Menu

Mode Gelap
Hari Pertama Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Layani 184.063 Penumpang dengan Okupansi 112,55 Persen TripAdvisor Kukuhkan Bali Destinasi Terbaik Dunia 2026 Polsek Kawasan Muara Baru Gelar Jumat Berkah, Bagikan Nasi Siap Saji kepada Pekerja Pelabuhan InJourney turut Pulihkan Ekonomi Pascabencana Sumatera lewat Bantuan untuk UMKM Setempat DPRK Aceh Selatan Soroti Dugaan Pelanggaran Kewajiban Plasma PT Asdal Prima Lestari DJKA dan KAI Commuter Siap Perpanjang Layanan Commuter Line hingga Stasiun Probolinggo

PERON

Tuntaskan Ramp Check 3.333 Sarana Kereta Api, DJKA Targetkan Zero Accident Pada Nataru

badge-check


					Pemeriksaan sarana KA jelang Nataru Perbesar

Pemeriksaan sarana KA jelang Nataru

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Sebagai langkah preventif strategis, DJKA melalui Direktorat Sarana Perkeretaapian berhasil merealisasikan pemeriksaan kelaikan operasional (ramp check) terhadap 3.333 unit sarana perkeretaapian di seluruh Indonesia.

Ramp check ini dilakukan dengan standar ketat dengan mengacu pada regulasi keselamatan dan Standar Pelayanan Minimum (SPM).

Plt. Direktur Sarana Perkeretaapian Jumardi memimpin Rapat Penutupan Ramp check Sarana Perkeretaapian Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (28/11/2025) pagi.

Dia menekankan bahwa ramp check yang dilakukan DJKA bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan implementasi konkret sesuai regulasi yang ada guna menjamin keselamatan (safety) dan keamanan perjalanan kereta api (KA).

“Keselamatan sektor perkeretaapian adalah prioritas utama kami. Melalui ramp check yang kami gelar secara serentak ini, tentunya kami ingin pastikan terwujudnya zero accident sekaligus kenyamanan maksimal bagi masyarakat selama periode Nataru 2025/2026. Upaya ini adalah wujud kehadiran negara dalam memitigasi resiko sekecil apapun melalui penegakan regulasi keselamatan yang ketat,” urai Jumardi.

Dia menjelaskan, pemeriksaan di lapangan mencakup dua dimensi vital yang tak terpisahkan.

Pertama dari segi aspek keselamatan dengan mengacu pada PM Nomor 24 Tahun 2015 tentang Standar Keselamatan Perkeretaapian, tim pemeriksa akan melakukan pengecekan detail pada fungsi vital seperti sistem pengereman, keretakan roda, hingga deadman device di lokomotif.

Sementara di sisi aspek pelayanan dengan didasari pada PM Nomor 48 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api, tim lapangan akan memastikan kenyamanan penumpang terpenuhi, mulai dari fungsi pendingin udara (AC), kebersihan toilet, hingga fasilitas keselamatan penumpang.

“Kami lakukan ramp check pada sarana kereta ini tentu secara holistik. Tidak hanya memastikan kereta itu laik jalan secara teknis, tetapi juga memastikan seluruh aspek pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku. Sinergi antara pemenuhan SPM dan Standar Keselamatan adalah kunci layanan transportasi yang manusiawi dan andal,” tuturnya.

Ramp check yang digelar oleh DJKA berlangsung secara simultan pada 3–14 November 2025 yang melibatkan 160 personel gabungan yang terdiri dari 31 Inspektur baik Inspektur Ahli Madya, Muda, Pertama, hingga 129 tenaga pendukung lapangan.

Adapun realisasi dari 3.333 objek sarana yang diperiksa meliputi:
* 218 Unit Lokomotif;
* 1.715 Unit Kereta Penumpang (Kereta ditarik lokomotif);
* 1.311 Unit Kereta Rel Listrik (KRL); dan
* 89 Unit Kereta Rel Diesel (KRD).

Pemeriksaan dilakukan secara tersebar dengan dukungan penuh Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) di masing-masing wilayah:
* BTP Jakarta memeriksa objek terbanyak di 15 lokasi, didominasi 938 unit KRL untuk mobilitas Jabodetabek.
* BTP Surabaya & Semarang berfokus pada pada armada jarak jauh dengan total ratusan lokomotif dan lebih dari 1.200 kereta penumpang;
* BTP Bandung Memeriksa 33 lokomotif dan 314 kereta;
* Wilayah Sumatera: BTP Medan, Padang, dan Palembang bergerak serentak memastikan keandalan sarana di lintas Sumatera.

Dari laporan hasil temuan rampchek sarana dalam rangka persiapan Angkutan Nataru Sektor Perkeretaapian yang dibahas pagi ini, dia menghimbau kepada seluruh perwakilan operator yang hadir saat rapat untuk dapat segera menindaklanjuti hasil temuan ramp check secara optimal, guna mendukung kelancaran penyelenggaraan Angkutan Nataru 2025/2026.

“Dengan selesainya proses ramp check sebagai bentuk kesiapan momen Nataru ini, kami tentunya berharap penyelenggaraan Angkutan Nataru dapat berjalan dengan lancar. Kami juga meminta semua operator untuk segera menindaklanjuti catatan perbaikan sekecil apapun demi keselamatan kita bersama,” pungkas Jumardi. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Pertama Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Layani 184.063 Penumpang dengan Okupansi 112,55 Persen

16 Januari 2026 - 17:33 WIB

DJKA dan KAI Commuter Siap Perpanjang Layanan Commuter Line hingga Stasiun Probolinggo

16 Januari 2026 - 14:28 WIB

30 Ribu Penumpang Tinggalkan Jakarta Hari Ini, KAI: Tiket Tanggal 16-18 Masih Longgar

16 Januari 2026 - 09:58 WIB

Gangguan Perjalanan KA di Jalur Pantura Jawa Tengah, KAI Sampaikan Permohonan Maaf

16 Januari 2026 - 09:21 WIB

Hujan Lebat Rendam Jalur Semarang-Kendal, Perjalanan KA Tujuan Jakarta Terlambat

16 Januari 2026 - 09:02 WIB

Trending di PERON