Menu ✖

Mode Gelap
Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

RAGAM

Akhyar Kamil Kecam Pembatasan Kehadiran Warga Aceh pada Mubes PP TIM

badge-check


 Akhyar Kamil Kecam Pembatasan Kehadiran Warga Aceh pada Mubes PP TIM Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Ketua Umum Persaudaraan Aceh Seranto (PAS), Akhyar Kamil, mengecam keras sikap panitia Musyawarah Besar (Mubes) PP TIM yang dinilai membatasi kehadiran warga Aceh pada agenda Mubes yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026 di Aula Masjid DPR RI, Jakarta.

Menurut Akhyar, ketentuan yang membatasi kehadiran hanya kepada pemilih, peninjau, dan undangan resmi telah menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat Aceh di perantauan.

Akhyar menilai kebijakan tersebut bertolak belakang dengan semangat organisasi yang selama ini mengusung kepedulian terhadap masyarakat Aceh di rantau. Ia mempertanyakan alasan panitia menutup ruang kehadiran masyarakat Aceh secara lebih luas dalam forum yang dinilai memiliki arti penting bagi kebersamaan dan masa depan organisasi.

“Jangan masyarakat Aceh di rantau hanya dibutuhkan ketika ada kepentingan tertentu, tetapi saat ada agenda besar seperti Mubes justru dibatasi. Ada apa dengan panitia?” ujar Akhyar.

Ia mengungkapkan, sejumlah tokoh Aceh di Jakarta telah menghubunginya. Bahkan, beberapa di antaranya disebut datang langsung ke kediamannya untuk menyampaikan kekecewaan terhadap kebijakan panitia tersebut.

Selain persoalan keterbukaan, Akhyar juga menyoroti munculnya dugaan bahwa pembatasan peserta berpotensi menguntungkan pihak atau calon tertentu. Namun, ia menegaskan bahwa dugaan tersebut harus dijawab secara terbuka oleh panitia agar tidak berkembang menjadi prasangka yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Mubes.

Akhyar meminta panitia Mubes PP TIM bersikap transparan, adil, dan tidak menutup ruang silaturahmi masyarakat Aceh di Jakarta.

Menurutnya, Mubes semestinya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat Aceh, bukan justru melahirkan sekat maupun kecurigaan.

“Kalau memang tidak ada keberpihakan, buka aturan itu secara jelas kepada publik dan pastikan Mubes berjalan demokratis, terbuka, serta bermartabat,” tegas Akhyar.

Akhyar berharap panitia dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar dan tujuan pembatasan kehadiran tersebut, sehingga pelaksanaan Mubes dapat berlangsung dengan suasana kondusif serta tetap menjaga kepercayaan masyarakat Aceh di perantauan.*** (LEP)

Baca Lainnya

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Putra Aceh Dipercaya Duduki Kursi BPK RI, Khaidir Abdurrahman Siap Emban Amanah

6 Oktober 2026 - 06:21 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan

5 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Sepuluh Tahun Menanti, Masjid Giok Jadi Saksi Perjalanan Luhay Ahmad Memeluk Islam

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Komunitas Ruang Baca Rayakan HUT ke-9 Lewat Galeri Esai di Warung Kopi

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Trending di RAGAM