Menu

Mode Gelap
Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas KAI Perkuat Operasi dan Transformasi Bisnis Usai RUPS 2025, Bobby Rasyidin Paparkan Empat Arah Strategis Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

RAGAM

Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan

badge-check


 Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Pemerintah Desa Atu Payung telah mengusulkan relokasi rumah warga kepada pemerintah daerah menyusul meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman longsor dan banjir. Usulan relokasi tersebut mencakup 83 Kepala Keluarga (KK) dengan total 295 jiwa.

Kekhawatiran warga semakin memuncak setelah sering terdengar dentuman keras dari Bur (Gunung) Kera, sebuah gunung besar yang berada tepat di belakang permukiman Desa Atu Payung. Kondisi geografis desa yang berada di bawah bukit curam dinilai sangat rentan terhadap bencana alam, khususnya longsor dan banjir.

Kepala Desa Atu Payung, M. Ali, menegaskan bahwa kondisi ini merupakan ancaman serius bagi keselamatan warga. Oleh karena itu, pihak desa telah mengusulkan relokasi ke lokasi yang lebih aman.

“Harapan masyarakat agar relokasi ini segera direalisasikan, baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Lokasi relokasi yang telah ditentukan berada di Uyem Mude, sekitar 15 kilometer dari pemukiman lama dan dinilai jauh lebih aman dari ancaman longsor,” tegas M. Ali.

Meski demikian, M. Ali menjelaskan bahwa aktivitas bercocok tanam warga sebagian besar tetap akan dilakukan di lokasi lama. Menurutnya, kekhawatiran utama masyarakat saat ini terfokus pada potensi bahaya dari Gunung Kera.

Selain ancaman bencana, kondisi Desa Atu Payung hingga kini masih serba terbatas. Aliran listrik belum tersedia, sementara akses komunikasi hanya mengandalkan jaringan Starlink, yang jika terputus dikhawatirkan akan membuat desa kembali terisolasi.

Akses jalan darat juga belum sepenuhnya pulih. Saat ini, jalur transportasi baru dapat dilalui hingga Kampung Jamur Konyel, Kecamatan Bintang. Selebihnya, medan masih sulit dilalui akibat kondisi jalan yang rusak dan berat.

Masyarakat Desa Atu Payung berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret demi keselamatan dan keberlangsungan hidup warga di tengah ancaman bencana yang terus mengintai.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi

8 Juli 2026 - 15:02 WIB

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

8 Juli 2026 - 12:43 WIB

Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

8 Juli 2026 - 12:32 WIB

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

Trending di ANJUNGAN