Wartatrans.com, JAWA TENGAH — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmennya memperkuat keterbukaan informasi publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng. Ia meminta transparansi menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pemerintah daerah.
Semua Oganisasi Perangkat Daerah (OPD) Jateng diminta terbuka mengenai program kerjanya termasuk progres pembangunan yang dijalankan di wilayahnya.

“Saya perintahkan semua terbuka, jangan ada yang ditutupi. Tidak hanya untuk Wartawan, tetapi juga masyarakat. Mereka boleh tanya dan kita wajib jawab. Dari sini ada akuntabilitas keterbukaan informasi publik,” kata Luthfi.
Hal ini disampaikan saat acara silaturahmi dan buka bersama bersama Wartawan, di Grhadika Bhakti Praja, Selasa (10/3/2026).

Selain para Wartawan media cetak maupun online, Sekreteris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng Setiawan Hendra Kelana, perwakilan Bazas Jateng, dan sejumlah kepala OPD hadir dalam acara tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga ingin menggandeng insan pers untuk berkolaborasi membangun Jawa Tengah. “Media juga memiliki peran dalam pembangunan. Tugas jurnalis sama dengan kita, yaitu mendidik dan membangun masyarakat,” katanya.
Selain itu Luthfi mengharap masukan serta kritik dari Wartawan dan Ketua PWI Jateng, Setiawan Hendra Kelana sepakat. Menurutnya Wartawan memiliki tugas yang sama dengan pemerintah, yaitu memperjuangkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat. Perjuangan tersebut dilakukan dengan berbagai hal, seperti lewat tulisan, foto, video, gambar karikatur, dan sebagainya.
“Dalam menjalankan profesi, Wartawan memiliki hak untuk mendapatkan informasi publik dari para nara sumber. Kolaborasi Pemprov dengan Wartawan menjadi hal tidak terpisahkan. Ketika bagus kita sampaikan bagus, kalau ada kritik kita sampaikan juga dengan memberikan solusi. Media tidak hanya menyampaikan informasi positif, tetapi juga kritik yang konstruktif,” kata Iwan.*** (Slamet Widodo)

























