Menu

Mode Gelap
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Prabowo Targetkan Bangun 30-50 Pabrik Etanol, Dorong Implementasi BBM E20 KAI: 61 Persen Aktivitas Penumpang Kereta Api Terjadi di Luar 10 Stasiun Terpadat Sambangi Masjid dan Warga Cileungsi Kidul Bogor, Jumat Berkah Wartawan Didoakan Supaya Terus Berbagi Dari Balik Drum ke Layar Kaca, Dica Melo Makin Bersinar Lewat Sinetron Indosiar Piala AFF 2026 Masuk YouTube, Reza Arap Picu Awal Revolusi Bisnis Hak Siar Olahraga ?

PERON

Harga BBM Kapal Ikan 30-200 GT Turun Jadi Rp15.000 per Liter, KKP: Jaga Produktivitas dan Daya Saing

badge-check


 Harga BBM Kapal Ikan 30-200 GT Turun Jadi Rp15.000 per Liter, KKP: Jaga Produktivitas dan Daya Saing Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyambut kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) khusus bagi kapal perikanan berukuran 30 hingga 200 Gross Ton (GT) menjadi Rp15.000 per liter.

Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu menjaga produktivitas nelayan sekaligus meningkatkan daya saing sektor perikanan nasional di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, biaya bahan bakar masih menjadi komponen terbesar dalam kegiatan penangkapan ikan sehingga penurunan harga BBM diharapkan mampu meringankan beban operasional pelaku usaha perikanan.

“Bagi kami di KKP, kebijakan harga ini merupakan langkah penting untuk membantu menekan biaya operasional usaha penangkapan ikan. Dengan biaya operasional yang lebih efisien, nelayan dapat lebih produktif melaut, pasokan ikan bagi masyarakat dan industri dapat terjaga, serta daya saing perikanan Indonesia semakin kuat,” ujar Menteri Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (15/7).

Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Bogor, pada Selasa (14/7). Sebelumnya, harga BBM untuk kapal perikanan dan pelaku usaha yang mengoperasikan kapal berukuran 30-200 GT mencapai Rp21.300 per liter.

KKP mencatat, biaya bahan bakar dapat menyumbang lebih dari separuh total biaya operasional kapal penangkap ikan. Karena itu, penurunan harga BBM dinilai akan memberikan ruang bagi nelayan untuk meningkatkan efisiensi usaha, menjaga stabilitas produksi, dan mendukung keberlanjutan sektor perikanan nasional.

Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, pemerintah akan menyiapkan aturan dan tata kelola penyaluran BBM agar tepat sasaran.

“Selanjutnya kami akan membuat aturan, mekanisme dan tata kelola penyaluran BBM ini bersama kementerian dan lembaga terkait agar tepat sasaran dan menghindari potensi penyimpangan dan penyalah gunaan di lapangan,” tambah Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif.

Pemerintah juga memastikan dukungan harga BBM sebesar Rp15.000 per liter tersebut tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pendanaan program berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sehingga kebijakan tetap menjaga disiplin fiskal negara.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap biaya operasional sektor perikanan dapat ditekan, produktivitas nelayan meningkat, serta pasokan ikan bagi masyarakat dan industri tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI: 61 Persen Aktivitas Penumpang Kereta Api Terjadi di Luar 10 Stasiun Terpadat

17 Juli 2026 - 22:21 WIB

KAI Angkut 10.050 Ton Pupuk pada Semester I 2026, Perkuat Distribusi Antardaerah

17 Juli 2026 - 14:17 WIB

Syarat Kapal Nelayan 30-200 GT Dapat Solar Rp15.000 per Liter, Ini Kata Kementerian-KP

17 Juli 2026 - 10:07 WIB

Wow Banyak! KAI Kelola 12.856 Sarana Perkeretaapian untuk Dukung Mobilitas dan Logistik Nasional, Ini Dia Rinciannya

17 Juli 2026 - 09:58 WIB

Porseni Kereta Api 2026 Resmi Ditutup, Daop 6 Yogyakarta Raih Juara Umum

16 Juli 2026 - 20:46 WIB

Petugas Cleaning KAI Services yang Kembalikan Dompet Penumpang Dapat Penghargaan

16 Juli 2026 - 20:26 WIB

KAI Wisata Hadirkan Lelana Gallery di Stasiun Yogyakarta, Angkat Batik dan Produk Lokal Berkelanjutan

16 Juli 2026 - 18:02 WIB

KAI Operasikan KA Barapati Switching, Efisiensi Angkut Batu Bara hingga 3.000 Ton Sekali Jalan

16 Juli 2026 - 05:48 WIB

KAI Services Buka Lowongan Tenaga Perawatan Sarana Kereta Api

16 Juli 2026 - 04:41 WIB

Penumpang LRT Sumsel Melonjak pada Bhayangkara Run 2026, Stasiun Jakabaring Naik Dua Kali Lipat

16 Juli 2026 - 00:37 WIB

Trending di PERON