Menu

Mode Gelap
InJourney Gelar Doa Bersama Serentak untuk Sumatera di Destinasi Ikonik Pengurus KNG Raya Gelar Pertemuan Bahas RAT 2026 dan Bantuan Bencana Hari Pertama Tahun Baru, Menhub Dudy Pantau Arus Lalu Lintas di Jalur Tol Keluar-Masuk Jakarta Menhub Dudy Pastikan Kesiapan untuk Arus Balik Nataru di Stasiun Yogya UMK Kubu Raya 2026 Naik 7,7 Persen, Ditetapkan Rp3,1 Juta Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang

PERON

SCI Usul KA Kilat Pajajaran Dialihkan ke Pengembangan Logistik Jabar

badge-check


					Founder SCI Perbesar

Founder SCI

Wartatrans.com, BANDUNG – Pemprov Jawa Barat dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menjalin kesepakatan untuk mengembangkan kereta cepat Jakarta-Bandung “Kilat Pajajaran”.

Kereta api (KA) dengan rencana waktu tempuh sekitar 1,5 jam tersebut, dapat menjadi alternatif baru untuk mobilitas penumpang secara lebih cepat.

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengapresiasi berbagai program peningkatan layanan transportasi.

“Namun sayangnya, rencana KA Kilat Pajajaran itu kurang memiliki kelayakan permintaan penumpang di tengah persaingan yang sudah sangat ketat. Segmentasi pasar penumpang sudah jenuh, sehingga layanan baru yang serupa tidak tepat dari sisi ekonomi maupun efisiensi jaringan transportasi,” urai Setijadi, Rabu (3/12/2025).

Konektivitas penumpang Jakarta-Bandung telah dilayani berbagai moda dan operator, antara lain KA Parahyangan yang menjadi pilihan karena akses langsung di pusat kota Jakarta, kereta cepat Whoosh dengan waktu tempuh paling kompetitif, serta layanan travel dan shuttle yang dominan secara point-to-point.

Selain itu, Tol Jakarta-Cikampek II (Japek II) dengan perkiraan waktu tempuh 1,5 jam juga akan menarik pengguna kendaraan pribadi, di samping layanan travel dan shuttle menjadi makin kompetitif.

“Tambahan layanan seperti KA Kilat Pajajaran tidak akan mendapatkan permintaan yang memadai dan berisiko membebani operator KA tanpa nilai tambah yang signifikan,” kata dia.

Selain itu, dengan kepemilikan saham terbesar secara tidak langsung KAI di KCIC (Whoosh), akan terjadi kompetisi tiga layanan serupa (KA Parahyangan, Whoosh, dan Kilat Pajajaran) yang semuanya “dimiliki” KAI.

Setijadi menjelaskan, Jawa Barat merupakan basis industri manufaktur terbesar di Indonesia, meliputi sektor otomotif, elektronik, tekstil, pangan, dan kimia, yang membutuhkan dukungan sistem logistik yang cepat, handal, dan terintegrasi.

Rencana KA Kilat Pajajaran sebaiknya dialihkan ke penguatan logistik berbasis kereta api untuk lebih mengefisienkan industri di Jawa Barat.

Pada tahun 2024, di Provinsi itu terdapat 8.239 perusahaan manufaktur skala menengah dan besar, serta 38 kawasan industri.

Salah satu bentuk potensi dukungan penting adalah pengembangan container yard (CY) KAI di Cikarang, Klari, Cibungur, dan Bandung, yang dapat menjadi peluang bisnis logistik KAI dan berdampak positif untuk industri di Jawa Barat.

Analisis Tim Riset SCI menunjukkan volume ekspor Tanjung Priok berasal dari Bekasi (sebesar 32 persen), Karawang (29 persen), Purwakarta (8 persen), Bandung (6 persen), Tangerang (14 persen), Bogor (4 persen), serta Cilegon dan Serang (8 persen).

Sementara, tujuan impor adalah Bekasi (23 persen), Karawang (36 persen), Purwakarta (9 persen), Bandung (6 persen), Tangerang (14 persen), Bogor (4 persen), serta Cilegon dan Serang (3 persen).

“Sejumlah CY itu berpotensi menjadi lokasi strategis pintu ekspor-impor di masing-masing wilayah, sehingga ekspor-impor tidak harus langsung dan menumpuk di Tanjung Priok,” ungkap dia.

Hal ini dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing industri, mengurangi kemacetan jalan dengan pemindahan sebagian pengangkutan dari jalan ke rel, serta menghindarkan praktik pengangkutan secara overdimension & overload (ODOL). (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menhub Dudy Pastikan Kesiapan untuk Arus Balik Nataru di Stasiun Yogya

2 Januari 2026 - 09:00 WIB

KA Bandara Adi Soemarmo Catat Okupansi 129 Persen Selama Nataru, jadi Pilihan Utama Masyarakat Madiun

1 Januari 2026 - 19:36 WIB

KAI Catat Penjualan Tiket Nataru Capai 3,8 Juta, Okupansi KA Jarak Jauh Tembus 115 Persen

1 Januari 2026 - 17:49 WIB

Perjalanan KA Malam Tahun Baru Berjalan Lancar, Penambahan Berhenti di Stasiun Jatinegara Efektif

1 Januari 2026 - 16:51 WIB

KAI Services Siapkan 9 Dapur Produksi untuk Penuhi Kebutuhan Makanan Penumpang Saat Nataru

1 Januari 2026 - 15:47 WIB

Trending di PERON