Menu ✖

Mode Gelap
KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun Imperial Suites DAMRI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Premium Jakarta–Surabaya–Malang dengan Bus Double Decker Pelindo Mengajar, Inspirasi Generasi Emas di Makassar Era AI Ubah Wajah Industri Musik, Dr. Mohammad Amin Ingatkan Pentingnya Kreativitas dan Hak Pencipta The Morbius Rilis Single Ketiga 2026, “Semu” Angkat Kisah Pengkhianatan Komitmen

PERON

KAI Angkut 10.050 Ton Pupuk pada Semester I 2026, Perkuat Distribusi Antardaerah

badge-check


 KAI Angkut 10.050 Ton Pupuk pada Semester I 2026, Perkuat Distribusi Antardaerah Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Penyaluran pupuk memerlukan dukungan transportasi yang mampu menghubungkan tempat produksi, lokasi penyimpanan, dan daerah tujuan secara teratur. Dalam proses tersebut, kereta api memiliki peluang untuk melengkapi moda transportasi lain, terutama bagi pengiriman dalam jumlah besar dan menempuh jarak antardaerah.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melayani pengiriman pupuk sebanyak 10.050 ton.

Catatan kinerja KAI menunjukkan kereta api telah melayani 24.180 ton pupuk pada 2024 dan 21.060 ton pada 2025. Data tersebut memperlihatkan bahwa layanan berbasis rel telah digunakan dalam penyaluran pupuk selama beberapa tahun terakhir.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kereta api dapat menjadi bagian dari pengaturan distribusi pupuk yang melibatkan berbagai moda transportasi dan pihak terkait.

“Kereta api memiliki kapasitas untuk melayani pengiriman dalam jumlah besar dengan jadwal perjalanan yang teratur. Layanan ini dapat melengkapi penyaluran yang sudah berjalan, sesuai kebutuhan pelanggan dan kesiapan penerimaan barang di setiap daerah,” ujar Anne.

Peran transportasi yang terencana semakin penting seiring perubahan kondisi pupuk dunia. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau FAO mencatat volume perdagangan pupuk dunia pada Januari–April 2026 berkurang sekitar 20 hingga 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Bank Dunia memperkirakan rata-rata harga pupuk dunia pada 2026 meningkat sekitar 31 persen.

Perubahan perdagangan dan harga dunia tersebut menunjukkan pentingnya kerja bersama dalam menjaga kelancaran pasokan serta pengiriman pupuk di dalam negeri. Transportasi berbasis rel dapat digunakan bersama layanan jalan dan moda lainnya agar perjalanan barang dari tempat produksi menuju daerah penerima dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Di tingkat nasional, Kementerian Pertanian mencatat penyaluran pupuk bersubsidi hingga 25 Juni 2026 telah mencapai 54,28 persen dari alokasi nasional sebesar 9,55 juta ton. Besarnya jumlah pupuk yang disalurkan memperlihatkan skala kerja yang membutuhkan dukungan produsen, pemerintah, penyedia transportasi, pengelola gudang, distributor, dan pihak penerima di daerah.

“Setiap moda transportasi memiliki peran yang saling mendukung. Kereta api dapat melayani perjalanan utama antardaerah, kemudian pengiriman dari dan menuju terminal barang dapat dilanjutkan dengan moda lain. Pola seperti ini memberi pilihan tambahan dalam mengatur distribusi pupuk,” kata Anne.

Pengiriman pupuk menjadi bagian dari layanan barang nonbatu bara KAI. Sepanjang Semester I 2026, KAI melayani 5.963.948 ton barang nonbatu bara, yang mencakup peti kemas, bahan bakar minyak, semen dan klinker, hasil perkebunan, barang ritel, pupuk, serta komoditas lainnya.

Kapasitas layanan barang tersebut membuka ruang kerja sama yang lebih luas bersama Kementerian Pertanian, produsen pupuk, pemerintah daerah, perusahaan logistik, dan pihak terkait lainnya. Pemanfaatannya dapat disesuaikan dengan lokasi produksi, jaringan rel, terminal barang, tempat penyimpanan, serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Menurut Anne, pembahasan bersama para pihak dibutuhkan untuk menentukan pola pengiriman yang paling sesuai. Pengaturan meliputi jumlah barang, jadwal perjalanan, lokasi pemuatan, kesiapan terminal, hingga penerimaan pupuk di daerah tujuan.

“Kelancaran penyaluran pupuk merupakan hasil kerja bersama. KAI siap menjadi bagian dari kerja tersebut melalui layanan barang yang aman, terjadwal, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengiriman,” tutup Anne.(fahmi)

Baca Lainnya

Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun

5 November 2026 - 21:01 WIB

KAI Services Terapkan Smart Cleaning, Kebersihan Stasiun Didukung Mesin Modern

5 November 2026 - 10:10 WIB

KAI Gelar Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu, Bahas Pelestarian Sejarah Kereta Api

5 November 2026 - 10:05 WIB

KCIC Hadirkan Promo 11.11, Naik Whoosh Lebih Hemat hingga Rp110 Ribu

5 November 2026 - 09:59 WIB

Dua Pencuri Kabel Rel di Tanah Abang Divonis 2 Tahun Penjara, KAI Soroti Ancaman Keselamatan

4 November 2026 - 21:13 WIB

Rekrutmen KAI Masuk Tahap Wawancara, KAI Divre III Ingatkan Pelamar Waspadai Penipuan

4 November 2026 - 15:17 WIB

GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Tambah 8.466 Kursi dan 39 Perjalanan Kereta

4 November 2026 - 14:24 WIB

KAI Commuter Catat 303,9 Juta Pengguna hingga Oktober 2026

4 November 2026 - 13:05 WIB

KAI Services Hadirkan Milo, Mesin Pembersih Lantai Modern untuk Tingkatkan Kebersihan Stasiun

4 November 2026 - 12:24 WIB

GAPEKA 2026 Pangkas Waktu KA, Ini 10 Daftar Kereta Menjadi Lebih Cepat 1,5 Jam hingga 31 Menit

4 November 2026 - 11:58 WIB

Trending di PERON