Menu ✖

Mode Gelap
KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun Imperial Suites DAMRI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Premium Jakarta–Surabaya–Malang dengan Bus Double Decker Pelindo Mengajar, Inspirasi Generasi Emas di Makassar Era AI Ubah Wajah Industri Musik, Dr. Mohammad Amin Ingatkan Pentingnya Kreativitas dan Hak Pencipta The Morbius Rilis Single Ketiga 2026, “Semu” Angkat Kisah Pengkhianatan Komitmen

PERON

KAI Operasikan KA Barapati Switching, Efisiensi Angkut Batu Bara hingga 3.000 Ton Sekali Jalan

badge-check


 KAI Operasikan KA Barapati Switching, Efisiensi Angkut Batu Bara hingga 3.000 Ton Sekali Jalan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat efisiensi operasional layanan logistik batu bara di Sumatra Selatan melalui pengoperasian KA Barapati Switching relasi Tanjung Enim Baru–Kertapati pergi pulang (pp). Layanan tersebut mulai beroperasi sejak 8 Juli 2026 untuk mendukung distribusi batu bara milik PT Bukit Asam Tbk.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengoperasian KA Barapati Switching dirancang untuk meningkatkan produktivitas rangkaian melalui kapasitas muatan yang lebih besar dalam setiap perjalanan.

“KA Barapati Switching memperkuat efisiensi operasional karena mampu melayani muatan dalam jumlah besar melalui satu rangkaian. Pengoperasian ini mendukung keteraturan perjalanan, optimalisasi sarana, serta kesinambungan distribusi batu bara dari Tanjung Enim,” ujar Anne dikutip Kamis (16/7/2026).

Pada tahap awal, KA Barapati Switching beroperasi dengan stamformasi 55 gerbong datar yang ditarik oleh satu unit lokomotif CC205. Rangkaian panjang tersebut memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan KA Barapati reguler yang umumnya beroperasi dengan sekitar 32 hingga 33 gerbong.

Gerbong yang digunakan merupakan gerbong datar tipe BM 54. Istilah BM 54 menunjukkan kemampuan berat muat hingga 54 ton pada setiap unit gerbong.

Dalam satu trainset penuh yang terdiri atas 60 gerbong datar BM 54, rangkaian mampu melayani muatan hingga 3.000 ton dalam sekali perjalanan. Kapasitas tersebut mendukung konsolidasi muatan dalam jumlah besar sekaligus mengoptimalkan penggunaan lokomotif, gerbong, jalur, dan waktu perjalanan.

“Semakin besar muatan yang dapat dilayani dalam satu perjalanan, semakin optimal juga pemanfaatan sarana dan jadwal operasi. Efisiensi tersebut tetap dijalankan dengan memperhatikan kemampuan lintas, sistem pengereman, kekuatan rangkaian, kesiapan lokomotif, serta standar keselamatan perjalanan kereta api,” kata Anne.

KA Barapati Switching pada rencana operasionalnya akan melayani relasi Tanjung Enim Baru–Kramasan pp. Selama proses penyelesaian dan penyiapan operasional Train Unloading Station di Kramasan, perjalanan untuk sementara diarahkan menuju Kertapati.

Proses pembongkaran batu bara dilakukan melalui fasilitas unloading alternatif yang telah disiapkan. Pengaturan tersebut menjaga layanan distribusi tetap berjalan selama fasilitas bongkar di Kramasan masih dalam tahap penyelesaian.

Pengoperasian KA Barapati Switching didukung program pengadaan sebanyak 1.125 unit gerbong datar BM 54. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 1.080 unit telah berada di Palembang untuk mendukung layanan logistik di wilayah Sumatra Bagian Selatan.

Adapun 45 unit lainnya masih berada di fasilitas PT INKA di Banyuwangi dan akan dikirimkan secara bertahap. Ketersediaan sarana tersebut akan mendukung pembentukan trainset sesuai kebutuhan operasional dan kesiapan fasilitas bongkar muat mitra.

Sepanjang Semester I 2026, KAI melayani 26.534.095 ton batu bara secara nasional. Besarnya volume tersebut menunjukkan peran kereta api dalam melayani distribusi komoditas dalam jumlah massal melalui perjalanan yang terjadwal dan berkapasitas besar.

Menurut Anne, peningkatan kapasitas rangkaian turut memberikan efisiensi pada sistem logistik secara keseluruhan. Distribusi melalui kereta api membantu konsolidasi muatan, menjaga ketepatan jadwal pengiriman, serta mengurangi kebutuhan perjalanan kendaraan berat dalam jumlah besar melalui jalan raya.

“Pengoperasian KA Barapati Switching dan penambahan gerbong datar BM 54 memperkuat produktivitas layanan logistik KAI di Sumatra Selatan. Kami terus berkoordinasi dengan mitra agar peningkatan kapasitas dapat berjalan selaras dengan kesiapan sarana, prasarana, fasilitas bongkar muat, dan keselamatan operasi,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun

5 November 2026 - 21:01 WIB

KAI Services Terapkan Smart Cleaning, Kebersihan Stasiun Didukung Mesin Modern

5 November 2026 - 10:10 WIB

KAI Gelar Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu, Bahas Pelestarian Sejarah Kereta Api

5 November 2026 - 10:05 WIB

KCIC Hadirkan Promo 11.11, Naik Whoosh Lebih Hemat hingga Rp110 Ribu

5 November 2026 - 09:59 WIB

Dua Pencuri Kabel Rel di Tanah Abang Divonis 2 Tahun Penjara, KAI Soroti Ancaman Keselamatan

4 November 2026 - 21:13 WIB

Rekrutmen KAI Masuk Tahap Wawancara, KAI Divre III Ingatkan Pelamar Waspadai Penipuan

4 November 2026 - 15:17 WIB

GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Tambah 8.466 Kursi dan 39 Perjalanan Kereta

4 November 2026 - 14:24 WIB

KAI Commuter Catat 303,9 Juta Pengguna hingga Oktober 2026

4 November 2026 - 13:05 WIB

KAI Services Hadirkan Milo, Mesin Pembersih Lantai Modern untuk Tingkatkan Kebersihan Stasiun

4 November 2026 - 12:24 WIB

GAPEKA 2026 Pangkas Waktu KA, Ini 10 Daftar Kereta Menjadi Lebih Cepat 1,5 Jam hingga 31 Menit

4 November 2026 - 11:58 WIB

Trending di PERON