Menu

Mode Gelap
IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif pada Awal Triwulan Kedua Tahun 2026  Meneladani Cahaya Buya Hamka, HSBI Gelar Bincang Sastra Islam di UNJ Perkuat Sinergi, Manajemen dan Serikat Pekerja MTI Berkomitmen Tingkatkan Produktivitas dan Dukung Merger BUMN Logistik HSBI Susun Agenda Besar Juni–Desember 2026, Siapkan Hari Sastra hingga Road to School Masyarakat Aceh Tengah Sambut Gembira Pencabutan Pergub JKA ICMI dan Universitas YARSI Bahas Ketahanan Keluarga di Era AI

NASIONAL

Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang Kembali Aktif, Siswa Belajar di Lantai Tanpa Seragam

badge-check


 Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang Kembali Aktif, Siswa Belajar di Lantai Tanpa Seragam Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TAMIANG – Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 1 Bukit Tempurung, Kabupaten Aceh Tamiang, mulai kembali berjalan pasca libur Lebaran dan bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Meski demikian, proses pembelajaran masih berlangsung dalam keterbatasan akibat kerusakan fasilitas sekolah yang hampir mencapai 100 persen.

Pada Senin (30/3/2026) para siswa terlihat mengikuti pelajaran di dalam kelas tanpa menggunakan kursi dan meja. Mereka belajar dengan beralaskan tikar dan terpal yang disediakan pihak sekolah, karena perabotan rusak akibat terjangan banjir dan lumpur.

Kepala SD Negeri 1 Bukit Tempurung, Rasman, mengatakan pihak sekolah tetap menjalankan proses belajar mengajar dengan fasilitas seadanya guna memastikan pendidikan siswa tidak terhenti.

“Kami tetap menjalankan pembelajaran dengan fasilitas apa adanya. Anak-anak belajar di lantai menggunakan tikar dan terpal karena kursi dan meja rusak akibat banjir,” ujar Rasman di sekolah pada Senin (30/3/2026.

Selain keterbatasan sarana, sejumlah siswa juga belum dapat mengenakan seragam sekolah. Mereka datang dengan pakaian bebas namun tetap rapi, karena seragam hanyut atau rusak saat banjir.

Meski kondisi belum sepenuhnya pulih, semangat siswa untuk kembali belajar cukup tinggi. Rasman menyebutkan kehadiran siswa kini hampir mencapai 100 persen, setelah sebelumnya sempat menurun akibat dampak bencana.

Menurutnya, banjir yang terjadi sejak akhir November 2025 hingga Januari 2026 menyebabkan aktivitas belajar terhenti cukup lama. Bahkan, sejumlah siswa dan guru masih berada di pengungsian karena akses menuju rumah belum sepenuhnya pulih.

“Banyak siswa dan bahkan guru yang masih terdampak. Ada tiga guru kami yang sampai sekarang belum bisa kembali ke rumah karena akses jalan dan lingkungan belum bersih sepenuhnya,” katanya.

Untuk mengatasi trauma pascabencana, pihak sekolah menerapkan metode pembelajaran yang lebih fleksibel melalui pendekatan trauma healing. Kegiatan belajar dikombinasikan dengan aktivitas bermain guna memulihkan kondisi psikologis siswa.

“Pembelajaran saat ini kami fokuskan pada trauma healing agar anak-anak kembali nyaman dan semangat belajar,” ujar Rasman.

Selain itu, jam belajar juga disesuaikan dengan kondisi yang ada. Atas izin pemerintah daerah, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut saat ini berlangsung hingga pukul 12.00 WIB, lebih singkat dari jadwal normal.

Kerusakan akibat banjir tidak hanya terjadi pada ruang kelas, tetapi juga fasilitas lain seperti lapangan olahraga, plafon bangunan, hingga sarana prasarana sekolah yang mengalami kerusakan parah akibat derasnya arus air dan tingginya lumpur.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, pihak sekolah tetap berkomitmen melanjutkan proses pendidikan. Rasman berharap pemulihan fasilitas pendidikan di Aceh Tamiang dapat segera terealisasi agar kegiatan belajar mengajar kembali normal.

“Kami berharap pendidikan di Aceh Tamiang segera pulih dan anak-anak dapat kembali belajar dengan fasilitas yang memadai,” pungkasnya.

Kondisi sekolah saat ini masih berlumpur di lapangan. Pagar beberapa sisi roboh dan perlu perbaikan. Fasilitas kursi meja siswa hingga ruang guru juga masih tidak ada fasilitas. (fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif pada Awal Triwulan Kedua Tahun 2026 

19 Mei 2026 - 17:15 WIB

Perkuat Sinergi, Manajemen dan Serikat Pekerja MTI Berkomitmen Tingkatkan Produktivitas dan Dukung Merger BUMN Logistik

19 Mei 2026 - 15:40 WIB

KPLP Sigap Evakuasi 28 Penumpang KMP Mutiara Persada III Akibat Gangguan Mesin di Selat Sunda

18 Mei 2026 - 09:30 WIB

Hasil Sidang Isbat: 1 Zulhijjah Besok, Idul Adha 27 Mei 2026

17 Mei 2026 - 20:18 WIB

PT Pelindo Jasa Maritim Perkuat Kompetensi SDM melalui Endorsement Pandu Batch 1

16 Mei 2026 - 16:57 WIB

IPC TPK Panjang Perbesar Kapasitas Bongkar Muat dengan QCC Post Panamax

16 Mei 2026 - 16:55 WIB

Astra Credit Companies Tanam Mangrove di Pontianak

15 Mei 2026 - 15:50 WIB

BKI Pertahankan Kategori “High Performance” Pada Tokyo MoU 2025

13 Mei 2026 - 21:01 WIB

Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK, Sinkronisasi Teori Akademik dan Realita Industri Pelabuhan

13 Mei 2026 - 20:35 WIB

KSP Dudung Abdurachman Tinjau Langsung Pelindo, Dukung Penguatan Tata Kelola Pelabuhan Nasional

13 Mei 2026 - 19:41 WIB

Trending di ANJUNGAN