Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

WISATA

Catatan Halimah Munawir: Menyapa Sunyi Para Raja 22 Mumi di Museum Nasional Peradaban Mesir

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Menyapa Sunyi Para Raja 22 Mumi di Museum Nasional Peradaban Mesir Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Mendengar kabar tentang terbaringnya 22 mumi kerajaan di Museum Nasional Peradaban Mesir (National Museum of Egyptian Civilization/NMEC), nyaliku menciut. Ada getar yang sulit dijelaskan—antara rasa ingin tahu, kagum, dan ketakutan yang samar. Meski banyak kisah menyebutkan bahwa ruang penyimpanan mumi di museum itu justru tercium keharuman khas Mesir—perpaduan aroma kayu, rempah pedas, manis, dan damar—tetap saja bayangan ruang dingin dan sunyi membuat bulu kuduk berdiri.

Keraguan itu kian terasa ketika kakiku telah sampai di depan pintu masuk galeri mumi. Sunyi yang tertata, cahaya yang diredupkan, dan kesadaran bahwa di balik pintu itu terbaring jasad-jasad manusia yang hidup ribuan tahun silam, membuat langkah seolah tertahan. Akhirnya, aku memilih berhenti. Aku tidak melangkah masuk, melainkan terpaku di depan sebuah layar besar di sisi kanan pintu.

Di layar itu diputar dokumentasi peristiwa bersejarah yang begitu spektakuler: pemindahan mumi-mumi para raja dan ratu Mesir kuno dari Museum Mesir di Lapangan Tahrir menuju NMEC di Fustat, Kairo, pada tahun 2021. Peristiwa tersebut dikenal dunia sebagai The Pharaohs’ Golden Parade—sebuah arak-arakan megah yang bukan sekadar pemindahan artefak, melainkan pernyataan peradaban.

Pemerintah Mesir mengemas prosesi itu dengan kehormatan luar biasa. Setiap mumi diangkut menggunakan kendaraan khusus, dirancang menyerupai kereta kerajaan, lengkap dengan pengamanan berlapis dan iringan musik yang menggugah rasa takzim. Nama-nama besar seperti Ramses II, Hatshepsut, dan Seqenenre Tao disebut satu per satu, seolah mereka bukan jasad mati, melainkan tokoh agung yang kembali disambut bangsanya.

Dari layar itu aku menyadari, mumi-mumi tersebut bukanlah sekadar objek wisata atau sisa jasad masa lalu. Mereka adalah saksi bisu perjalanan panjang manusia dalam memahami kehidupan, kematian, dan keabadian. Mesir kuno memandang kematian bukan sebagai akhir, melainkan gerbang menuju kehidupan lain. Karena itulah tubuh dirawat, dibalsem, dan dijaga dengan ritual yang sarat makna spiritual.

Aku pun berdiri lama di sana, menonton dengan perasaan campur aduk. Ada rasa hormat, ada rasa kecil sebagai manusia hari ini, dan ada perenungan mendalam tentang waktu. Ribuan tahun berlalu, dinasti runtuh, peradaban silih berganti, namun jasad-jasad itu masih “hadir”, mengingatkan bahwa kejayaan dunia selalu bersifat sementara.

Aku tidak masuk ke ruang mumi hari itu. Namun mungkin, justru dari ambang pintu itulah aku mendapat pelajaran paling bermakna: bahwa sejarah tidak selalu harus disentuh secara fisik untuk dipahami. Kadang, cukup disapa dengan rasa takzim, dari jarak yang memberi ruang bagi hati untuk merenung.***

Mesir 2026

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Yanuar Cecar Eks Kalapas Cibinong: Sofa hingga AC Hilang, Siapa yang Perintah?

30 September 2026 - 12:34 WIB

Dari 10 Jamaah Menjadi 651, Majelis Taklim Ar Rahmah Rangkul Jemaah Syiar Islam Bersama

30 September 2026 - 12:19 WIB

Trending di RAGAM