Menu

Mode Gelap
Holding Kawasan Industri BUMN Perlu Diperkuat dengan Logistics Park dan Integrasi Multimoda KAI Layani 1,4 Juta Pelanggan Selama Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila ASDP Sukses Layani Mobilitas 804.195 Penumpang di Libur Panjang Idul Adha dan Hari Kesaktian Pancasila Libur Panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila, KAI Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 588 Ribu Penumpang KAJJ Libur Panjang, Stasiun Bogor dan Jakarta Kota Jadi Tujuan Favorit Wisatawan Pengguna Commuter Line Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Sambut Positif Rencana Pameran “Ja Kartun” dalam Rangka HUT Jakarta

PERON

Aceh Tamiang Masih Terisolir, Bantuan Tidak Ada!

badge-check


 Aceh Tamiang Masih Terisolir, Bantuan Tidak Ada! Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang selama hampir sepekan membuat warga terdampak terus kekurangan pasokan makanan dan air bersih.

Hingga Senin (1/12/2025) malam, genangan air masih tersisa di sebagian titik dan warga banyak kehilangan tempat tinggal. Ribuan warga masih terisolir karena listrik padam dan sinyal komunikasi terputus.

Beberapa warga menginformasikan kondisinya dengan memanfaatkan sinyal wifi satelit. Awang menginformasikan bahwa warga yang bertahan saat ini kekurangan pasokan makanan.

“Untuk saat ini yang paling dibutuhkan darurat makanan juga minuman. Sudah gawat ini makanan susah dan enggak ada,” kata Iwang saat membagikan pesan WA dalam statusnya.

Iwang mengaku keluarganya aman karena berada di dataran yang tinggi, namun daerahnya banyak pengungsi dari kampung lain. Dia juga menceritakan bahwa terdapat kampung yang tidak ada lagi bangunan rumah lantaran habis dibawa air banjir yang dahsyat.

“Kampung Kota Lintang, rata semua habis. Kede Besi semua habis. Tinggi sekali airnya. Jembatan Kualasimpang tu sampai di dijembatan yang lama itulah airnya,” ceritanya.

Iwang berharap adanya bantuan dapur umum dan pasokan makanan hingga air bersih untuk para warga terdampak. Masalah kebutuham lain Iwang mengaku juga diperlukan namun yang terpenting ialah makanan, mengingat bencana ini sudah sepekan di alami masyarakat di sana.

“Banyak anak-anak, lansia, wanita juga ibu hamil saat ini menjadi korban bencana tersebut. Semua butuh bantuan secepat mungkin.”

Untuk akses ke Aceh Tamiang, Awang meberi tahu, bahwa ada beberapa jalan yang masih putus dan ada jalan alternatif namun tidak bisa dilalui oleh kendaraan pribadi.

Banjir ini, banyak warga dari luar Aceh mengkhawatirkan nasip keluarganya yang terkena bencana karena tidak adanya sinyal komunikasi. Sudah sepekan mereka hilang kabar dan terus berharap dari doa yang selalu dipanjatkan.

Banyak yang menanti berharap dari gerak cepat pemerintah, semua butuh perbaikan segera pulih kembali. (****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Layani 1,4 Juta Pelanggan Selama Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila

2 Juni 2026 - 19:48 WIB

Libur Panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila, KAI Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 588 Ribu Penumpang KAJJ

2 Juni 2026 - 18:59 WIB

Libur Panjang, Stasiun Bogor dan Jakarta Kota Jadi Tujuan Favorit Wisatawan Pengguna Commuter Line

2 Juni 2026 - 18:27 WIB

KAI Percepat Pengembangan Stasiun Bogor, Siapkan Operasional KRL 12 Kereta

2 Juni 2026 - 18:04 WIB

KCIC Operasikan 6 Perjalanan Tambahan pada Puncak Arus Balik, 78% Penumpang Whoosh Mengarah ke Jakarta

1 Juni 2026 - 09:42 WIB

Puncak Arus Balik Long Weekend, Kedatangan Penumpang KA di Daop 1 Jakarta Capai 41.534 Orang

1 Juni 2026 - 09:36 WIB

Penjualan Tiket Long Weekend Tembus 1,3 Juta, KAI Layani 956 Ribu Pelanggan dalam Lima Hari

1 Juni 2026 - 09:00 WIB

KAI Services Hadirkan Kuliner Khas Banyuwangi di Kereta Api Tujuan Ketapang

1 Juni 2026 - 08:20 WIB

Arus Balik Long Weekend, Penumpang Whoosh Diprediksi Capai 20 Ribu Orang

1 Juni 2026 - 08:14 WIB

KAI Layani 736.819 Pelanggan Selama Empat Hari Long Weekend

31 Mei 2026 - 05:16 WIB

Trending di PERON