudayaan RI, Senayan, Jakarta, dihadiri oleh pejabat kementerian, komunitas budaya, akademisi, pengembang teknologi, dan perwakilan mahasiswa.

Pada acara peluncuran itu juga digelar sesi bincang inspiratif bertajuk “Titik Temu Budaya dan Teknologi”, menghadirkan Staf Khusus Menteri Kebudayaan Basuki Teguh Yuwono dan Founder Bubu.com, Shinta Dhanuwardoyo.

“Teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan bagian dari media kebudayaan itu sendiri. Ia harus menjadi jembatan yang menghubungkan warisan budaya dengan masa depan tanpa menghilangkan makna dan nilai tradisinya,” ujar Basuki Teguh Yuwono saat itu.

Saat ini proses seleksi tengah memasuki tahap akhir. Nantinya akan diumumkan pemenang dari kategori Mahasiswa dan Profesional.

“Semoga tim kami dari Aceh bisa menang,” harap Nyakman penuh optimisme. *** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menahun Bertahan Dengan Jalan Rusak, Warga Pakansari Desak Pemkab Bogor Segera Lakukan Perbaikan

15 Januari 2026 - 22:09 WIB

DAMRI dan BPTD Kelas II Makassar Teken Kontrak Angkutan Perintis Tahun 2026

15 Januari 2026 - 22:03 WIB

Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan

15 Januari 2026 - 19:39 WIB

Akses Jalan Belum Terbuka, 50 Hari Pascabencana Karang Ampar Masih Terisolasi

15 Januari 2026 - 19:32 WIB

Anggota DPR Kesal Menteri KP Tak Beri Tahu Kunjungan ke Aceh Tamiang

15 Januari 2026 - 17:04 WIB

Trending di PERISTIWA