Menu

Mode Gelap
Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir, TTL Raih Penghargaan Gold Program TJSL & CSR Award 2026 AI dan Diagnostik Presisi Pacu Industri Teknologi Kesehatan Volume Angkutan Retail KAI Meningkat, Tembus 146.617 Ton pada Januari-Juli 2026 Presiden Gerakan Pemuda Aceh Bersatu Kecam Amran, Desak Minta Maaf Kepada Mualeem: Jangan Lukai Martabat Aceh GEMBIRA dan KUAT Jadi Bukti Komitmen IPCC, Raih Penghargaan TJSL 2026 Komitmen Perkuat Tata Kelola dan Kepatuhan Hukum, IPCM Teken Kerja Sama dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara

PERON

KAI: Kereta Api Ekonomi Jadi Pilihan Utama Masyarakat, Dukung Mobilitas dan Perputaran Ekonomi Jelang Lebaran

badge-check


 KAI: Kereta Api Ekonomi Jadi Pilihan Utama Masyarakat, Dukung Mobilitas dan Perputaran Ekonomi Jelang Lebaran Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api menjelang periode Angkutan Lebaran 2026. Hingga awal Maret 2026, sebanyak 600.383 tiket kereta api jarak jauh telah terjual untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026 dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir.

Dari jumlah tersebut, kereta api kelas ekonomi menjadi pilihan utama masyarakat dengan penjualan mencapai 378.324 tiket, sementara kelas eksekutif tercatat sebanyak 211.566 tiket. Tingginya minat terhadap kereta api ekonomi menunjukkan bahwa moda transportasi berbasis rel masih menjadi pilihan masyarakat karena menawarkan tarif yang terjangkau dengan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa kereta api ekonomi menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh dengan biaya yang efisien.

“Kereta api ekonomi masih menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan tarif yang terjangkau dengan tingkat keamanan dan kenyamanan perjalanan yang terus kami jaga. Moda transportasi ini tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga turut mendorong pergerakan ekonomi antar daerah,” ujar Franoto, Kamis (5/3/2026).

Okupansi KA Ekonomi PSO Sangat Tinggi

Pada kategori kereta api ekonomi bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO), tingkat okupansi tercatat sangat tinggi yaitu 93 persen, dengan 74.055 tiket telah terjual. Tingginya okupansi ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang terjangkau.

Beberapa kereta api ekonomi PSO yang menjadi favorit masyarakat dan berangkat dari Stasiun Pasar Senen antara lain:
– KA Bengawan dengan tarif sekitar Rp74.000
– KA Airlangga dengan tarif sekitar Rp104.000
– KA Serayu dengan tarif sekitar Rp67.000
– KA Cikuray dengan tarif Rp.45.000

Franoto menambahkan bahwa tarif yang terjangkau pada kereta ekonomi PSO merupakan bagian dari dukungan pemerintah melalui skema subsidi layanan transportasi publik guna memastikan masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan dengan biaya yang lebih ringan.

“Program PSO yang diberikan pemerintah merupakan bentuk keberpihakan pada transportasi publik yang terjangkau bagi masyarakat. Dengan tarif yang relatif murah, masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan jauh secara aman dan nyaman menggunakan kereta api,” jelasnya.

Meski tingkat pemesanan cukup tinggi, masyarakat masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan tiket kereta ekonomi PSO. Hingga saat ini masih tersedia sekitar 7.000 tempat duduk untuk periode keberangkatan 23 Maret hingga 1 April 2026.

Diskon 30 Persen untuk KA Ekonomi Komersial

Sementara itu, pada kereta api ekonomi komersial tercatat 304.269 tiket telah dipesan dengan tingkat okupansi sekitar 67 persen dari total kapasitas yang tersedia. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan adanya program stimulus ekonomi dari pemerintah berupa potongan tarif hingga 30 persen untuk kereta api ekonomi komersial yang berlaku pada periode keberangkatan 14 Maret hingga 29 Maret 2026.

Dengan adanya diskon tersebut, tarif perjalanan menjadi semakin terjangkau. Sebagai contoh untuk keberangkatan 24 Maret 2026:
– Perjalanan Jakarta – Yogyakarta menggunakan KA Bogowonto sekitar Rp245.000
– Tujuan Semarang menggunakan KA Kertajaya sekitar Rp196.000
– Tujuan Surabaya menggunakan KA Jayakarta sekitar Rp273.000

Pada periode 14 Maret hingga 29 Maret 2026, masih tersedia sekitar 85.726 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat yang berencana melakukan perjalanan menggunakan kereta api.

KA Favorit Keberangkatan Pasar Senen

Untuk keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen, sejumlah kereta api yang paling diminati masyarakat antara lain:

  • KA Bengawan
  • KA Airlangga
  • KA Serayu
  • KA Kertajaya
  • KA Jayakarta
  • KA Progo

Franoto menegaskan bahwa kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga konektivitas antar daerah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pada periode meningkatnya mobilitas seperti menjelang Lebaran.

“KAI terus berkomitmen menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan konektivitas yang luas serta tarif yang kompetitif, kereta api diharapkan dapat menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah,” tutup Franoto.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Volume Angkutan Retail KAI Meningkat, Tembus 146.617 Ton pada Januari-Juli 2026

8 Agustus 2026 - 04:27 WIB

KCIC Hadirkan 29 UMKM di Stasiun Whoosh, Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Akses Pasar

7 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Penumpang KA Lokal Bandung Raya Tembus 11,87 Juta pada Januari–Juli 2026, Naik 8,55 Persen

7 Agustus 2026 - 19:14 WIB

KAI Percepat Penguatan Keselamatan Perlintasan, Rekrutmen PJL Tarik 12.957 Pelamar

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Rencana MRT Bali bakal jadi ART, Ini Tantangannya

7 Agustus 2026 - 16:04 WIB

KAI Services Resmikan Kantor dan Gudang Regional 8 Surabaya, Perkuat Operasional dan Layanan Pelanggan

7 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Penumpang Whoosh Bisa Hemat hingga Rp1,5 Juta dengan Kartu Langganan

7 Agustus 2026 - 13:59 WIB

KAI Hemat 203,93 Juta Liter Air Sepanjang 2025, Penggunaan Turun 22,16 Persen

6 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 210,47 Juta pada Januari–Juli 2026, Meningkat 30,72 Persen

6 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Obligasi Rp5,2 Triliun Buka Babak Baru Biaya LRT Jakarta

6 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Trending di PERON