Menu

Mode Gelap
Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026 Presiden Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Dampak Bencana Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026 KA Bandara Adi Soemarmo Catat Okupansi 129 Persen Selama Nataru, jadi Pilihan Utama Masyarakat Madiun Refleksi Awal Tahun, Noyo Gimbal View Dipadati Wisatawan Pelindo Berbagi Kasih di Akhir Tahun, Santuni 150 Anak Yatim Piatu di Kota Makassar

ANJUNGAN

Arus Balik Libur Nataru Dimulai, ASDP Siaga di Lintasan Utama

badge-check


					Layanan di Pelabuhan Penyeberangan Perbesar

Layanan di Pelabuhan Penyeberangan

Wartatrans.com, BANYUWANGI – Perlahan namun pasti, arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah dimulai di jalur-jalur penyeberangan utama nasional.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat mobilitas masyarakat tetap terkelola dengan baik, khususnya di lintasan strategis Bakauheni–Merak dan Gilimanuk–Ketapang.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, tren arus balik mulai menguat seiring mendekatnya akhir masa liburan serta penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA).

“Meski demikian, kondisi layanan secara umum masih terkendali,” ucapnya, Kamis (1/1/2026).

“Pergerakan arus balik memang mulai meningkat, namun seluruh sistem layanan berjalan dengan baik. Ini menunjukkan kesiapan operasional serta sinergi kuat seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.”

Berdasarkan data Posko Bakauheni selama periode 31 Desember 2025 pukul 00.00–23.59 WIB, jumlah penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa tercatat 24.020 orang, meningkat 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Total kendaraan yang menyeberang mencapai 5.749 unit atau tumbuh 3,7 persen. Lonjakan paling signifikan terjadi pada kendaraan truk yang mencapai 2.317 unit atau naik 19,6 persen, serta bus sebanyak 277 unit atau meningkat 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, arus penyeberangan dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk menunjukkan dinamika tersendiri.

Pada H+6, total penumpang tercatat 22.963 orang, turun tipis 1,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

“Namun, total kendaraan justru meningkat menjadi 7.698 unit atau naik 8,4 persen,” ungkap dia.

Kenaikan tertinggi terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 3.760 unit atau melonjak 18,3 persen, disusul truk logistik sebanyak 1.452 unit atau tumbuh 7,2 persen.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menambahkan, perusahaan terus mengedepankan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalisasi potensi kepadatan selama arus balik.

“Upaya tersebut meliputi penerapan delaying system di sejumlah titik buffer zone, skema tiba bongkar berangkat (TBB), kesiapsiagaan petugas di lapangan, serta penguatan koordinasi lintas instansi terkait,” katanya.

Puncak Arus Balik

Dari sisi operasional, ASDP mengoptimalkan pola operasi armada dengan menerjunkan 28 kapal pada kondisi normal.

Kapasitas ini ditingkatkan hingga 33 kapal di lintasan Merak–Bakauheni dan 34 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk saat kondisi sangat padat, guna memastikan layanan tetap berjalan optimal dan terkendali.

“Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari 2026. Seluruh langkah antisipatif telah disiapkan, dan kesiapsiagaan terus dijaga untuk memastikan kelancaran serta keselamatan pengguna jasa selama periode tersebut,” ujar Windy.

Masyarakat juga diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik dengan memesan tiket sejak jauh hari melalui aplikasi Ferizy.

Pengisian data diri yang akurat dinilai penting untuk mempercepat proses layanan di pelabuhan sekaligus memastikan hak pengguna jasa tetap terpenuhi apabila terjadi kondisi tidak terduga.

Terkait faktor cuaca, Windy mengemukakan, ASDP terus berkoordinasi intens dengan BMKG dalam memantau perkembangan kondisi cuaca dan mengimbau pengguna jasa untuk mengedepankan aspek keselamatan selama perjalanan laut.

“Perhatian ini terutama ditujukan bagi masyarakat yang melintasi jalur penyeberangan Jawa–Bali, mengingat potensi cuaca ekstrem masih diperkirakan berlangsung hingga awal Maret 2026,” imbuhnya.

“Kami mengimbau pengguna jasa untuk selalu mencermati informasi cuaca terkini dan mempertimbangkan kembali rencana perjalanan apabila kondisi perairan tidak memungkinkan, demi keselamatan dan kenyamanan bersama.”

Secara kumulatif, sejak H hingga H+6, total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni mencapai 230.350 orang atau naik 4,6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 220.184 orang.

Total kendaraan tercatat 57.177 unit atau meningkat 7,3 persen dari realisasi sebelumnya sebesar 53.292 unit.

Adapun penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada periode yang sama tercatat 190.283 orang, turun 2,9 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 196.044 orang.

“Namun, total kendaraan meningkat menjadi 54.651 unit atau naik 2,3 persen dari realisasi sebelumnya 53.420 unit,” ujarnya.

Sebagai penghubung utama mobilitas antarpulau, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang andal, aman, dan berkelanjutan, demi menjaga ritme aktivitas masyarakat tetap bergerak optimal di awal tahun 2026. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo Berbagi Kasih di Akhir Tahun, Santuni 150 Anak Yatim Piatu di Kota Makassar

1 Januari 2026 - 18:14 WIB

Hadiah Tahun Baru 2026, Klinik Utama SMM Raih Akreditasi Paripurna dari Kemenkes

1 Januari 2026 - 17:51 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Jaga Stabilitas Arus Kapal dan Barang Sepanjang 2025 di Tengah Tantangan Logistik

1 Januari 2026 - 17:47 WIB

Ini Pesan Kemenhub Usai Teken Kerja Sama Terpadu Pelayaran Perintis dan PSO 2026

1 Januari 2026 - 17:10 WIB

Sah! PELNI Jalankan Kerja Sama Terpadu Pelayaran Perintis dan PSO 2026 dari Kemenhub

1 Januari 2026 - 16:00 WIB

Trending di ANJUNGAN