Menu

Mode Gelap
Perkuat Standar Layanan dan Keselamatan Secara Berkelanjutan, DAMRI Tingkatkan Kompetensi Pengemudi di Berbagai Layanan Kemenhub Teken 2 Perjanjian Konsesi Strategis dengan PT Pelindo Dukung Kelancaran Logistik Wilayah, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Peran ASDP Ramaikan Forum Inabuyer 2026, Dorong UMKM Naik Kelas Pojok Baca Edukasi Polsek Kalibaru: Menumbuhkan Minat Baca dan Kepedulian Gizi Anak Sejak Dini Uhamka Perluas Kolaborasi Global melalui Diskusi Bareng Sofia University Bulgaria

RAGAM

Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan

badge-check


 Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Pemerintah Desa Atu Payung telah mengusulkan relokasi rumah warga kepada pemerintah daerah menyusul meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman longsor dan banjir. Usulan relokasi tersebut mencakup 83 Kepala Keluarga (KK) dengan total 295 jiwa.

Kekhawatiran warga semakin memuncak setelah sering terdengar dentuman keras dari Bur (Gunung) Kera, sebuah gunung besar yang berada tepat di belakang permukiman Desa Atu Payung. Kondisi geografis desa yang berada di bawah bukit curam dinilai sangat rentan terhadap bencana alam, khususnya longsor dan banjir.

Kepala Desa Atu Payung, M. Ali, menegaskan bahwa kondisi ini merupakan ancaman serius bagi keselamatan warga. Oleh karena itu, pihak desa telah mengusulkan relokasi ke lokasi yang lebih aman.

“Harapan masyarakat agar relokasi ini segera direalisasikan, baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Lokasi relokasi yang telah ditentukan berada di Uyem Mude, sekitar 15 kilometer dari pemukiman lama dan dinilai jauh lebih aman dari ancaman longsor,” tegas M. Ali.

Meski demikian, M. Ali menjelaskan bahwa aktivitas bercocok tanam warga sebagian besar tetap akan dilakukan di lokasi lama. Menurutnya, kekhawatiran utama masyarakat saat ini terfokus pada potensi bahaya dari Gunung Kera.

Selain ancaman bencana, kondisi Desa Atu Payung hingga kini masih serba terbatas. Aliran listrik belum tersedia, sementara akses komunikasi hanya mengandalkan jaringan Starlink, yang jika terputus dikhawatirkan akan membuat desa kembali terisolasi.

Akses jalan darat juga belum sepenuhnya pulih. Saat ini, jalur transportasi baru dapat dilalui hingga Kampung Jamur Konyel, Kecamatan Bintang. Selebihnya, medan masih sulit dilalui akibat kondisi jalan yang rusak dan berat.

Masyarakat Desa Atu Payung berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret demi keselamatan dan keberlangsungan hidup warga di tengah ancaman bencana yang terus mengintai.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JMSI Sulawesi Tengah Kecam Pernyataan Mantan Direktur RSUD Undata Yang Hina Jurnalis

6 Mei 2026 - 02:35 WIB

Kartunis Dorong Pameran “JAKARTUN” untuk HUT Jakarta ke-499

5 Mei 2026 - 13:46 WIB

Pase Raya Gelar Halal Bihalal, Pererat Warga Aceh Utara di Perantauan

5 Mei 2026 - 10:55 WIB

Massa Aksi Padati Gedung Gubernur Aceh, Tuntut Pencabutan Pergub JKA 2026

4 Mei 2026 - 23:46 WIB

Sinergi Pelindo Regional 4 – DPRD, Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

4 Mei 2026 - 22:40 WIB

Soliditas Jadi Kunci Bertahan Forwan

4 Mei 2026 - 13:20 WIB

Neno Warisman Diharapkan Perkuat Dukungan Negara dalam Pencanangan Bulan Ismail Marzuki

4 Mei 2026 - 11:19 WIB

Musda Demokrat Sulteng Segera Dilaksanakan, Talitti Paluge : Kolaborasi Figur Baru Memperkuat Kerja kerja Partai

4 Mei 2026 - 09:36 WIB

May Day dan Hari Kebebasan Pers, Koalisi Jurnalis Sulteng Soroti Ancaman Kebebasan Pers

4 Mei 2026 - 09:03 WIB

Halimah Munawir Luncurkan Podcast, Ruang Baru untuk Gagasan Lintas Bidang

3 Mei 2026 - 22:48 WIB

Trending di RAGAM