Menu

Mode Gelap
Indra Adhari Rilis ‘Lima Tahun’ Dimomen HUT RI: September Rilis Single di Label Internasional Malaysia! AHY Inginkan Pimpinan Demokrat Yang Efektif Dan Berdampak Nyata Bagi Masyarakat  Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang Ingin Merdeka di Tanah Sendiri dengan Menolak Tambang Perusak Alam KAI Perkuat Safety at Scale di Tengah Pertumbuhan Pelanggan 8,32 Persen Dikpol di Bojonggede, Haji Fikri Kenalkan PKS sebagai Partai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Jakarta Butuh Hub Logistik

RAGAM

Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan

badge-check


 Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Pemerintah Desa Atu Payung telah mengusulkan relokasi rumah warga kepada pemerintah daerah menyusul meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman longsor dan banjir. Usulan relokasi tersebut mencakup 83 Kepala Keluarga (KK) dengan total 295 jiwa.

Kekhawatiran warga semakin memuncak setelah sering terdengar dentuman keras dari Bur (Gunung) Kera, sebuah gunung besar yang berada tepat di belakang permukiman Desa Atu Payung. Kondisi geografis desa yang berada di bawah bukit curam dinilai sangat rentan terhadap bencana alam, khususnya longsor dan banjir.

Kepala Desa Atu Payung, M. Ali, menegaskan bahwa kondisi ini merupakan ancaman serius bagi keselamatan warga. Oleh karena itu, pihak desa telah mengusulkan relokasi ke lokasi yang lebih aman.

“Harapan masyarakat agar relokasi ini segera direalisasikan, baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Lokasi relokasi yang telah ditentukan berada di Uyem Mude, sekitar 15 kilometer dari pemukiman lama dan dinilai jauh lebih aman dari ancaman longsor,” tegas M. Ali.

Meski demikian, M. Ali menjelaskan bahwa aktivitas bercocok tanam warga sebagian besar tetap akan dilakukan di lokasi lama. Menurutnya, kekhawatiran utama masyarakat saat ini terfokus pada potensi bahaya dari Gunung Kera.

Selain ancaman bencana, kondisi Desa Atu Payung hingga kini masih serba terbatas. Aliran listrik belum tersedia, sementara akses komunikasi hanya mengandalkan jaringan Starlink, yang jika terputus dikhawatirkan akan membuat desa kembali terisolasi.

Akses jalan darat juga belum sepenuhnya pulih. Saat ini, jalur transportasi baru dapat dilalui hingga Kampung Jamur Konyel, Kecamatan Bintang. Selebihnya, medan masih sulit dilalui akibat kondisi jalan yang rusak dan berat.

Masyarakat Desa Atu Payung berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret demi keselamatan dan keberlangsungan hidup warga di tengah ancaman bencana yang terus mengintai.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

AHY Inginkan Pimpinan Demokrat Yang Efektif Dan Berdampak Nyata Bagi Masyarakat 

30 Agustus 2026 - 23:31 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang Ingin Merdeka di Tanah Sendiri dengan Menolak Tambang Perusak Alam

30 Agustus 2026 - 23:12 WIB

Dikpol di Bojonggede, Haji Fikri Kenalkan PKS sebagai Partai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

30 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Suroto Ketua RW 06 Cengbar Jakbar: Bangun Kepedulian dan Kebersamaan Warga Dengan Semangat Kemerdekaan

30 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Pedang, Amanah, dan Marwah Linge

30 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Manusia Di Antara Dua Setan 

30 Agustus 2026 - 08:25 WIB

BNN Kabupaten Gianyar Meriahkan Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif, 50 Anggota Pramuka di Tes Urin

29 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports

29 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Sumber Air Baku IPA Kudu Menurun, Pelanggan PDAM di Semarang Diminta Siaga

29 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Dua Dekade Menghidupkan Kembali Suara Radio Rimba Raya

29 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Trending di RAGAM