Menu ✖

Mode Gelap
Pahami AI Orchestration, Endatoe Foundation Gelar Webinar Edukasi AI untuk Generasi Muda Jumlah Marine Inspector Kemenhub Bertambah 90 Personel Satresnarkoba Polres Nagan Raya Amankan Terduga Pelaku Narkotika, Sita Sabu Seberat 10,18 Gram di Darul Makmur Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius

PERON

Aceh Tamiang Masih Terisolir, Bantuan Tidak Ada!

badge-check


 Aceh Tamiang Masih Terisolir, Bantuan Tidak Ada! Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang selama hampir sepekan membuat warga terdampak terus kekurangan pasokan makanan dan air bersih.

Hingga Senin (1/12/2025) malam, genangan air masih tersisa di sebagian titik dan warga banyak kehilangan tempat tinggal. Ribuan warga masih terisolir karena listrik padam dan sinyal komunikasi terputus.

Beberapa warga menginformasikan kondisinya dengan memanfaatkan sinyal wifi satelit. Awang menginformasikan bahwa warga yang bertahan saat ini kekurangan pasokan makanan.

“Untuk saat ini yang paling dibutuhkan darurat makanan juga minuman. Sudah gawat ini makanan susah dan enggak ada,” kata Iwang saat membagikan pesan WA dalam statusnya.

Iwang mengaku keluarganya aman karena berada di dataran yang tinggi, namun daerahnya banyak pengungsi dari kampung lain. Dia juga menceritakan bahwa terdapat kampung yang tidak ada lagi bangunan rumah lantaran habis dibawa air banjir yang dahsyat.

“Kampung Kota Lintang, rata semua habis. Kede Besi semua habis. Tinggi sekali airnya. Jembatan Kualasimpang tu sampai di dijembatan yang lama itulah airnya,” ceritanya.

Iwang berharap adanya bantuan dapur umum dan pasokan makanan hingga air bersih untuk para warga terdampak. Masalah kebutuham lain Iwang mengaku juga diperlukan namun yang terpenting ialah makanan, mengingat bencana ini sudah sepekan di alami masyarakat di sana.

“Banyak anak-anak, lansia, wanita juga ibu hamil saat ini menjadi korban bencana tersebut. Semua butuh bantuan secepat mungkin.”

Untuk akses ke Aceh Tamiang, Awang meberi tahu, bahwa ada beberapa jalan yang masih putus dan ada jalan alternatif namun tidak bisa dilalui oleh kendaraan pribadi.

Banjir ini, banyak warga dari luar Aceh mengkhawatirkan nasip keluarganya yang terkena bencana karena tidak adanya sinyal komunikasi. Sudah sepekan mereka hilang kabar dan terus berharap dari doa yang selalu dipanjatkan.

Banyak yang menanti berharap dari gerak cepat pemerintah, semua butuh perbaikan segera pulih kembali. (****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim

16 Oktober 2026 - 23:26 WIB

KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan

16 Oktober 2026 - 21:10 WIB

KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat

16 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

16 Oktober 2026 - 19:55 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang KA Tiba di Stasiun 1 Jam Sebelum Berangkat

16 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Jakpro Benahi Fasilitas LRT Jakarta, dari Jalur Pemandu hingga Akses Kursi Roda

16 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Dua KA Babaranjang Bertabrakan di OKU Sumsel, Sejumlah Lokomotif dan Gerbong Anjlok

16 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KAI Services Perluas Pasar Kuliner Kereta Lewat Pameran Pangan Nusa 2026

15 Oktober 2026 - 20:46 WIB

KAI Benahi Stasiun Gambir Jelang Nataru, Toilet Utara Ditargetkan Rampung November

15 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Platform Time Out Sebut Penumpang LRT Jakarta Juli 2026 Turun 6,81%

15 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Trending di JALUR