Menu

Mode Gelap
Pelanggan KA Makassar–Parepare Tumbuh 27,82 Persen, Siap Layani Mobilitas Lebaran 2026 di Indonesia Timur KAI Daop 1 Jakarta Ingatkan Ketentuan Pembatalan dan Reschedule Tiket Jelang Mudik Lebaran Penutupan Wilayah Udara Timur Tengah Masuki Hari Ketiga, Operasional Bandara Soetta Stabil Rakor Lintas Sektor, Samakan Persepsi dan Perkuat Kesiapsiagaan Angkutan Lebaran Penjualan Tiket Lebaran 2026 Tembus 2 Juta, Kereta Ekonomi Kerakyatan Jadi Favorit Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok

PERON

Aceh Tamiang Masih Terisolir, Bantuan Tidak Ada!

badge-check


 Aceh Tamiang Masih Terisolir, Bantuan Tidak Ada! Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang selama hampir sepekan membuat warga terdampak terus kekurangan pasokan makanan dan air bersih.

Hingga Senin (1/12/2025) malam, genangan air masih tersisa di sebagian titik dan warga banyak kehilangan tempat tinggal. Ribuan warga masih terisolir karena listrik padam dan sinyal komunikasi terputus.

Beberapa warga menginformasikan kondisinya dengan memanfaatkan sinyal wifi satelit. Awang menginformasikan bahwa warga yang bertahan saat ini kekurangan pasokan makanan.

“Untuk saat ini yang paling dibutuhkan darurat makanan juga minuman. Sudah gawat ini makanan susah dan enggak ada,” kata Iwang saat membagikan pesan WA dalam statusnya.

Iwang mengaku keluarganya aman karena berada di dataran yang tinggi, namun daerahnya banyak pengungsi dari kampung lain. Dia juga menceritakan bahwa terdapat kampung yang tidak ada lagi bangunan rumah lantaran habis dibawa air banjir yang dahsyat.

“Kampung Kota Lintang, rata semua habis. Kede Besi semua habis. Tinggi sekali airnya. Jembatan Kualasimpang tu sampai di dijembatan yang lama itulah airnya,” ceritanya.

Iwang berharap adanya bantuan dapur umum dan pasokan makanan hingga air bersih untuk para warga terdampak. Masalah kebutuham lain Iwang mengaku juga diperlukan namun yang terpenting ialah makanan, mengingat bencana ini sudah sepekan di alami masyarakat di sana.

“Banyak anak-anak, lansia, wanita juga ibu hamil saat ini menjadi korban bencana tersebut. Semua butuh bantuan secepat mungkin.”

Untuk akses ke Aceh Tamiang, Awang meberi tahu, bahwa ada beberapa jalan yang masih putus dan ada jalan alternatif namun tidak bisa dilalui oleh kendaraan pribadi.

Banjir ini, banyak warga dari luar Aceh mengkhawatirkan nasip keluarganya yang terkena bencana karena tidak adanya sinyal komunikasi. Sudah sepekan mereka hilang kabar dan terus berharap dari doa yang selalu dipanjatkan.

Banyak yang menanti berharap dari gerak cepat pemerintah, semua butuh perbaikan segera pulih kembali. (****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelanggan KA Makassar–Parepare Tumbuh 27,82 Persen, Siap Layani Mobilitas Lebaran 2026 di Indonesia Timur

2 Maret 2026 - 22:46 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Ingatkan Ketentuan Pembatalan dan Reschedule Tiket Jelang Mudik Lebaran

2 Maret 2026 - 22:21 WIB

Rakor Lintas Sektor, Samakan Persepsi dan Perkuat Kesiapsiagaan Angkutan Lebaran

2 Maret 2026 - 22:05 WIB

Penjualan Tiket Lebaran 2026 Tembus 2 Juta, Kereta Ekonomi Kerakyatan Jadi Favorit

2 Maret 2026 - 22:00 WIB

Kuliner Kereta Hadirkan Menu Takjil Khusus Berbuka Puasa Selama Ramadan

2 Maret 2026 - 16:16 WIB

574 Ribu Tiket Lebaran 2026 Terjual dari Gambir dan Pasar Senen, 86 Ribu Kursi Masih Tersedia

2 Maret 2026 - 15:11 WIB

Menko PMK: Keselamatan Pemudik Prioritas Utama

2 Maret 2026 - 14:18 WIB

KCIC Luncurkan Whoosh Prepaid Voucher, Solusi Perjalanan Fleksibel untuk Personal dan Korporasi

2 Maret 2026 - 12:14 WIB

Ingin Mudik Motor Gratis? DJKA Buka Pendaftaran Mulai Hari ini

1 Maret 2026 - 15:32 WIB

564 Ribu Tiket Angkutan Lebaran 2026 dari Daop 1 Jakarta Terjual, 89 Ribu Kursi Pra-Lebaran Masih Tersedia

1 Maret 2026 - 14:55 WIB

Penumpang KA ramai di Stasiun Pasar Senen.
Trending di PERON