Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

PERON

SCI Usul KA Kilat Pajajaran Dialihkan ke Pengembangan Logistik Jabar

badge-check


 Founder SCI Perbesar

Founder SCI

Wartatrans.com, BANDUNG – Pemprov Jawa Barat dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menjalin kesepakatan untuk mengembangkan kereta cepat Jakarta-Bandung “Kilat Pajajaran”.

Kereta api (KA) dengan rencana waktu tempuh sekitar 1,5 jam tersebut, dapat menjadi alternatif baru untuk mobilitas penumpang secara lebih cepat.

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengapresiasi berbagai program peningkatan layanan transportasi.

“Namun sayangnya, rencana KA Kilat Pajajaran itu kurang memiliki kelayakan permintaan penumpang di tengah persaingan yang sudah sangat ketat. Segmentasi pasar penumpang sudah jenuh, sehingga layanan baru yang serupa tidak tepat dari sisi ekonomi maupun efisiensi jaringan transportasi,” urai Setijadi, Rabu (3/12/2025).

Konektivitas penumpang Jakarta-Bandung telah dilayani berbagai moda dan operator, antara lain KA Parahyangan yang menjadi pilihan karena akses langsung di pusat kota Jakarta, kereta cepat Whoosh dengan waktu tempuh paling kompetitif, serta layanan travel dan shuttle yang dominan secara point-to-point.

Selain itu, Tol Jakarta-Cikampek II (Japek II) dengan perkiraan waktu tempuh 1,5 jam juga akan menarik pengguna kendaraan pribadi, di samping layanan travel dan shuttle menjadi makin kompetitif.

“Tambahan layanan seperti KA Kilat Pajajaran tidak akan mendapatkan permintaan yang memadai dan berisiko membebani operator KA tanpa nilai tambah yang signifikan,” kata dia.

Selain itu, dengan kepemilikan saham terbesar secara tidak langsung KAI di KCIC (Whoosh), akan terjadi kompetisi tiga layanan serupa (KA Parahyangan, Whoosh, dan Kilat Pajajaran) yang semuanya “dimiliki” KAI.

Setijadi menjelaskan, Jawa Barat merupakan basis industri manufaktur terbesar di Indonesia, meliputi sektor otomotif, elektronik, tekstil, pangan, dan kimia, yang membutuhkan dukungan sistem logistik yang cepat, handal, dan terintegrasi.

Rencana KA Kilat Pajajaran sebaiknya dialihkan ke penguatan logistik berbasis kereta api untuk lebih mengefisienkan industri di Jawa Barat.

Pada tahun 2024, di Provinsi itu terdapat 8.239 perusahaan manufaktur skala menengah dan besar, serta 38 kawasan industri.

Salah satu bentuk potensi dukungan penting adalah pengembangan container yard (CY) KAI di Cikarang, Klari, Cibungur, dan Bandung, yang dapat menjadi peluang bisnis logistik KAI dan berdampak positif untuk industri di Jawa Barat.

Analisis Tim Riset SCI menunjukkan volume ekspor Tanjung Priok berasal dari Bekasi (sebesar 32 persen), Karawang (29 persen), Purwakarta (8 persen), Bandung (6 persen), Tangerang (14 persen), Bogor (4 persen), serta Cilegon dan Serang (8 persen).

Sementara, tujuan impor adalah Bekasi (23 persen), Karawang (36 persen), Purwakarta (9 persen), Bandung (6 persen), Tangerang (14 persen), Bogor (4 persen), serta Cilegon dan Serang (3 persen).

“Sejumlah CY itu berpotensi menjadi lokasi strategis pintu ekspor-impor di masing-masing wilayah, sehingga ekspor-impor tidak harus langsung dan menumpuk di Tanjung Priok,” ungkap dia.

Hal ini dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing industri, mengurangi kemacetan jalan dengan pemindahan sebagian pengangkutan dari jalan ke rel, serta menghindarkan praktik pengangkutan secara overdimension & overload (ODOL). (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel

29 September 2026 - 23:36 WIB

Direktur Utama KAI: 81 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia Berawal dari Sejarah, Bergerak Menuju Masa Depan

29 September 2026 - 23:20 WIB

KAI Tegaskan Rekomendasi KNKT Tak Berhenti di Dokumen, Diterapkan di Lapangan

29 September 2026 - 20:24 WIB

KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur

29 September 2026 - 20:09 WIB

Trending di PERISTIWA