Menu

Mode Gelap
Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen Ramainya WNA Naik Whoosh Sepanjang 2026, Malaysia Jadi Penumpang Terbanyak HUT ke-23, KAI Services Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan dan Keamanan Pangan Lewat Sertifikasi ISO 22000 Pegawai KSOP Utama Tanjung Priok Raih Medali Emas ISKA, Harumkan Nama Kemenhub Perkuat Kualitas Layanan Navigasi AirNav Indonesia-ASA Gelar Program ITSAP KAI Sulap Stasiun Gambir Jadi Modern Station & Lifestyle Hub, Siap Jadi Ruang Publik dan Pusat Aktivitas Baru di Jakarta

NASIONAL

Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang Kembali Aktif, Siswa Belajar di Lantai Tanpa Seragam

badge-check


 Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang Kembali Aktif, Siswa Belajar di Lantai Tanpa Seragam Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TAMIANG – Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 1 Bukit Tempurung, Kabupaten Aceh Tamiang, mulai kembali berjalan pasca libur Lebaran dan bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Meski demikian, proses pembelajaran masih berlangsung dalam keterbatasan akibat kerusakan fasilitas sekolah yang hampir mencapai 100 persen.

Pada Senin (30/3/2026) para siswa terlihat mengikuti pelajaran di dalam kelas tanpa menggunakan kursi dan meja. Mereka belajar dengan beralaskan tikar dan terpal yang disediakan pihak sekolah, karena perabotan rusak akibat terjangan banjir dan lumpur.

Kepala SD Negeri 1 Bukit Tempurung, Rasman, mengatakan pihak sekolah tetap menjalankan proses belajar mengajar dengan fasilitas seadanya guna memastikan pendidikan siswa tidak terhenti.

“Kami tetap menjalankan pembelajaran dengan fasilitas apa adanya. Anak-anak belajar di lantai menggunakan tikar dan terpal karena kursi dan meja rusak akibat banjir,” ujar Rasman di sekolah pada Senin (30/3/2026.

Selain keterbatasan sarana, sejumlah siswa juga belum dapat mengenakan seragam sekolah. Mereka datang dengan pakaian bebas namun tetap rapi, karena seragam hanyut atau rusak saat banjir.

Meski kondisi belum sepenuhnya pulih, semangat siswa untuk kembali belajar cukup tinggi. Rasman menyebutkan kehadiran siswa kini hampir mencapai 100 persen, setelah sebelumnya sempat menurun akibat dampak bencana.

Menurutnya, banjir yang terjadi sejak akhir November 2025 hingga Januari 2026 menyebabkan aktivitas belajar terhenti cukup lama. Bahkan, sejumlah siswa dan guru masih berada di pengungsian karena akses menuju rumah belum sepenuhnya pulih.

“Banyak siswa dan bahkan guru yang masih terdampak. Ada tiga guru kami yang sampai sekarang belum bisa kembali ke rumah karena akses jalan dan lingkungan belum bersih sepenuhnya,” katanya.

Untuk mengatasi trauma pascabencana, pihak sekolah menerapkan metode pembelajaran yang lebih fleksibel melalui pendekatan trauma healing. Kegiatan belajar dikombinasikan dengan aktivitas bermain guna memulihkan kondisi psikologis siswa.

“Pembelajaran saat ini kami fokuskan pada trauma healing agar anak-anak kembali nyaman dan semangat belajar,” ujar Rasman.

Selain itu, jam belajar juga disesuaikan dengan kondisi yang ada. Atas izin pemerintah daerah, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut saat ini berlangsung hingga pukul 12.00 WIB, lebih singkat dari jadwal normal.

Kerusakan akibat banjir tidak hanya terjadi pada ruang kelas, tetapi juga fasilitas lain seperti lapangan olahraga, plafon bangunan, hingga sarana prasarana sekolah yang mengalami kerusakan parah akibat derasnya arus air dan tingginya lumpur.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, pihak sekolah tetap berkomitmen melanjutkan proses pendidikan. Rasman berharap pemulihan fasilitas pendidikan di Aceh Tamiang dapat segera terealisasi agar kegiatan belajar mengajar kembali normal.

“Kami berharap pendidikan di Aceh Tamiang segera pulih dan anak-anak dapat kembali belajar dengan fasilitas yang memadai,” pungkasnya.

Kondisi sekolah saat ini masih berlumpur di lapangan. Pagar beberapa sisi roboh dan perlu perbaikan. Fasilitas kursi meja siswa hingga ruang guru juga masih tidak ada fasilitas. (fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kementerian Kehutanan, WCS Indonesia, dan CMA CGM Perkuat Kemitraan Logistik untuk Memberantas Perdagangan Ilegal Satwa Liar

3 Juli 2026 - 15:27 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

KKP Bangun Kolaborasi Nasional Percepat Program Prioritas untuk Ketahanan Pangan

3 Juli 2026 - 07:37 WIB

Upacara Hari Ke-80 Bhayangkara di Jakarta Utara Berlangsung Khidmat, Perkuat Sinergitas Polri Bersama TNI, Pemerintah, dan Masyarakat

2 Juli 2026 - 13:11 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Pemkot Jakarta Utara Tanam 665 Pohon

1 Juli 2026 - 13:11 WIB

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Trending di ANJUNGAN