Menu

Mode Gelap
ACC Kembangkan Desa Sejahtera Astra Cibunian di Bogor Gelar RUPS Luar Biasa, IPCC Perkuat Struktur Pengurus Perseroan 2 Tahun Pelita Air Pertahankan Predikat Maskapai Paling Tepat Waktu Kesbangpol DKI Jakarta Adakan Kegiatan Pemberdayaan dan Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Pembangunan 2026 Tuna Sulawesi Tengah Makin Dilirik Pasar Global, Ekspor Tembus Puluhan Ton Lowongan KAI Group 2026 Dibuka, Lulusan SLTA hingga D4/S1 Berpeluang Bergabung

PERON

Harga BBM Kapal Ikan 30-200 GT Turun Jadi Rp15.000 per Liter, KKP: Jaga Produktivitas dan Daya Saing

badge-check


 Harga BBM Kapal Ikan 30-200 GT Turun Jadi Rp15.000 per Liter, KKP: Jaga Produktivitas dan Daya Saing Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyambut kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) khusus bagi kapal perikanan berukuran 30 hingga 200 Gross Ton (GT) menjadi Rp15.000 per liter.

Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu menjaga produktivitas nelayan sekaligus meningkatkan daya saing sektor perikanan nasional di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, biaya bahan bakar masih menjadi komponen terbesar dalam kegiatan penangkapan ikan sehingga penurunan harga BBM diharapkan mampu meringankan beban operasional pelaku usaha perikanan.

“Bagi kami di KKP, kebijakan harga ini merupakan langkah penting untuk membantu menekan biaya operasional usaha penangkapan ikan. Dengan biaya operasional yang lebih efisien, nelayan dapat lebih produktif melaut, pasokan ikan bagi masyarakat dan industri dapat terjaga, serta daya saing perikanan Indonesia semakin kuat,” ujar Menteri Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (15/7).

Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Bogor, pada Selasa (14/7). Sebelumnya, harga BBM untuk kapal perikanan dan pelaku usaha yang mengoperasikan kapal berukuran 30-200 GT mencapai Rp21.300 per liter.

KKP mencatat, biaya bahan bakar dapat menyumbang lebih dari separuh total biaya operasional kapal penangkap ikan. Karena itu, penurunan harga BBM dinilai akan memberikan ruang bagi nelayan untuk meningkatkan efisiensi usaha, menjaga stabilitas produksi, dan mendukung keberlanjutan sektor perikanan nasional.

Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, pemerintah akan menyiapkan aturan dan tata kelola penyaluran BBM agar tepat sasaran.

“Selanjutnya kami akan membuat aturan, mekanisme dan tata kelola penyaluran BBM ini bersama kementerian dan lembaga terkait agar tepat sasaran dan menghindari potensi penyimpangan dan penyalah gunaan di lapangan,” tambah Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif.

Pemerintah juga memastikan dukungan harga BBM sebesar Rp15.000 per liter tersebut tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pendanaan program berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sehingga kebijakan tetap menjaga disiplin fiskal negara.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap biaya operasional sektor perikanan dapat ditekan, produktivitas nelayan meningkat, serta pasokan ikan bagi masyarakat dan industri tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lowongan KAI Group 2026 Dibuka, Lulusan SLTA hingga D4/S1 Berpeluang Bergabung

3 September 2026 - 20:47 WIB

KAI Group Layani 351,6 Juta Pelanggan hingga Agustus 2026, Tumbuh 7,09 Persen

3 September 2026 - 20:24 WIB

KAI Buka Rekrutmen 2026, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar

3 September 2026 - 16:11 WIB

Volume Pengguna KRL di Sudirman Baru Naik 281 Persen, KAI Commuter Perkuat Fasilitas

2 September 2026 - 16:10 WIB

KAI EXPO 2026 Digelar 4–6 September, Tiket Kereta Api Diskon hingga 30%

2 September 2026 - 14:54 WIB

KAI Daop 1 Percepat Peningkatan Keselamatan di 33 Perlintasan Sebidang, 16 Titik Mulai Dikerjakan

2 September 2026 - 13:17 WIB

Whoosh Tebar Diskon dan Lucky Draw di KAI Expo 2026

2 September 2026 - 10:46 WIB

Perkeretaapian Bali Mulai Dikaji, KAI Teken Kesepakatan dengan Pemprov Bali dan Pemkab Badung

1 September 2026 - 21:22 WIB

Penumpang Stasiun BNI City Melonjak 326% di Hari Pertama Pengalihan dari Stasiun Karet

1 September 2026 - 14:50 WIB

Stasiun Karet Ditutup mulai Hari Ini, Naik-Turun KRL Dialihkan ke BNI City

1 September 2026 - 11:46 WIB

Trending di PERON