Menu

Mode Gelap
Tingkatkan Keandalan, HIS Tambah 1 Set Armada Baru Catatan Halimah Munawir: Menyusuri Pasar Khan Khalili, Jantung Oleh-Oleh Kairo Hari Pers Nasional 2026, Capt. Wahyu Prihanto: Pers Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun Bangsa Dukung Net Zero Emission, DAMRI Hadirkan Bus Listrik untuk Layanan Bikun UI HPN 2026, PWI Kabupaten Bogor Tegaskan Peran Pers sebagai Mitra Pembangunan Daerah KSOP Cirebon Fasilitasi PKL Diklat Penanggulangan Pencemaran

PERON

Animo Layanan KA PSO Tinggi Selama Nataru, Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 119 Ribu Penumpang

badge-check


 Animo Layanan KA PSO Tinggi Selama Nataru, Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 119 Ribu Penumpang Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya animo masyarakat terhadap layanan kereta api bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Pada periode tersebut, KAI Daop 1 Jakarta melayani sebanyak 81.877 penumpang kereta api jarak jauh PSO serta 37.224 penumpang kereta api PSO lokal.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa melalui skema PSO, pemerintah bersama KAI berupaya menjaga mobilitas masyarakat agar tetap berjalan aman, nyaman, dan inklusif di tengah tingginya pergerakan masyarakat pada akhir tahun.

“Kereta api PSO hadir sebagai solusi mobilitas masyarakat dengan tarif ekonomis, namun tetap mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan kepastian layanan,” ujar Franoto, Jumat (9/1/2026).

Layanan kereta api jarak jauh PSO yang berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta meliputi KA Bengawan relasi Pasarsenen–Purwosari dengan tarif mulai sekitar Rp74.000, KA Airlangga relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi dengan tarif mulai Rp104.000, KA Serayu relasi Pasarsenen–Purwokerto dengan tarif mulai Rp67.000, serta KA Cikuray relasi Pasarsenen–Garut dengan tarif mulai Rp45.000. Sementara itu, layanan kereta api PSO lokal KA Siliwangi relasi Sukabumi–Cipatat melayani pelanggan dengan tarif mulai Rp5.000.

Franoto menjelaskan, seluruh kereta api PSO telah dilengkapi fasilitas standar layanan penumpang, seperti pendingin udara (AC), toilet di dalam rangkaian, pencahayaan yang memadai, serta layanan kebersihan selama perjalanan. Dari sisi keselamatan, KAI secara konsisten melakukan pemeriksaan sarana secara berkala dan pengawalan operasional sesuai standar keselamatan perkeretaapian.

Selama masa Angkutan Nataru, rata-rata tingkat keterisian atau okupansi kereta api PSO tercatat di atas 100 persen. Kondisi tersebut dimungkinkan karena adanya pola naik dan turun penumpang di stasiun antara, serta keberadaan penumpang balita di bawah usia tiga tahun yang tidak menempati tempat duduk sendiri.

“KAI terus menjalankan penugasan PSO dari pemerintah sebagai bentuk kehadiran negara dalam menyediakan transportasi publik yang terjangkau dan berkeadilan. Kami berharap layanan ini dapat terus dimanfaatkan masyarakat secara optimal,” tutup Franoto.

Ia juga menuturkan bahwa layanan PSO merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan transportasi publik yang terjangkau dan merata. Kehadiran layanan kereta api bersubsidi tersebut dinilai menjadi penopang penting bagi sektor pariwisata, transportasi lanjutan, serta usaha masyarakat di sekitar stasiun, mulai dari UMKM hingga pelaku jasa lokal.

Dari sisi operasional, kinerja perjalanan kereta api selama periode Nataru juga terjaga dengan baik. KAI mencatat On Time Performance (OTP) kereta api penumpang dengan ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,7 persen dan ketepatan waktu kedatangan sebesar 96 persen.

Ke depan, KAI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, guna memastikan layanan kereta api PSO tetap berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di berbagai daerah.

Franoto menegaskan, kereta api PSO bukan sekadar layanan transportasi, melainkan bagian dari kehadiran negara dalam menjaga konektivitas, pemerataan akses, dan pergerakan ekonomi masyarakat.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Daop 1 Jakarta Jual 289 Ribu Tiket KA Lebaran untuk Keberangkatan 11–26 Maret 2026, Sejumlah Rute Masih Tersedia

9 Februari 2026 - 12:57 WIB

Layanan PSO KAI Group Layani 452,6 Juta Pelanggan Sepanjang 2025: Jaga Akses Transportasi Publik Terjangkau

9 Februari 2026 - 12:51 WIB

Hingga 9 Februari, KAI Jual Hampir 800 Ribu Tiket Kereta Api Lebaran 2026

9 Februari 2026 - 12:36 WIB

Tertinggal Kereta Tak Perlu Panik, Tiket Whoosh Dapat Reschedule Hingga 15 Menit Setelah Jadwal Keberangkatan

9 Februari 2026 - 10:03 WIB

Mitigasi Risiko Kecelakaan Angkutan Barang di Perlintasan Sebidang

3 Februari 2026 - 06:50 WIB

Trending di PERON