Wartatrans.com, YOGYAKARTA – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menghadirkan Lelana Gallery di Stasiun Yogyakarta sebagai wadah promosi bagi produk lokal dan pelestarian warisan budaya Nusantara.
Galeri yang diperkenalkan melalui soft launching pada Kamis (16/7) itu menjadi ruang kurasi bagi berbagai brand yang mengedepankan kualitas desain sekaligus prinsip keberlanjutan. Lelana Gallery hadir di area Showcase Gallery dan Executive Lounge Stasiun Yogyakarta.

Kehadiran galeri tersebut sekaligus memperkuat peran Stasiun Yogyakarta sebagai simpul strategis yang mengintegrasikan layanan transportasi, hospitality, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Direktur Utama KAI Wisata Raden Agus Dwinanto Budiadji mengatakan, inisiatif tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap UMKM lokal dan pelestarian budaya Indonesia.
“Lelana Gallery ini hadir sebagai komitmen KAI Wisata dalam mendukung UMKM lokal dan pelestarian warisan budaya Nusantara. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya KAI Wisata untuk memperkaya pilihan bagi penumpang KAI selama ada di stasiun sebagai ruang publik yang bernilai edukatif dan berdampak positif bagi ekosistem kreatif nasional,” ujar Agus di Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).
Menurut Agus, Lelana Gallery juga menjadi jembatan antara sektor pariwisata dan keberlanjutan. Setiap merek yang dikurasi tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membawa dampak sosial, budaya, dan lingkungan.
Pada tahap awal, galeri tersebut menghadirkan tiga brand pilihan, yakni Galeri Batik Jawa, Lawe Indonesia, dan The Mogus by Mang Moel.
Galeri Batik Jawa menampilkan produk batik dengan pewarna alami yang ramah lingkungan serta mendorong keberlangsungan para perajin tradisional. Sementara Lawe Indonesia berfokus pada pemberdayaan ribuan perajin tenun di berbagai daerah sekaligus menjaga kelestarian tradisi tenun Nusantara.

Adapun The Mogus by Mang Moel mengusung kampanye pelestarian lingkungan melalui berbagai karya dan praktik kreatif, menjadikan isu lingkungan sebagai bagian utama dalam setiap produk yang dihasilkan.
Ketiga brand tersebut dipilih untuk merepresentasikan tiga pilar utama Lelana Gallery, yakni pelestarian budaya, pemberdayaan komunitas, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui proses kurasi yang ketat, KAI Wisata memastikan seluruh produk yang ditampilkan sejalan dengan visi keberlanjutan perusahaan.
KAI Wisata berharap Lelana Gallery dapat menjadi destinasi baru di Stasiun Yogyakarta yang tidak hanya menawarkan pengalaman berbelanja produk lokal berkualitas, tetapi juga menghadirkan perjalanan wisata yang lebih bermakna.
“Kami ingin penumpang yang datang ke Stasiun Yogyakarta tidak hanya berangkat atau tiba, tetapi juga meiliki pilihan yang kaya untuk dapat membawa pulang cerita dan produk yang memiliki nilai budaya dan keberlanjutan,” tambah Agus.
Selain itu, soft launching Lelana Gallery menjadi bagian dari upaya KAI Wisata dalam mengoptimalkan aset stasiun menjadi living museum sekaligus lifestyle destination yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Model kurasi serupa juga diharapkan dapat diterapkan di stasiun-stasiun strategis lainnya agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat.(fahmi)































