Menu ✖

Mode Gelap
Melalui Kolaborasi Bersama Stakeholders, Ditjen Hubdat Perkuat Budaya Keselamatan INKA Buka Suara soal KRL CLI-225 Bermasalah, Perbaikan Dipercepat KKP Salurkan 100 Ribu Benih Lele di Bantul, Dorong Ekonomi Masyarakat Kronologi Kematian Ayudiah di Ajang Porprov XVII Jateng 2026 IPCM Catat Pertumbuhan Pendapatan 5,33% hingga Kuartal III 2026 Kembali Terjadi, Atlet Meninggal di Ajang Porprov XVII Jateng 2026

Uncategorized

Jaga Rantai Pasok Jelang Lebaran, KAI Catat 42.405 Ton Angkutan Retail

badge-check


 Jaga Rantai Pasok Jelang Lebaran, KAI Catat 42.405 Ton Angkutan Retail Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume angkutan retail sebesar 42.405 ton pada periode Januari–Februari 2026. Capaian ini menjadi indikator pergerakan distribusi barang yang tetap terjaga di awal tahun, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan persiapan kebutuhan Ramadan hingga Lebaran.

Kinerja tersebut melanjutkan tren pertumbuhan dalam dua tahun terakhir. Sepanjang 2025, angkutan retail KAI mencapai 252.976 ton, meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 224.865 ton. Peningkatan ini menunjukkan peran transportasi berbasis rel dalam memperkuat rantai pasok antardaerah secara konsisten.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa layanan retail menjadi salah satu penggerak distribusi barang konsumsi, produk kebutuhan harian, hingga komoditas pendukung sektor perdagangan. Awal tahun merupakan fase penting bagi pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan stok sebelum memasuki periode permintaan tinggi.

Melalui pola pengiriman terjadwal dan kapasitas angkut yang terukur, kereta api membantu pelaku UMKM serta distributor menjaga kelancaran suplai. Kepastian waktu tempuh memberikan ruang perencanaan yang lebih presisi, sehingga arus barang dari sentra produksi ke pusat konsumsi dapat berjalan efisien.

Model bisnis angkutan retail KAI dijalankan melalui dua pendekatan yaitu business to business (B2B) dengan mitra logistik resmi, serta business to customer (B2C) yang memungkinkan masyarakat umum, termasuk UMKM mengirimkan barangnya melalui jaringan mitra KAI. Layanan ini kini terintegrasi dengan berbagai jasa ekspedisi, e-commerce fulfillment, dan pengiriman antarkota, sehingga pelaku usaha dapat menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya kompetitif.

Menjelang Lebaran, intensitas pergerakan barang cenderung meningkat seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat. Distribusi yang lancar berdampak pada stabilitas pasokan di pasar serta menjaga ritme aktivitas ekonomi di berbagai kota. Angkutan retail KAI hadir sebagai bagian dari sistem logistik yang menopang momentum tersebut.

Efisiensi biaya logistik juga menjadi faktor penting bagi pelaku usaha. Di sisi lain, distribusi berbasis kereta api turut mendukung pengurangan beban lalu lintas jalan raya.

Anne menambahkan bahwa KAI terus melakukan penyesuaian operasional agar kapasitas angkut tetap selaras dengan kebutuhan pasar sepanjang 2026. Koordinasi dengan mitra usaha diperkuat untuk menjaga keandalan layanan dan ketepatan waktu pengiriman.

Dengan realisasi 42.405 ton pada dua bulan pertama tahun ini serta tren peningkatan dari 224.865 ton pada 2024 menjadi 252.976 ton pada 2025, angkutan retail menunjukkan kontribusi yang terus berkembang terhadap perekonomian.

“Distribusi barang yang terjaga menjadi elemen penting dalam mendukung UMKM, perdagangan, serta kesiapan masyarakat menyambut Lebaran,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

INKA Buka Suara soal KRL CLI-225 Bermasalah, Perbaikan Dipercepat

28 Oktober 2026 - 17:16 WIB

IPCM Catat Pertumbuhan Pendapatan 5,33% hingga Kuartal III 2026

28 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Chairil Gibran Ramadhan Perjuangkan Film Biografi Ismail Marzuki

24 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Demonstrasi AMSR di Semarang Disertai Aksi Vandalisme

23 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Aksi Demo di Jakarta, KAI Pastikan Kereta dari Gambir Tetap Berangkat Sesuai Jadwal

20 Oktober 2026 - 10:48 WIB

​Seleksi Ketat! 60 Calon Kepala Sekolah di Fakfak Ikuti Pelatihan dan OJT Hingga 28 Oktober

19 Oktober 2026 - 10:09 WIB

KKP Segel Tambak Udang 7,71 Hektare di Karimunjawa, Ada Apa?

14 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Indonesia Raih Kenaikan Kuota Tuna Sirip Biru Selatan 25 Persen, Jadi 1.670 Ton per Tahun

12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

KKP Siapkan Produk Lele dan Nila Siap Masak untuk SPPG

10 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP

8 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Trending di Uncategorized