Menu ✖

Mode Gelap
AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

JALUR

Menhub Dudy Sebut Banten Berpotensi Jadi Daerah Lintasan Padat Jawa-Sumatera

badge-check


 Menhub di Serang, Banten Perbesar

Menhub di Serang, Banten

Wartatrans.com, BANTEN – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, Provinsi Banten memiliki posisi yang sangat strategis dalam penyelenggaran angkutan Lebaran.

Hal itu lantaran, Provinsi Banten termasuk dalam lima besar teratas provinsi asal pergerakan masyarakat, yaitu sebanyak 11,17 juta orang. Selain itu, di Provinsi Banten juga terdapat simpul transportasi terpadat berupa pelabuhan penyeberangan dan bandara.

Oleh karena itu, Menhub Dudy berkoordinasi dengan Gubernur Banten Andra Soni, di Gedung Pendopo Gubernur Banten, Serang, Senin (16/2/2026).

Menurut Menhub, semua kendaraan dari Jawa, khususnya dari Jakarta ke Pulau Sumatera via jalur darat dan penyebangan, akan melewati Provinsi Banten.

“Bandara Soekarno-Hatta yang termasuk dalam Provinsi Banten merupakan bandara asal dan tujuan favorit dengan jumlah sebanyak 3,18 juta penumpang. Lintas pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni yang merupakan pelabuhan penyeberangan asal dan tujuan diprediksi akan menjadi terpadat dengan total sampai 6 juta penumpang,” jelas Menhub Dudy.

Terkait angkutan penyeberangan, dia mengatakan, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan yang melalui 15 lintas penyeberangan.

Khusus menuju Pelabuhan Merak, telah disiapkan lima titik utama sebaran lokasi delaying system yaitu Rest Area KM13 A, Rest Area KM 43 A, Rest Area KM 68 A, Cikuasa Atas untuk wilayah Pelabuhan Merak, serta JLS Ciwandan untuk wilayah Pelabuhan Ciwandan.

Selain sebaran Lokasi delaying system, Kemenhub bekerjasama dengan pihak terkait juga telah menyiapkan lima jalur penyeberangan yaitu Merak-Bakauheni, Ciwandan – PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan – Bakauheni, BBJ Bojonegara – BBJ Muara Pilu, dan PT. Krakatau Bandar Samudera – Pelabuan Pajang sebagai contingency plan.

“Untuk Ciwandan Pelindo itu akan melayani kendaraan roda 2 dan angkutan kendaraan kecil truk. Kemudian juga KBS, Krakatau Bandar Samudera, itu sebagai salah satu alternatif untuk Pelabuhan Panjang. Merak itu hanya akan melayani kendaraan pribadi dan bus, kemudian Bojonegara akan melayani kendaraan truk ukuran besar. Itu adalah salah satu antisipasi kami yaitu memecah dengan mengoptimalisasi empat pelabuhan yang ada di wilayah Banten sini,” bebernya.

Pada kesempatan tersebut, Menhub juga meminta Pemerintah Provinsi Banten mengantisipasi kepadatan yang disebabkan pasar tumpah dan lokasi wisata.

Adapun pasar tumpah yang dimaksud adalah pasar tumpah dari arah Jakarta dan melewati Provinsi Banten, seperti Pasar Kranggot, Pasar Kalodran, serta Pasar Sentiong.

Sementara itu, Lokasi wisata yang perlu diantisipasi antara lain Pantai Anyer di Serang, daerah Pantai Carita, serta Pantai Tanjung Lesung di Pandeglang.

Tak lupa, Menhub juga membahas perlintasan sebidang dan titik rawan bencana banjir juga tanah longsor.

Untuk menangani hal tersebut, dikatakannya, Kemenhub melalui UPT yang tersebar di berbagai wilayah khususnya di Provinsi Banten, senantiasa akan berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah Provinsi Banten, serta pihak-pihak terkait.

“Di provinsi Banten terdapat 157 perlintasan sebidang. Telah dilakukan penambahan 43 penjaga jalan perlintasan untuk peningkatan pengawasan perlintasan di Banten. Adapun wilayah perlintasan padat yaitu jalan arteri dari dan ke kawasan Pelabuhan Merak yang melewati pelintasan sebidang, diharapkan menjadi prioritas pengamanan selama masa mudik,” pungkas Menhub Dudy.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandionon, Kepala Badan Kebijakan Transportasi Hermanta.

Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi, serta jajaran pimpinan daerah, wali kota, bupati, juga Forkopimda di lingkungan Provinsi Banten. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

1 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Menhub Dudy Sampaikan DIM RUU Perubahan Ketiga atas UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ

30 September 2026 - 16:20 WIB

Penjualan EV Melaju, Transformasi Pasar Indonesia Belum Maksimal

30 September 2026 - 16:09 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

Trending di JALUR