Menu

Mode Gelap
Jaga Rantai Pasok Jelang Lebaran, KAI Catat 42.405 Ton Angkutan Retail KAI Daop 1 Perkuat Pengawasan Jelang Angkutan Lebaran 2026, 895 Km Rel KA Dipantau Ketat KAI Daop 7 Madiun Operasikan Motis Lebaran 2026, Pendaftaran Dibuka hingga 29 Maret IPC TPK Wujudkan Mudik Aman, Nyaman, dan Inklusif Lewat Mudik Gratis Bersama Pelindo Group   Kunjungi PT Terminal Teluk Lamong, Dirut Pelindo Dorong Peningkatan Layanan dan Ekspansi Bisnis Ramadhan 1447 H: Pelindo Solusi Digital dan Forwahub Hadirkan Kepedulian bagi Anak Yatim

RAGAM

Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan

badge-check


 Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Pemerintah Desa Atu Payung telah mengusulkan relokasi rumah warga kepada pemerintah daerah menyusul meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman longsor dan banjir. Usulan relokasi tersebut mencakup 83 Kepala Keluarga (KK) dengan total 295 jiwa.

Kekhawatiran warga semakin memuncak setelah sering terdengar dentuman keras dari Bur (Gunung) Kera, sebuah gunung besar yang berada tepat di belakang permukiman Desa Atu Payung. Kondisi geografis desa yang berada di bawah bukit curam dinilai sangat rentan terhadap bencana alam, khususnya longsor dan banjir.

Kepala Desa Atu Payung, M. Ali, menegaskan bahwa kondisi ini merupakan ancaman serius bagi keselamatan warga. Oleh karena itu, pihak desa telah mengusulkan relokasi ke lokasi yang lebih aman.

“Harapan masyarakat agar relokasi ini segera direalisasikan, baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Lokasi relokasi yang telah ditentukan berada di Uyem Mude, sekitar 15 kilometer dari pemukiman lama dan dinilai jauh lebih aman dari ancaman longsor,” tegas M. Ali.

Meski demikian, M. Ali menjelaskan bahwa aktivitas bercocok tanam warga sebagian besar tetap akan dilakukan di lokasi lama. Menurutnya, kekhawatiran utama masyarakat saat ini terfokus pada potensi bahaya dari Gunung Kera.

Selain ancaman bencana, kondisi Desa Atu Payung hingga kini masih serba terbatas. Aliran listrik belum tersedia, sementara akses komunikasi hanya mengandalkan jaringan Starlink, yang jika terputus dikhawatirkan akan membuat desa kembali terisolasi.

Akses jalan darat juga belum sepenuhnya pulih. Saat ini, jalur transportasi baru dapat dilalui hingga Kampung Jamur Konyel, Kecamatan Bintang. Selebihnya, medan masih sulit dilalui akibat kondisi jalan yang rusak dan berat.

Masyarakat Desa Atu Payung berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret demi keselamatan dan keberlangsungan hidup warga di tengah ancaman bencana yang terus mengintai.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IPC TPK Wujudkan Mudik Aman, Nyaman, dan Inklusif Lewat Mudik Gratis Bersama Pelindo Group  

4 Maret 2026 - 11:33 WIB

Kunjungi PT Terminal Teluk Lamong, Dirut Pelindo Dorong Peningkatan Layanan dan Ekspansi Bisnis

4 Maret 2026 - 11:22 WIB

Ramadhan 1447 H: Pelindo Solusi Digital dan Forwahub Hadirkan Kepedulian bagi Anak Yatim

4 Maret 2026 - 11:09 WIB

2,7 Juta Pemudik Diproyeksikan Gunakan DAMRI, Tiket Mudik Lebaran Mulai Ramai Dipesan

3 Maret 2026 - 23:38 WIB

Raker 2026: Langkah Strategis PT Terminal Teluk Lamong Dorong Kolaborasi dan Inovasi

3 Maret 2026 - 22:46 WIB

Perkuat Layanan Maritim Global, SPJM Teken Kerja Sama Kemitraan Strategis dengan NORDEN A/S

3 Maret 2026 - 22:32 WIB

KNG Raya Cabang Bogor, Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama

3 Maret 2026 - 20:47 WIB

Upaya Pencegahan Narkotika, Citilink dan BNN Perkuat Sinergi

3 Maret 2026 - 09:47 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Forwahub Hadirkan Peduli Anak Yatim di Momen Ramadhan

2 Maret 2026 - 20:32 WIB

Kunjungi Terminal Teluk Lamong, Wali Kota Surabaya Pererat Kolaborasi Pengembangan Layanan Logistik

2 Maret 2026 - 16:55 WIB

Trending di ANJUNGAN