Menu

Mode Gelap
Akhyar Kamil Kecam Pembatasan Kehadiran Warga Aceh pada Mubes PP TIM Haji Fikri Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Jawa Barat Semoga Semakin Maju dan Masyarakat Semakin Sejahtera OJK: Perusahaan Modal Ventura Berizin Berada dalam Pengawasan Ayo Serbu 390 Ribu Kursi Promo di Garuda Indonesia Travel Festival KAI Kembangkan TOD Manggarai Seluas 129 Hektare, Integrasikan KRL hingga TransJakarta Tak Bisa Berangkat Sesuai Jadwal? KAI Daop 1 Jakarta Sediakan Layanan Batal dan Reschedule Tiket

Uncategorized

MUI Kota Depok Gelar Musyawarah Kerja Daerah II

badge-check


 MUI Kota Depok Gelar Musyawarah Kerja Daerah II Perbesar

Wartatrans.com, DEPOK — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok secara resmi menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) II. Mukerda secara resmi dibuka oleh Walikota Depok Supian Suri, di Gedung Dakwah MUI, Jum’at, 5 Juni 2026

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Mukerda II Yayat Ruhiyat mengatakan, Mukerda merupakan bagian dari instrumen dan amanah musyawarah nasional MUI pada tahun 2025 dan anggaran dasar serta anggaran rumah tangga (AD/ART) MUI.

“Mukerda bertujuan mengevaluasi kinerja pada tahun 2025 sekaligus pemaparan program kerja tahun 2026,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Depok Supian Suri menitipkan beberapa agenda atau program yang perlu dibahas dalam Mukerda kali ini. Pertama, membangun komunikasi antara MUI dan perangkat daerah. Kedua, jalin sineegitas. “Sinergi ini menjadi kekuatan melayani masyarakat,” ungkapnya.

Supian berharap, dengan sinergitas yang terjalin dapat memberikan solusi kepada siswa dan lulusan Sekolah Dasar (SD) hang belum bisa membaca al-qur’an.

“Harapan kita dengan hadirnya MUI, pemerintah dan Forkopimda  bisa menuntaskan masalah pada lulusan SD yang belum bisa baca alquran,” harapnya.

Titipan Sopian selanjutnya, MUI bisa ketiga; memilitigasi lembaga pendidikan. MUI harus mendata kyai yang memliki pondok dan metode belajarnya. “Sehingga terhindar dari hal yang tidak diiginkan.”

Sementara, Ketua MUI Depok Sihabudin Ahmad mengatakan, MUI Kota Depok telah memiliki tiga badan otonom: wasilah, badan pengelola gedung dan Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas).

“Wasilah merupakan kumpulan kyia atau ustadz muda dari hasil pendidikan kader ulama MUI Kota Depok. Sekarang sudah angkatan 11,” katanya.

Lanjut Sihabuddin, anggota wasilah telah melakukan pembinaan pendidikan agama bagi warga binaan lapas.

“Anggita wasilah sudah lama keluar-masuk lapas. Saya juga ingin wasilah “keluar-masuk” di lembaga-lembaga lain,” harapnya.*** (Septiadi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Akhyar Kamil Kecam Pembatasan Kehadiran Warga Aceh pada Mubes PP TIM

20 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Haji Fikri Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Jawa Barat Semoga Semakin Maju dan Masyarakat Semakin Sejahtera

19 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

19 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026

19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

PFN Targetkan Bioskop Sinewara Beroperasi 2027

19 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda

19 Agustus 2026 - 13:17 WIB

KKP Kibarkan Merah Putih di Perairan Teluk Banten

19 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Meriahkan HUT Ke-81 RI, Terminal Teluk Lamong Gelar Beragam Lomba dan Pesta Rakyat

18 Agustus 2026 - 21:53 WIB

IPCC Perkuat Keselamatan Kerja TKBM melalui Pelatihan Basic K3

18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Pesan Rakyat Aceh Kepada Juha Christensen

18 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Trending di RAGAM