Menu

Mode Gelap
Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 1 Jakarta Buka Pemesanan hingga H+1 KAI Daop 1 Jakarta Gandeng Kejati DKI Jakarta Tangani Permasalahan Hukum dan Pengamanan Aset INACRAFT 2026 Dibuka, UMKM Pertamina Langsung Bukukan Penjualan Rp1,9 Miliar Satu Dekade Mengaspal Layani Jakarta, 120 Armada BRT DAMRI Purna Tugas dengan Kondisi Prima KSOP Cirebon Sosialisasi Kespel Sungai dan Danau di Situ Lengkong Panjalu Mungkinkah BBM di Indonesia Ramah Lingkungan?

EKOBIS

4 Tahun InJourney Perkuat Ekosistem Aviasi dan Pariwisata

badge-check


 Dirut InJourney Perbesar

Dirut InJourney

Wartatrans.com, JAKARTA – Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memasuki tahun keempat kehadirannya di Tanah Air.

Sejak dibentuk pada Januari 2022, InJourney menjalankan perjalanan transformasi yang berfokus pada penguatan fundamental anak perusahaan melalui integrasi aset, penguatan tata kelola operasional dan manajerial, serta peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.

“Upaya tersebut membuahkan pencapaian penting berupa profitabilitas grup secara menyeluruh, yang dicapai melalui pendekatan kolaboratif berbasis gotong royong, didukung sinergi erat dengan Pemerintah dan para pemangku kepentingan,” papar Direktur Utama InJourney Maya Watono di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Empat tahun kehadiran InJourney menurutnya, telah memberikan arti yang besar pada perekonomian Indonesia.

Sebagai satu-satunya holding yang tidak hanya fokus satu bisnis grup, InJourney juga bangga karena, keberadaannya diresmikan oleh Presiden yang kala itu Joko Widodo.

Melalui pilar-pilar bisnis, InJourney terus menciptakan berbagai pengungkit yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, InJourney diharapkan terus menjadi katalis masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kontribusi GDP 4,1% – 6% hingga 2029.

InJourney mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis lintas portofolio, termasuk transformasi bandara dan peningkatan konektivitas udara, pengembangan destinasi budaya dan edukasi seperti Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah, pembangunan International Medical Tourism di KEK Sanur, serta pengembangan Mandalika dan Golo Mori.

Melalui Sarinah, InJourney juga konsisten membawa karya terbaik Indonesia ke panggung global.

“Rangkaian inisiatif ini berkontribusi pada peningkatan kinerja korporasi, yang tercermin dari posisi InJourney sebagai perusahaan ke-43 terbesar di Indonesia,” ungkapnya.

InJourney semakin menegaskan perannya dalam menjadikan aviasi dan pariwisata sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional.

Capaian ini menjadi fondasi bagi InJourney untuk menjalankan peran ganda secara seimbang, yakni sebagai pencipta nilai (value creation) dan agen pembangunan (agent of development), melalui transformasi yang tidak hanya memperkuat kinerja internal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional, sektor aviasi dan pariwisata, serta kesejahteraan masyarakat melalui sinergi dengan para pemangku kepentingan.

“Transformasi bisnis yang dilakukan selama empat tahun terakhir telah menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun InJourney menjadi sebuah BUMN yang transparan dan akuntabel, serta mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” kata dia.

Ke depan, InJourney akan melanjutkan transformasi ini, dengan tetap adaptif untuk menyesuaikan dengan berbagai perubahan yang sangat cepat, seperti yang terjadi pada masa saat ini.

“Kami berharap seluruh prakarsa InJourney, dengan dukungan penuh para pemangku kepentingan, mampu menciptakan nilai yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujar Maya.

Memasuki tahun keempat perjalanannya, InJourney menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan sebagai arah utama transformasi.

Selaras dengan tema “InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia”, keberlanjutan diposisikan sebagai kerangka berpikir dan bertindak dalam setiap inisiatif jangka panjang, menjadikan pariwisata sebagai investasi lintas generasi yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan sosial, serta membangun pijakan hijau bagi masa depan Indonesia.

Komisaris Utama InJourney, Iwan Setyawan menjelaskan, tema tahun ini merefleksikan arah strategi holding dalam menghadirkan pengalaman pariwisata yang bernilai dan berkesan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Dengan adanya InJourney, melalui integrasi ekosistem pariwisata nasional, InJourney menyatukan atraksi, aksesibilitas, dan amenitas dalam satu orkestrasi yang saling menguatkan,” ucapnya.

“Pariwisata tidak cukup hanya dikelola, tetapi harus dikaryakan. Karena berkarya adalah tentang menciptakan pengalaman, memberi makna, dan meninggalkan dampak. InJourney harus menjadi contoh bahwa pariwisata yang baik adalah pariwisata yang mengangkat martabat dan kesejahteraan masyarakat setempat.”

Dia menegaskan bahwa pariwisata yang hebat harus tumbuh seiring dengan komitmen kuat terhadap pelestarian alam dan budaya.

Menurutnya, keberlanjutan bukan pilihan, melainkan fondasi utama pariwisata Indonesia. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

INACRAFT 2026 Dibuka, UMKM Pertamina Langsung Bukukan Penjualan Rp1,9 Miliar

5 Februari 2026 - 18:09 WIB

Mungkinkah BBM di Indonesia Ramah Lingkungan?

5 Februari 2026 - 16:21 WIB

Catatan Halimah Munawir: Berpuisi di Bawah Langit Mesir – Montazah, Senja, dan Jejak Magis Peradaban Kuno

5 Februari 2026 - 10:21 WIB

Catatan Halimah Munawir: Menyapa Sunyi Para Raja 22 Mumi di Museum Nasional Peradaban Mesir

5 Februari 2026 - 07:47 WIB

Menpar: Kinerja Pariwisata 2025 Tumbuh Positif dan Lampaui Target

5 Februari 2026 - 06:37 WIB

Trending di EKOBIS