Menu

Mode Gelap
Evakuasi Ibu Hamil di Tengah Bencana, Bayi Lahir Selamat di RSUD Datu Beru Takengon KAI Daop 1 Jakarta Siapkan 158.959 Kursi Selama Libur Panjang Isra Miraj Sambut Libur Panjang Isra’ Mi’raj, KAI Daop 6 Kerahkan KA Tambahan KAI Siapkan 649.780 Tempat Duduk pada Libur Panjang Isra Mikraj, Mobilitas Liburan Kian Lancar Perlindungan Konsumen Penerbangan Butuh Revolusi Regulasi Kementerian-KP Bongkar Impor 99 Ton Ikan Ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok

RAGAM

50 Warga Terjebak Banjir Luapan Krueng Peusangan di Bireuen, Sinyal Terputus dan Bantuan Mendesak

badge-check


					50 Warga Terjebak Banjir Luapan Krueng Peusangan di Bireuen, Sinyal Terputus dan Bantuan Mendesak Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Sekitar 50 warga Desa Pantee Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, dilaporkan terjebak banjir luapan Sungai Krueng Peusangan sejak Rabu (26/11/2025) dini hari. Hingga Kamis (27/11/2025) pukul 03.04 WIB, warga masih terisolasi total tanpa akses keluar, listrik padam, serta jaringan seluler dan internet yang sepenuhnya terputus.

Informasi ini disampaikan melalui pesan darurat oleh Sayed Chairul Raziq Al Aydrus, Ketua BFLF Bireuen sekaligus salah satu korban yang saat ini bersama puluhan warga bertahan di lantai dua sebuah rumah terbengkalai di Dusun Teupin Seulanga, Desa Pantee Lhong. Lokasi tempat mereka bertahan berada di bagian ujung desa, berjarak sekitar 10–15 meter dari bibir sungai, dekat komplek rumah keluarga Sayed & Syarifah.

Dalam laporan tersebut, terdapat sekitar 50 jiwa yang mengungsi dalam kondisi darurat, terdiri dari 6 lansia,  1 orang sakit stroke,  5 remaja sakit demam, beberapa warga mengalami gatal-gatal, 1 bayi, 1 ibu menyusui, 4 balita, 15 anak-anak, sisaanya remaja dan dewasa.

Warga menyebut stok makanan hanya cukup untuk bertahan sekitar satu hari, dan tidak ada kesempatan menyiapkan perbekalan karena air naik secara tiba-tiba.

Banjir mulai datang dengan cepat sekitar pukul 04.30 WIB, Rabu (26/11). Air terus meninggi hingga mencapai lebih dari 2 meter dari permukaan tanah dengan arus sangat deras, menenggelamkan sebagian besar rumah warga dan menutup seluruh akses keluar desa.

“Kami terjebak, tidak bisa ke mana-mana. Mohon bantuan untuk evakuasi ke titik aman atau bantuan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan lainnya,” tulis Sayed dalam pesan darurat tersebut.

Karena seluruh jaringan komunikasi mati—meliputi Telkomsel, XL, Axis, IM3, dan internet—warga berupaya menyebarkan pesan darurat ini dengan harapan pesan dapat terkirim ketika sinyal muncul sesaat. Mereka berharap siapapun yang menerima pesan ini dapat meneruskan kepada pihak berwenang.

Permohonan Bantuan Segera. Warga meminta perhatian dan aksi cepat dari: BPBD Bireuen, Basarnas Aceh, TNI/Polri, Relawan kemanusiaan, Pemerintah Kabupaten Bireuen, siapapun yang mampu menjangkau lokasi dengan perahu atau peralatan evakuasi. *** (Jasa/Mutia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Evakuasi Ibu Hamil di Tengah Bencana, Bayi Lahir Selamat di RSUD Datu Beru Takengon

14 Januari 2026 - 06:58 WIB

Pelindo Hadir di Tengah Banjir Tanjung Priok, Ringankan Beban Warga Lewat Bantuan Pangan

13 Januari 2026 - 16:47 WIB

Polsek Kawasan Muara Baru Sigap Bantu Warga Terdampak Genangan Rob dan Hujan

13 Januari 2026 - 16:39 WIB

KIP Perintahkan KPU Memberikan Informasi Salinan Ijasah Sarjana Jokowi ke Publik

13 Januari 2026 - 14:36 WIB

BPS Provinsi Kalbar Rilis Gambaran Terkini Kondisi Ketenagakerjaan

13 Januari 2026 - 14:32 WIB

Trending di RAGAM