Menu

Mode Gelap
Alam Urbach Gabung Tuaipuja, Siap Rilis LP Perdana dengan 12 Lagu Halimah Munawir: Puisi Adalah Ruang untuk Merawat Kemanusiaan dan Menjaga Nurani Sastra Masuk Sekolah Hadir di SMA Negeri 71 Jakarta, Siswa Dilatih Menulis Puisi dan Cerpen Aktor dan Ceh Didong Kabri Wali Apresiasi Anugerah Adiluhung LK Ara, Dukung Didong Gayo Menuju UNESCO KAI Services Gunakan Smart Cleaning untuk Wujudkan Stasiun Lebih Bersih dan Ramah Lingkungan Koperasi Karyawan Didorong Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Wadah Simpan Pinjam

ANJUNGAN

Terminal Kijing Mulai Operasikan Layanan Peti Kemas, Siap Jadi Motor Penggerak Logistik Kalimantan Barat

badge-check


 Layanan perdana operasional layanan peti kemas di Terminal Kijing, Pontianak, Kalimantan Barat Perbesar

Layanan perdana operasional layanan peti kemas di Terminal Kijing, Pontianak, Kalimantan Barat

Wartatrans.com, MEMPAWAH, PONTIANAK – PT Pelindo Regional 2 Pontianak Grup resmi melayani kegiatan bongkar muat peti kemas perdana di Terminal Kijing pada Rabu (10/6/2026). Momentum ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pelabuhan terbesar di Kalimantan Barat tersebut sebagai pusat logistik dan perdagangan internasional.

Pelayanan perdana peti kemas dilakukan melalui rute Pasir Gudang–Batam–Kijing–ICA–Kijing–Pasir Gudang dengan aktivitas bongkar sebanyak 70 peti kemas kosong. Langkah ini menandai dimulainya operasional layanan peti kemas di Terminal Kijing setelah berbagai persiapan fasilitas, peralatan, sistem hingga pemenuhan aspek regulasi dilakukan oleh Pelindo Regional 2 Pontianak.

General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, mengatakan pelayanan perdana peti kemas merupakan pencapaian strategis dalam upaya menjadikan Terminal Kijing sebagai gerbang logistik modern di Kalimantan Barat.

“Pelayanan perdana peti kemas di Terminal Kijing merupakan tonggak penting dalam pengembangan pelabuhan modern di Kalimantan Barat. Dengan mulai beroperasinya layanan peti kemas, Terminal Kijing semakin siap mendukung kelancaran arus logistik, meningkatkan daya saing ekspor daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Menurut Kalbar Yanto, Pelindo terus melakukan peningkatan fasilitas dan peralatan pendukung agar Terminal Kijing mampu memberikan pelayanan yang lebih efisien, aman, dan berstandar internasional.

“Kami optimistis kehadiran layanan peti kemas ini akan memberikan alternatif logistik yang lebih efektif bagi pelaku usaha. Ke depan, Terminal Kijing diharapkan menjadi hub logistik utama yang melayani kebutuhan industri, perdagangan, dan ekspor-impor di Kalimantan Barat maupun kawasan sekitarnya,” katanya.

Ia menambahkan, Pelindo juga terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Terminal Kijing sebagai gerbang perdagangan internasional Kalimantan Barat.

Terminal Kijing sendiri merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang resmi beroperasi sejak 9 Agustus 2022. Pelabuhan ini memiliki fasilitas dan peralatan lengkap untuk melayani berbagai jenis kapal sesuai dengan kemasannya yakni peti kemas, curah kering, curah cair, dan multipurpose dengan kapasitas kapal hingga 100.000 DWT.

Kinerja Terminal Kijing juga menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, jumlah kunjungan kapal mencapai 404 unit atau meningkat 28,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara arus curah kering naik 96,3 persen menjadi 1,57 juta ton dan arus curah cair meningkat 80,8 persen menjadi 1,07 juta ton.

Selain itu, hingga saat ini Terminal Kijing telah dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung layanan peti kemas, seperti Harbour Mobile Crane, Reach Stacker, Head Truck, Chassis 45 Feet, hingga Quay Container Crane (QCC) yang telah tiba di Terminal Kijing pada Mei 2026.

Dengan dimulainya layanan peti kemas, Terminal Kijing diharapkan semakin memperkuat konektivitas logistik nasional dan internasional serta menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Koperasi Karyawan Didorong Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Wadah Simpan Pinjam

28 Juli 2026 - 09:49 WIB

KKP dan BP Batam Perkuat Pengawasan Mutu Ekspor Perikanan, Sertifikasi Ditargetkan Lebih Cepat

27 Juli 2026 - 23:06 WIB

Perkuat Kolaborasi Penanganan Masalah Hukum, Pelindo Regional 2 Banten dan Kejaksaan Negeri Cilegon Perpanjang Nota Kesepahaman

27 Juli 2026 - 21:11 WIB

Hadapi Dinamika Global, IPCC Bukukan Pertumbuhan Kinerja Keuangan Berkelanjutan pada Semester I 2026

27 Juli 2026 - 21:00 WIB

Wakil Bupati Aceh Timur Beri Waktu 2 X 24 Jam Kepada “Dun Belanda” Untuk Klarifikasi Terkait Video Viral

27 Juli 2026 - 18:40 WIB

FPRM Aceh Sesalkan Temuan BPK: Barang Bantuan “Busuk” di Gudang Dinsos Kota Langsa Akibat Tidak Terawat

27 Juli 2026 - 18:35 WIB

J&T Express Berinduk di Cayman dan IPO di Hong Kong

27 Juli 2026 - 15:32 WIB

AirNav dan Airservices Australia Kerja Sama Modernisasi Navigasi Penerbangan

27 Juli 2026 - 15:22 WIB

Kirab Budaya Saparan: Kecamatan Borobudur, Wadah Kebudayaan yang Merajut Keutuhan dalam Kebersamaan

27 Juli 2026 - 11:09 WIB

BUMD Dituntut Ubah Model Bisnis saat Modernisasi 16 Ribu Pasar Rakyat

27 Juli 2026 - 09:40 WIB

Trending di EKOBIS