Menu

Mode Gelap
Okupansi 102 Persen, KA Pangrango dan KA Siliwangi Layani 23.495 Pelanggan pada Libur Imlek 13–16 Februari 2026 Pertamina Patra Niaga Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg di Libur Panjang Imlek dan Ramadhan Pertamina Patra Niaga Jelaskan Proses Distribusi dan Quality Control BBM di IT Jakarta kepada Pemimpin Redaksi Media Produk Perikanan Indonesia Makin Bernilai di Pasar Internasional Akomodir Lonjakan Pemudik, KAI Daop 7 Madiun Operasikan KA Tambahan Lebaran 2026 Kementerian-KP Pastikan Kemudahan Izin, 433 Kapal Purse Seine Siap Melaut dari Jakarta

ANJUNGAN

Terminal Teluk Lamong Perkuat Kesiapan Operasional Hadapi Lonjakan Arus Petikemas Periode Nataru

badge-check


 Terminal Teluk Lamong Perkuat Kesiapan Operasional Hadapi Lonjakan Arus Petikemas Periode Nataru Perbesar

Wartatrans.com, SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama tiga terminal yang dikelola yaitu TPK Lamong, TPK Berlian, dan TPK Nilam, menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi potensi lonjakan arus petikemas pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Ketiga terminal menunjukkan pertumbuhan arus positif secara Year on Year (YoY), termasuk peningkatan dari masuknya beberapa layanan internasional baru.

TPK Lamong mencatat pertumbuhan throughput hampir dua kali lipat dari rata-rata bulanan seiring bertambahnya empat service internasional baru per minggu yang masuk sejak September hingga November 2025. Untuk memastikan kelancaran operasional selama periode Nataru, TPK Lamong menyiapkan berbagai langkah strategis seperti menjaga BOR dan YOR tetap di bawah 60%, menambah kapasitas CY melalui dua blok baru berizin Bea Cukai (tambahan kapasitas sekitar 1.000 TEUs), menambah armada haulage, serta memperluas jam maintenance peralatan yang kini dilakukan tidak hanya pada day time tetapi juga night time guna menjaga reliability peralatan di tengah peningkatan arus.

Pada TPK Berlian, berbagai langkah optimalisasi dilakukan untuk menjaga kelancaran bongkar muat, antara lain peningkatan availability peralatan melalui penyediaan critical parts serta percepatan penyelesaian maintenance satu unit HMC. Selain itu, TPK Berlian juga mengoptimalkan alat transfer untuk memperlancar pergerakan kontainer dan membuka CY baru melalui koordinasi dengan Pelindo Regional 3 untuk optimalisasi pemanfaatan lahan yang ada.

Sementara itu, TPK Nilam memastikan operasional berjalan lancar melalui penguatan fleksibilitas area dan kolaborasi antar terminal. Sejumlah langkah yang ditempuh antara lain pengalihan fungsi CY transshipment menjadi backup area penumpukan petikemas, pemanfaatan CY bongkar menjadi CY muat, kolaborasi penumpukan dengan TPK Berlian untuk meningkatkan kapasitas bersama, serta penerapan pattern maintenance pada akhir jam kerja tanpa menunggu keberangkatan kapal sehingga ketersediaan peralatan tetap terjaga sepanjang periode Nataru.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan kesiapan TTL dalam menjaga kelancaran operasional dan logistik nasional, khususnya di masa peak season. “Dengan seluruh persiapan ini, TTL memastikan peningkatan volume petikemas selama periode Nataru dapat ditangani dengan lancar, aman, dan efisien. Peningkatan kapasitas, fleksibilitas area, dan optimalisasi peralatan di seluruh terminal menjadi bukti nyata kesiapan kami,” ujarnya. “Seluruh langkah strategis ini kami siapkan untuk mempercepat port stay kapal dan pergerakan kargo, sehingga arus logistik nasional tetap terjaga,” tutup David.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg di Libur Panjang Imlek dan Ramadhan

16 Februari 2026 - 21:17 WIB

Pertamina Patra Niaga Jelaskan Proses Distribusi dan Quality Control BBM di IT Jakarta kepada Pemimpin Redaksi Media

16 Februari 2026 - 21:08 WIB

Produk Perikanan Indonesia Makin Bernilai di Pasar Internasional

16 Februari 2026 - 20:59 WIB

Kementerian-KP Pastikan Kemudahan Izin, 433 Kapal Purse Seine Siap Melaut dari Jakarta

16 Februari 2026 - 20:34 WIB

Banjir Aceh 2025 Disebut Ekosida, Desakan Bentuk Badan Khusus Menguat

16 Februari 2026 - 20:00 WIB

Trending di RAGAM