Menu

Mode Gelap
Menyusuri Jejak Laskar Pelangi, DAMRI Hadirkan Transportasi Wisata Terjangkau di Bangka Belitung PPSI Kabupaten Bogor Jajaki Kolaborasi Seni Budaya dengan Yayasan Surawisesa Sanksi PT RUJ Dicabut, Syarat Administrasi Terpenuhi KAI Daop 4 Memberlakukan Skema Pemesanan H-45 Tiket Lebaran 2026 IFF Gelar Reuni 38 Tahun Bertema “Baku Dapa Lagi” Rayakan HUT ke-56, Pelita Air Bagi-Bagi Tiket Gratis ke Singapura & Lombok

ANJUNGAN

Sampaikan Hasil Evaluasi Angkutan Nataru, DPR Apresiasi Menhub Dudy

Avatar photobadge-check


					Menhub di gedung DPR Perbesar

Menhub di gedung DPR

Wartatrans.com, JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan hasil evaluasi penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di gedung DPR, Selasa (20/1/2026).

Pada kesempatan itu Komisi V DPR memberikan apresiasi atas terselenggaranya layanan angkutan Nataru yang selamat, aman, dan lancar.

“Alhamdulillah, dapat kami sampaikan bahwa secara umum, Penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan dengan lancar, aman, dan selamat,” tutur Menhub Dudy.

Dia mengatakan, menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo, maka guna memastikan kelancaran, keselamatan, dan keamanan Angkutan Nataru 2025/2026, Kementerian Perhubungan bersama dengan berbagai stakeholder terkait, telah melakukan serangkaian koordinasi, sinergi, dan kolaborasi dengan berbagai Kementerian dan Lembaga.

Terkait dengan apresiasi yang diberikan DPR Menhub Dudy menegaskan bahwa hal ini merupakan bentuk penghargaan atas kerja kolektif seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan transportasi Nataru.

“Apresiasi ini dimaknai sebagai pengakuan atas kerja keras dan dedikasi para petugas transportasi di lapangan mulai dari pengatur lalu lintas, awak sarana angkutan, petugas bandara, pelabuhan, stasiun, hingga personel posko terpadu yang bekerja siang dan malam,” urainya.

“Saya mewakili Kementerian Perhubungan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja sama, kolaborasi, dan keterlibatan berbagai pihak yang telah terjalin dengan baik dan harmonis, selama penyelenggaraan Angkutan Nataru 2025/2026.”

Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD) kata dia, selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 tercatat sekitar 110,43 juta orang melakukan perjalanan.

Angka ini meningkat 16,65 persen dibandingkan realisasi Nataru 2024/2025 yang mencapai sekitar 94,67 juta orang.

“Kenaikan signifikan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pada periode libur panjang, sekaligus menjadi tantangan besar dalam menjaga kelancaran dan keselamatan transportasi,” imbuh Menhub.

Meski terjadi lonjakan pergerakan, namun tetap dapat terkendali melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, operator transportasi, aparat keamanan, serta kesiapsiagaan petugas di lapangan.

Pemerintah juga mengoperasikan posko terpadu dengan titik pantau di ratusan simpul transportasi.

Di antaranya yakni 115 terminal tipe A, 62 terminal Tipe B, 471 stasiun KA, 257 bandara, 264 pelabuhan laut, 248 pelabuhan penyeberangan, 42 gerbang tol, dan 44 jalan arteri untuk memastikan respons cepat terhadap dinamika lapangan, termasuk kondisi cuaca ekstrem.

Selain aspek kelancaran dan keselamatan, Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada keterjangkauan biaya perjalanan.

“Selama masa Nataru, pemerintah memberlakukan program diskon tarif angkutan umum di berbagai moda. Untuk penerbangan domestik, hasil pemantauan menunjukkan penurunan harga tiket pada periode puncak berada di kisaran 15–19 persen dibandingkan rata-rata harga sebelum diskon,” kata Menhub.

Bahkan pada beberapa rute penerbangan, harga dapat mencapai penurunan hingga 24 persen dibandingkan tarif sebelum diskon. Kebijakan ini dinilai efektif membantu masyarakat mengakses layanan transportasi udara dengan harga yang lebih terjangkau.

Di samping itu, program mudik gratis pada masa Nataru yang mencakup moda darat, laut, dan perkeretaapian juga dimanfaatkan oleh puluhan ribu masyarakat.

Program tersebut tidak hanya meringankan beban biaya perjalanan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur-jalur utama.

Capaian positif penyelenggaraan Nataru juga tercermin dari hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari Pustral UGM yang mencatat nilai 87,43 dengan kategori sangat puas.

Hasil ini menunjukkan bahwa kebijakan dan langkah operasional pemerintah dirasakan langsung manfaatnya oleh pengguna jasa transportasi.

“Meski demikian sejumlah catatan evaluasi perlu ditingkatkan antara lain penguatan mitigasi cuaca ekstrem, peningkatan keselamatan di titik rawan kecelakaan, optimalisasi pelayanan di simpul transportasi,” tutur Menhub.

Dia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus berbenah. Evaluasi dari DPR, masukan para stakeholder, serta pengalaman masyarakat selama Nataru menjadi bekal penting bagi Kemenhub untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi angkutan Lebaran dan libur panjang ke depan yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kesempatan ini Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BNPP (Basarnas) Mohammad Syafii serta Pejabat, Kepala Komisi Nasional Keselamatan Transportatisi (KNKT) Soerjanto Tjahjono serta Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kemenhub. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menyusuri Jejak Laskar Pelangi, DAMRI Hadirkan Transportasi Wisata Terjangkau di Bangka Belitung

24 Januari 2026 - 21:03 WIB

KAI Daop 4 Memberlakukan Skema Pemesanan H-45 Tiket Lebaran 2026

24 Januari 2026 - 17:12 WIB

Rayakan HUT ke-56, Pelita Air Bagi-Bagi Tiket Gratis ke Singapura & Lombok

24 Januari 2026 - 11:06 WIB

Senin, Aliansi Pengemudi Online Bersatu Gelar Aksi Unjuk Rasa di Istana

24 Januari 2026 - 06:44 WIB

Lahan OBU III Surabaya Digunakan Sementara oleh BMKG dan BNPP

24 Januari 2026 - 06:34 WIB

Trending di BANDARA