Menu

Mode Gelap
Eks Bassist Zivilia Gabung The Orion, Formasi Baru Siap Tancap Gas dengan Tiga Single Bupati Banggai Mangkir Lagi, PTUN Palu Siapkan Tahapan Eksekusi 6 Kades KGP Menyusuri Pelosok Gayo, dari Pipa Air hingga Seragam Pramuka Pelaku Usaha Makin Selektif Pilih Mal MK Pulihkan Aturan Anti-Evergreening, Batasi Celah Perpanjangan Paten Obat Stasiun Karet Ditutup Mulai 1 September, Penumpang KRL Dialihkan ke BNI City

PERON

Aceh Tamiang Masih Terisolir, Bantuan Tidak Ada!

badge-check


 Aceh Tamiang Masih Terisolir, Bantuan Tidak Ada! Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang selama hampir sepekan membuat warga terdampak terus kekurangan pasokan makanan dan air bersih.

Hingga Senin (1/12/2025) malam, genangan air masih tersisa di sebagian titik dan warga banyak kehilangan tempat tinggal. Ribuan warga masih terisolir karena listrik padam dan sinyal komunikasi terputus.

Beberapa warga menginformasikan kondisinya dengan memanfaatkan sinyal wifi satelit. Awang menginformasikan bahwa warga yang bertahan saat ini kekurangan pasokan makanan.

“Untuk saat ini yang paling dibutuhkan darurat makanan juga minuman. Sudah gawat ini makanan susah dan enggak ada,” kata Iwang saat membagikan pesan WA dalam statusnya.

Iwang mengaku keluarganya aman karena berada di dataran yang tinggi, namun daerahnya banyak pengungsi dari kampung lain. Dia juga menceritakan bahwa terdapat kampung yang tidak ada lagi bangunan rumah lantaran habis dibawa air banjir yang dahsyat.

“Kampung Kota Lintang, rata semua habis. Kede Besi semua habis. Tinggi sekali airnya. Jembatan Kualasimpang tu sampai di dijembatan yang lama itulah airnya,” ceritanya.

Iwang berharap adanya bantuan dapur umum dan pasokan makanan hingga air bersih untuk para warga terdampak. Masalah kebutuham lain Iwang mengaku juga diperlukan namun yang terpenting ialah makanan, mengingat bencana ini sudah sepekan di alami masyarakat di sana.

“Banyak anak-anak, lansia, wanita juga ibu hamil saat ini menjadi korban bencana tersebut. Semua butuh bantuan secepat mungkin.”

Untuk akses ke Aceh Tamiang, Awang meberi tahu, bahwa ada beberapa jalan yang masih putus dan ada jalan alternatif namun tidak bisa dilalui oleh kendaraan pribadi.

Banjir ini, banyak warga dari luar Aceh mengkhawatirkan nasip keluarganya yang terkena bencana karena tidak adanya sinyal komunikasi. Sudah sepekan mereka hilang kabar dan terus berharap dari doa yang selalu dipanjatkan.

Banyak yang menanti berharap dari gerak cepat pemerintah, semua butuh perbaikan segera pulih kembali. (****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Stasiun Karet Ditutup Mulai 1 September, Penumpang KRL Dialihkan ke BNI City

31 Agustus 2026 - 21:44 WIB

KAI Commuter Integrasikan Stasiun Karet-BNI City mulai 1 September

31 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Pengguna Capai 242,9 Juta, KAI Commuter Perkuat Integrasi Stasiun dan Antarmoda

31 Agustus 2026 - 20:41 WIB

Pelayanan dengan Hati Bawa Prama KAI Services Iwan Kurniawan Raih SPARK Agustus 2026

31 Agustus 2026 - 20:11 WIB

KAI Perkuat Safety at Scale di Tengah Pertumbuhan Pelanggan 8,32 Persen

30 Agustus 2026 - 21:46 WIB

KAI Percepat Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang, 145 Titik Sudah Terealisasi

29 Agustus 2026 - 17:59 WIB

Stasiun Karet dan BNI City Mulai Diintegrasikan, Layanan Penumpang KRL Dialihkan

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

KAI Siapkan Transformasi Menuju World-Class Railway Operator 2030

29 Agustus 2026 - 14:40 WIB

KAI Siapkan Transformasi Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi

28 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa melalui Voice of Customer

28 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Trending di ANJUNGAN