Wartatrans.com, JAKARTA — Penulis cerita dan sutradara film Toto Hoedy mengakui secara jujur bahwa karya-karyanya banyak terinspirasi dari film horor Korea. Pengakuan tersebut disampaikan Toto saat menghadiri diskusi Festival Film Horor bertema #Film Horor Korea Trenz Film Indonesia.
Sutradara yang namanya dikenal luas sejak program televisi Spontan di SCTV itu menilai, film horor Korea memiliki kedekatan emosional dan budaya yang relevan dengan masyarakat Indonesia.

“Sebagai penulis, saya sangat terpengaruh dengan cerita dan film Korea. Karena cerita film horor Korea sangat dekat dengan cerita yang ada di Indonesia,” ujar Toto Hoedy.
Ia menegaskan, sebagai kreator dirinya tidak kaku dalam menyerap inspirasi dari film Korea. Menurutnya, selama unsur tersebut diolah secara kreatif dan dikombinasikan dengan budaya lokal, hal itu justru dapat memperkaya khazanah film horor Indonesia.
“Selama tidak plek-ketiplek dan dikombinasi dengan cerita kita, tidak ada salahnya mengadaptasi inspirasi dari film horor Korea. Apalagi penggemar cerita berbau Korea sangat banyak, termasuk saya,” kata sutradara film *Gerbang Setan* itu.
Toto menambahkan, seorang penulis dituntut untuk terus kreatif dalam menggali berbagai sumber inspirasi agar mampu menghasilkan karya yang unik dan berbeda.
“Sebagai penulis, kita dituntut kreatif dalam mencari sumber cerita, sehingga karya yang dihasilkan memiliki ciri khas dan tidak sama dengan yang lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Toto juga menyampaikan keprihatinannya terhadap belum adanya festival film yang secara khusus mengapresiasi genre horor di Indonesia. Padahal, menurutnya, film horor memiliki basis penggemar yang besar dan kualitas yang tidak kalah dibandingkan genre lainnya.
Karena itu, ia menyambut baik gagasan Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) yang berencana menggelar ajang penghargaan khusus untuk film horor dan komedi.
“Film horor penggemarnya sangat banyak, dan kualitasnya juga tidak kalah. Saya mendukung penuh gagasan FORWAN untuk menggelar penghargaan khusus film horor dan komedi. Ini gagasan brilian dan bisa menjadi sesuatu yang besar ke depan. Saya siap jika diminta menjadi salah satu juri,” pungkas Toto Hoedy.*** (Buyil)




















