Wartatrans.com, JAKARTA – Memperingati momentum Hari Kartini, KAI Commuter melalui menggelar kampanye anti tindak kekerasan seksual secara serentak di seluruh area operasional perusahaan, Selasa (21/4/2026).
“KAI Commuter berkomitmen menciptakan ruang transportasi publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi kaum perempuan,” tutur VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda.

Aksi sosialisasi ini dilaksanakan serentak di seluruh area mulai dari wilayah Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya.
Adapun pusat kegiatan di wilayah Jabodetabek dipusatkan di Stasiun BNI City, Jakarta, yang melibatkan partisipasi aktif para karyawan muda KAI Commuter dalam mengedukasi pengguna jasa mengenai pentingnya keberanian dalam melawan tindakan kriminalitas seksual di atas kereta maupun di area stasiun.
Dia menyampaikan, sepanjang 2025 hingga kuartal 1 tahun ini, KAI Commuter mencatat telah menerima sebanyak 74 laporan terkait tindak kekerasan seksual.
Menjadi indikator, sudah semakin meningkatnya kesadaran (awareness) para pengguna atas tindakan tersebut.
“Jumlah 74 kasus yang dilaporkan menunjukkan bahwa pengguna Commuter Line kini semakin sadar dan berani untuk bersuara. Kami mengapresiasi keberanian para korban maupun saksi yang melaporkan kejadian tersebut, karena ini adalah langkah awal yang krusial untuk memutus rantai kekerasan seksual di transportasi publik,” urainya.
KAI Commuter juga memastikan akan memberikan pendampingan dalam proses hukum.
Langkah ini diambil agar pelaku mendapatkan sanksi yang tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sekaligus memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Pemilihan para milenial KAI Commuter sebagai penggerak sosialisasi ini mencerminkan semangat juang Kartini modern, yakni perjuangan untuk mendapatkan rasa aman dan kehormatan di ruang publik.

Melalui pembagian materi edukasi dan informasi, dialog langsung dengan penumpang dan tandatangan komitmen untuk gerakan pencegahan kekerasan seksual agar tercipta ekosistem transportasi yang saling menjaga.
Tampak para penumpang antusias turut menandatangi petisi, baik laki-laki maupun perempuan di Stasiun Sudirman dan BNI City.
Mereka kemudian diberikan cinderamata oleh para petugas, berupa gantungan kunci dan makanan ringan.
KAI Commuter senantiasa mengimbau kepada seluruh pengguna untuk tidak ragu melapor kepada petugas di lapangan atau melalui call center 121 jika melihat atau mengalami tindakan yang mencurigakan.
“Dengan kolaborasi antara petugas dan pengguna, Commuter Line optimis dapat menjadi moda transportasi yang paling aman dan ramah bagi semua,” ujar Karina.
Pihaknya juga mencatat dan melarang mereka yang telah dicurigai sebagi pelaku tindak kekerasan seksual, untuk masuk ke area stasiun dan naik KRL. (omy)































