Menu

Mode Gelap
Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran  Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota 38 Persen Transaksi QRIS Nasional Terpusat di Jakarta, Jadi Motor Ekonomi Sekaligus Sinyal Ketimpangan Digital 35 Negara dan Indonesia Adopsi Registrasi Biometrik, Pengamat: Tak Kebal Penipuan Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka, KAI Daop 6 dan KAI Services Bergerak Cepat Lakukan Penanganan Konektivitas Kereta dan Pelabuhan Makin Diminati, Tiga Stasiun KAI Layani 3,88 Juta Pelanggan Semester I 2026

NASIONAL

Putra-Putri Aceh Masuk 10 Besar Kompetisi BUDAYA GO! Kementerian Kebudayaan RI di Tengah Situasi Bencana

badge-check


 Putra-Putri Aceh Masuk 10 Besar Kompetisi BUDAYA GO! Kementerian Kebudayaan RI di Tengah Situasi Bencana Perbesar

Ditengah situasi bencana yang masih melanda sejumlah wilayah Aceh, datang kabar membanggakan dari para putra-putri daerah tersebut. Tim Bintang Kala – Aceh berhasil masuk nominasi 10 besar Kompetisi BUDAYA GO! kategori Profesional yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

“Insya Allah tanggal 4 Desember kami berangkat dari Lhokseumawe menuju Jakarta atas undangan kementerian,” ujar Nyakman, salah satu anggota tim.

Tim Bintang Kala – Aceh beranggotakan Nyakman, Nanta, Syahrul, Rahmat, dan Reny. Mereka berhasil melaju hingga babak grand final setelah menyisihkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

“Kami membuat program Smart Keuneunong — sebuah kolaborasi antara programmer dan pegiat budaya. Kehadiran kami di Jakarta nanti untuk melakukan presentasi pada penentuan juara,” jelas Nyakman.

Kompetisi BUDAYA GO! merupakan bagian dari Program Inovasi Digital Budaya Indonesia yang digagas oleh Kementerian Kebudayaan RI, bertujuan menjembatani dunia budaya dengan teknologi digital di era transformasi digital. Peluncuran program tersebut sebelumnya digelar di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kementerian Kebudayaan RI, Senayan, Jakarta, dihadiri oleh pejabat kementerian, komunitas budaya, akademisi, pengembang teknologi, dan perwakilan mahasiswa.

Pada acara peluncuran itu juga digelar sesi bincang inspiratif bertajuk “Titik Temu Budaya dan Teknologi”, menghadirkan Staf Khusus Menteri Kebudayaan Basuki Teguh Yuwono dan Founder Bubu.com, Shinta Dhanuwardoyo.

“Teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan bagian dari media kebudayaan itu sendiri. Ia harus menjadi jembatan yang menghubungkan warisan budaya dengan masa depan tanpa menghilangkan makna dan nilai tradisinya,” ujar Basuki Teguh Yuwono saat itu.

Saat ini proses seleksi tengah memasuki tahap akhir. Nantinya akan diumumkan pemenang dari kategori Mahasiswa dan Profesional.

“Semoga tim kami dari Aceh bisa menang,” harap Nyakman penuh optimisme. *** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran 

5 Juli 2026 - 05:24 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Kementerian Kehutanan, WCS Indonesia, dan CMA CGM Perkuat Kemitraan Logistik untuk Memberantas Perdagangan Ilegal Satwa Liar

3 Juli 2026 - 15:27 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

Trending di ANJUNGAN