Menu

Mode Gelap
Abu Mudi: Hidupkan Pengajian hingga ke Desa-desa KAI Layani 554.407 Pelanggan Selama Tiga Hari Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus KAI Commuter Amankan Terduga Pelaku Pencurian Kabel Rel di Tanah Abang Ada Pekerjaan Perbaikan Geometri Jalan Rel, KAI Daop 1 Jakarta Imbau Pengguna Jalan Hindari JPL 14 dan Gunakan Jalur Alternatif Kartunis Imam Yunni Akan Meriahkan Pameran JAKARTUN Itab Purnama Diserbu 93 Ribu Komentar Usai Tampil di Band Academy Indosiar

WISATA

Menpar Paparkan Arah Baru Pariwisata Indonesia

badge-check


 Menpar Perbesar

Menpar

Wartatrans.com, JAKARTA – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memaparkan capaian dan arah pengembangan pariwisata Indonesia.

Hal itu disampaikannya kannya di hadapan Harvard Indonesian Student Association (HISA), organisasi mahasiswa resmi Universitas Harvard yang mewadahi mahasiswa Indonesia serta peminat studi tentang Indonesia.

Dalam forum bertajuk “Leaders’ Meeting: Beyond Destinations – Reimagining Indonesia’s Tourism Future” yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (20/1/2026), Menpar menekankan kekayaan fundamental Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, keanekaragaman hayati yang luar biasa, serta lebih dari 6.100 desa wisata yang menawarkan tradisi dan kearifan lokal.

Lima di antaranya telah diakui sebagai desa wisata terbaik dunia oleh UN Tourism.

Indonesia juga memiliki 12 UNESCO Global Geopark, 10 Situs Warisan Dunia, dan 16 warisan budaya takbenda yang tercatat di UNESCO.

“Hal ini menegaskan bahwa pariwisata Indonesia bukan sekadar tentang satu destinasi, melainkan sebuah ekosistem yang terbentang dalam berbagai lapisan geografi, budaya, alam, dan masyarakatnya,” ungkap Menpar.

Dia menjelaskan, pemerintah saat ini memfokuskan pembangunan pada pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal di 13 destinasi utama yang terdiri atas 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan tiga Destinasi Regeneratif.

Di saat yang sama, ruang tetap dibuka bagi pemerintah daerah dan pelaku industri untuk memimpin pengembangan destinasi lainnya secara mandiri.

“Visi kami tidak hanya menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan memastikan peluang yang adil bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Sepanjang 2025, sektor pariwisata mencatat kinerja solid. Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 13,98 juta pada periode Januari–November 2025 dan diproyeksikan menyentuh 15,34 juta kunjungan pada akhir Desember, melampaui target batas atas sebesar 15 juta kunjungan.

Rata-rata pengeluaran per kunjungan wisatawan internasional meningkat menjadi 1.259 dolar AS pada tiga kuartal pertama 2025, melampaui target 1.220 dolar AS.

“Dampaknya, penerimaan devisa pariwisata tercatat sebesar 13,82 miliar dolar AS dan diproyeksikan menembus 18,53 miliar dolar AS pada akhir tahun,” tutur dia.

Sektor ini juga menjadi motor penciptaan lapangan kerja dengan menyerap 25,91 juta tenaga kerja per Agustus 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi 26,53 juta pada 2026.

Menpar secara transparan memaparkan posisi Indonesia di tingkat ASEAN. Dari sisi jumlah kunjungan absolut pada periode Januari–November 2025, Indonesia menempati peringkat kelima.

Tantangan utama yang dihadapi antara lain tingginya brand awareness negara tetangga, seperti Thailand melalui diplomasi kuliner globalnya, serta kebijakan visa Indonesia yang relatif lebih ketat.

Namun, dari sisi pertumbuhan, Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di kawasan.

Dia juga menekankan pentingnya penggunaan data yang adil dalam perbandingan kinerja antarnegara.

“Bila kita membandingkan dengan Malaysia, misalnya, kita perlu mengecualikan data ekskursionis, yakni pelancong yang hanya melintas singkat untuk kebutuhan harian. Dengan perbandingan yang setara, pertumbuhan Indonesia sangat kompetitif,” imbuhnya.

Menyongsong 2026, Kementerian Pariwisata mengkurasi lima program unggulan, yakni penguatan keamanan pariwisata, peningkatan skala dan kualitas desa wisata, pengembangan Paket Wisata Tematik, penguatan program Event by Indonesia, serta Tourism 5.0 melalui pemanfaatan teknologi.

Selain gastronomi, wisata kesehatan (wellness), dan bahari, pengembangan kini merambah sektor seni, desain, dan tekstil untuk memperluas daya tarik bagi segmen wisatawan menengah ke atas (high-end travelers).

Meski mencatat pertumbuhan positif, Menpar juga menyoroti sejumlah tantangan fundamental. Pertama, konektivitas.

Sebagai negara kepulauan, akses udara dan laut menjadi kunci. Pemerintah mengupayakan penyesuaian harga tiket domestik agar lebih kompetitif melalui tinjauan regulasi, pemberian insentif, serta penambahan armada pesawat yang sempat berkurang pascapandemi.

Kedua, kebijakan visa. Pemerintah menyeimbangkan antara pendapatan langsung dari biaya visa dan manfaat ekonomi jangka panjang dari kebijakan bebas visa agar Indonesia tetap kompetitif di kawasan ASEAN.

Ketiga, pengelolaan lingkungan dan keamanan. Penanganan sampah di destinasi menjadi prioritas untuk menjaga citra pariwisata, sementara standar operasional prosedur (SOP) wisata alam dan bahari terus diperketat.

Keempat, manajemen pengunjung. Upaya pencegahan kepadatan berlebih dilakukan untuk melindungi lingkungan dan memastikan praktik pariwisata yang etis.

Kelima, ketersediaan tenaga kerja pariwisata bersertifikat. Pemerintah menggencarkan program upskilling tahunan guna mencetak tenaga kerja yang siap bersaing di tingkat global.

“Saat ini kami melaksanakan program upskilling tahunan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pariwisata,” ujarnya Menpar.

Dia optimistis, dengan kolaborasi lintas sektor, pariwisata Indonesia akan tumbuh sebagai sektor berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat.

“Pariwisata harus menjadi kekuatan bersama yang menghadirkan kesejahteraan dan kebanggaan nasional,” tutupnya.

Turut mendampingi Menteri Pariwisata dalam kegiatan tersebut, Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini serta Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini Mohamad Paham. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wajah Baru Malabar, Kemitraan Strategis Nimo Highland Hidupkan Wisata Pangalengan

16 Mei 2026 - 13:57 WIB

Danau Lut Tawar, “Swiss Indonesia” yang Terancam Pudar

14 Mei 2026 - 18:45 WIB

Libur Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, ASDP Perkuat Akses Wisata Danau Toba

13 Mei 2026 - 17:47 WIB

Sambut Long Weekend, DAMRI Siapkan Lebih dari 50 Ribu Kursi AKAP dan Beragam Kemudahan Pemesanan Tiket

13 Mei 2026 - 14:05 WIB

Sambut Waisak di Borobudur, Hotel InJourney Hospitality bisa jadi Pilihan Akomodasi Menarik

12 Mei 2026 - 11:54 WIB

2 Direktur InJourney Hospitality Sabet Penghargaan Dewi BUMN

11 Mei 2026 - 21:43 WIB

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

27 April 2026 - 18:07 WIB

Korsel Berlakukan Travel Warning ke Bali, Peran Kemenpar Disoroti

15 April 2026 - 08:41 WIB

Syahmudrian Lubis jadi Dirut Baru Ancol

15 April 2026 - 08:14 WIB

Wow, Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah Ke-2 di Dunia

14 April 2026 - 09:54 WIB

Trending di EKOBIS