Menu

Mode Gelap
Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

PERON

Animo Layanan KA PSO Tinggi Selama Nataru, Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 119 Ribu Penumpang

badge-check


 Animo Layanan KA PSO Tinggi Selama Nataru, Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 119 Ribu Penumpang Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya animo masyarakat terhadap layanan kereta api bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Pada periode tersebut, KAI Daop 1 Jakarta melayani sebanyak 81.877 penumpang kereta api jarak jauh PSO serta 37.224 penumpang kereta api PSO lokal.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa melalui skema PSO, pemerintah bersama KAI berupaya menjaga mobilitas masyarakat agar tetap berjalan aman, nyaman, dan inklusif di tengah tingginya pergerakan masyarakat pada akhir tahun.

“Kereta api PSO hadir sebagai solusi mobilitas masyarakat dengan tarif ekonomis, namun tetap mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan kepastian layanan,” ujar Franoto, Jumat (9/1/2026).

Layanan kereta api jarak jauh PSO yang berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta meliputi KA Bengawan relasi Pasarsenen–Purwosari dengan tarif mulai sekitar Rp74.000, KA Airlangga relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi dengan tarif mulai Rp104.000, KA Serayu relasi Pasarsenen–Purwokerto dengan tarif mulai Rp67.000, serta KA Cikuray relasi Pasarsenen–Garut dengan tarif mulai Rp45.000. Sementara itu, layanan kereta api PSO lokal KA Siliwangi relasi Sukabumi–Cipatat melayani pelanggan dengan tarif mulai Rp5.000.

Franoto menjelaskan, seluruh kereta api PSO telah dilengkapi fasilitas standar layanan penumpang, seperti pendingin udara (AC), toilet di dalam rangkaian, pencahayaan yang memadai, serta layanan kebersihan selama perjalanan. Dari sisi keselamatan, KAI secara konsisten melakukan pemeriksaan sarana secara berkala dan pengawalan operasional sesuai standar keselamatan perkeretaapian.

Selama masa Angkutan Nataru, rata-rata tingkat keterisian atau okupansi kereta api PSO tercatat di atas 100 persen. Kondisi tersebut dimungkinkan karena adanya pola naik dan turun penumpang di stasiun antara, serta keberadaan penumpang balita di bawah usia tiga tahun yang tidak menempati tempat duduk sendiri.

“KAI terus menjalankan penugasan PSO dari pemerintah sebagai bentuk kehadiran negara dalam menyediakan transportasi publik yang terjangkau dan berkeadilan. Kami berharap layanan ini dapat terus dimanfaatkan masyarakat secara optimal,” tutup Franoto.

Ia juga menuturkan bahwa layanan PSO merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan transportasi publik yang terjangkau dan merata. Kehadiran layanan kereta api bersubsidi tersebut dinilai menjadi penopang penting bagi sektor pariwisata, transportasi lanjutan, serta usaha masyarakat di sekitar stasiun, mulai dari UMKM hingga pelaku jasa lokal.

Dari sisi operasional, kinerja perjalanan kereta api selama periode Nataru juga terjaga dengan baik. KAI mencatat On Time Performance (OTP) kereta api penumpang dengan ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,7 persen dan ketepatan waktu kedatangan sebesar 96 persen.

Ke depan, KAI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, guna memastikan layanan kereta api PSO tetap berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di berbagai daerah.

Franoto menegaskan, kereta api PSO bukan sekadar layanan transportasi, melainkan bagian dari kehadiran negara dalam menjaga konektivitas, pemerataan akses, dan pergerakan ekonomi masyarakat.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Gandeng Jaring Esports Nusantara, Delapan Stasiun Disiapkan Jadi Digital Hub dan Arena Esports

2 Juli 2026 - 16:29 WIB

Tiket Diskon Kereta Libur Sekolah Laris, KAI Catat 1,24 Juta Pemesanan dengan Okupansi Tembus 105,75 Persen

2 Juli 2026 - 15:46 WIB

KAI Services Bekali Prama Prami dengan Teknik Sales untuk Dongkrak Penjualan Merchandise di Kereta

2 Juli 2026 - 15:40 WIB

Kereta Petani Pedagang KAI Layani 26.074 Pelanggan di Lintas Rangkasbitung-Merak pada Semester I 2026

2 Juli 2026 - 11:16 WIB

Dukung Transisi Energi, KAI Terapkan Biodiesel B50 pada Seluruh Sarana Diesel

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Semester I 2026, Penumpang KAI Divre III Palembang Tembus 603.967 Orang, Naik 11 Persen

1 Juli 2026 - 15:39 WIB

Kepala Dinas Keuangan Subulussalam Belum Dilantik Meski Lelang Jabatan Selesai, Publik Pertanyakan Alasannya

1 Juli 2026 - 15:34 WIB

HUT ke-23 KAI Services, Program Reska Berbagi Salurkan Bingkisan untuk Pekerja di Jawa dan Sumatera

1 Juli 2026 - 15:27 WIB

KAI Ajak Masyarakat Ciptakan Identitas Baru Lewat IP Contest 2026, Pemenang Bisa Dapat Hadiah Rp50 Juta

30 Juni 2026 - 20:30 WIB

Stasiun JIS Disambut Antusias, Penumpang KRL Tembus 4.200 Orang dalam Sepekan

30 Juni 2026 - 19:37 WIB

Trending di PERON