Wartatrans.com, ACEH — Sejumlah warga korban bencana mengeluhkan belum cairnya Dana Tunggu Hunian (DTH) yang dijanjikan pemerintah sejak mereka terdampak bencana pada 26 November 2025 lalu. Keluhan tersebut ramai disampaikan masyarakat melalui media sosial dan pesan berantai.
Dalam curhatan warga yang beredar pada 8 Mei 2026, masyarakat mengaku sudah beberapa kali menerima informasi bahwa dana akan cair setiap hari Senin. Namun hingga kini bantuan tersebut belum juga diterima.

“Sudah berapa kali dapat info cair uang hari Senin, tapi sampai hari ini rupanya belum cair apa pun,” tulis salah seorang warga dalam pesan yang beredar.
Warga mengaku kecewa karena selama berbulan-bulan pascabencana mereka bertahan hidup dari bantuan sesama masyarakat dan dana sedekah umat. Mereka menyebut belum pernah menerima pencairan bantuan pemerintah selain bantuan darurat dari masyarakat.
Dana Tunggu Hunian sendiri merupakan bantuan tunai dari pemerintah yang diberikan kepada korban bencana alam yang rumahnya rusak berat atau hanyut. Bantuan tersebut biasanya diberikan sebesar Rp600 ribu per bulan sambil menunggu proses pembangunan rumah kembali selesai.
Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait pencairan bantuan tersebut agar para korban dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di tengah kondisi yang masih sulit.
Mutia Sari sebagai aktivis kemanusiaan yang selama konsen membantu korban menyayangkan kelembanan pemerintah dalam memberikan bantuan.
“Kami berharap para pihak sigap menangani masalah korban bencana. Karena ini sudah lebih enam bulan, hal itu sangat berpengaruh terkait kelangsungan hidup mereka,” ungkap Mutia.*** (Jasa)

























