Wartatrans.com, DEPOK — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok secara resmi menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) II. Mukerda secara resmi dibuka oleh Walikota Depok Supian Suri, di Gedung Dakwah MUI, Jum’at, 5 Juni 2026
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Mukerda II Yayat Ruhiyat mengatakan, Mukerda merupakan bagian dari instrumen dan amanah musyawarah nasional MUI pada tahun 2025 dan anggaran dasar serta anggaran rumah tangga (AD/ART) MUI.

“Mukerda bertujuan mengevaluasi kinerja pada tahun 2025 sekaligus pemaparan program kerja tahun 2026,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Walikota Depok Supian Suri menitipkan beberapa agenda atau program yang perlu dibahas dalam Mukerda kali ini. Pertama, membangun komunikasi antara MUI dan perangkat daerah. Kedua, jalin sineegitas. “Sinergi ini menjadi kekuatan melayani masyarakat,” ungkapnya.
Supian berharap, dengan sinergitas yang terjalin dapat memberikan solusi kepada siswa dan lulusan Sekolah Dasar (SD) hang belum bisa membaca al-qur’an.
“Harapan kita dengan hadirnya MUI, pemerintah dan Forkopimda bisa menuntaskan masalah pada lulusan SD yang belum bisa baca alquran,” harapnya.
Titipan Sopian selanjutnya, MUI bisa ketiga; memilitigasi lembaga pendidikan. MUI harus mendata kyai yang memliki pondok dan metode belajarnya. “Sehingga terhindar dari hal yang tidak diiginkan.”
Sementara, Ketua MUI Depok Sihabudin Ahmad mengatakan, MUI Kota Depok telah memiliki tiga badan otonom: wasilah, badan pengelola gedung dan Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas).
“Wasilah merupakan kumpulan kyia atau ustadz muda dari hasil pendidikan kader ulama MUI Kota Depok. Sekarang sudah angkatan 11,” katanya.
Lanjut Sihabuddin, anggota wasilah telah melakukan pembinaan pendidikan agama bagi warga binaan lapas.
“Anggita wasilah sudah lama keluar-masuk lapas. Saya juga ingin wasilah “keluar-masuk” di lembaga-lembaga lain,” harapnya.*** (Septiadi)

























